
"tok..tok..tok..permisi
mendengarnya salah seorang pelayan membukakan pintu dan akhirnya bertanya
"ada apa tuan kenapa anda kemari sendirian padahal tadi anda bersama nona kami?
"nona kalian apakah dia belum pulang?
"belum tuan,saat ini di dalam tidak ada siapapun karna memang tuan rayyanpun tengah sibuk dengan urusannya di perusahaan.
mendengarnya Anant mengusap wajah tampannya dengan kasar,saat ini dia benar-benar merasa kacau dia bingung hal apa yang harus dikatakannya pada raya karna telah mengabaikannya dan ditengah kebingungannya tiba-tiba
ton...ton...ton..ton
"anant menatap kesumber suara dan didapatinya wajah datar raya tanpa ekspresi tengah menyupir mobil,membuka pintu dan akhirnya berlalu dari hadapan Anant dengan wajah temboknya walau anant memanggilnya berkali-kalipun
ia tak bergeming sedikitpun tidak menengok sesenti pun menatappun tidak apalagi menengok.
"raya maaf kan aku,aku tidak bermaksud mengabaikanmu,aku hanya ingin lebih jelas mengetahui siapa dia itu,apakah benar dia angela kecilku atau bukan.
"raya masih berlalu bahkan mengisyaratkan untuk menutup pintu rumahnya kepada beberapa orang pelayan,namun anant menarik tangan raya hingga kini tatapan mereka beradu kemudian berkata
"dengarkan aku raya,aku benar-benar minta maaf,aku tidak bermaksud mengabaikanmu tadi,aku hanya bisa terdiam menyaksikan kedatangan angela karna aku terkejut ketika dia menjelaskan setiap foto itu,karna kejadiannya memang sama seperti apa yang dia ceritakan karna itu aku terlalu terkejut,hingga...
"hingga kau membiarkan aku yang kesakitan keluar dan pergi sendiri,tanya raya dingin.
"bukan,bukan itu maksudku
"terserah kau,aku tidak perduli,ucap raya kemudian berlalu dan segera menutup pintu dengan kekuatannya,karna itu Anant tidak bisa mendobraknya.
Anant mengacak rambutnya frutasi kemudian berteleport pergi dari rumah itu,sebenarnya saat ini dilema besar tengah melandanya,dimana ia harus memilih raya Atau Angela yang keduanya memiliki tempat khusus baginya,walau begitu,Anant harus tetap tampak normal walau gejolak dalam dirinya semakin mendalam.
__ADS_1
¤¤
dikamar raya
"hallo,ini aku Raya,selama beberapa hari ini aku ambil cuti kuliah,kirimkanlah tugas kedalam Email,maka aku akan mengerjakannya dari rumah.
"baiklah,ucap seseorang di sebrang mereka tidak menanyakan alasan raya bukan karna meratukan raya tapi mereka tidak menanyakan alasan raya karna pasti raya tidak akan beritahu alasannya.
rayapun menutup telfonnya
《raya melakukan ini bukan karna cemburu pada anant dan Angela kw itu,tapi raya melakukan ini karna memang ia ingin fokus pada tujuan utamanya yaitu,kehancuran Erlangga,dan sampai saat ini,raya telah mengenal sifat seorang Erlangga yang mana bagi Erlangga tidak ada hal lain yang membuatnya lupa diri selain hartanya.,yang tidak ada hal lain pula yang ia khawatirkan selain dirinya sendiri,maka akan percuma rasanya bagi raya kalau harus mendekati Anant,karna Anant saja kini sudah tidak lagi berpihak padanya dan hanya inilah caranya menjauhi anant fikir raya yakin padahal dadanya sesak saat ini namun egonya terlalu besar,hingga ia tak memikirkan hal lainnya selain cara menghancurkan erlangga.
☆☆
Sandra tengah berlari dengan tergesa-gesa,saat ini pikirannya kalut memikirkan keadaan sang bunda setelah tadi mendapat kabar dari supir pribadi keluarganya,bahwa mereka mengalami kecelakaan,bahkan saking kalutnya ia memilih berlari tanpa alas kaki,iya,tanpa alas kaki karna sepatu hak tingginya ia cingcing hingga secara mengejutkan di pertigaan jalan yang cukup sibuk oleh semraut kendaraan..
ton....ton..sert..suara sebuah mobil yang mentlakson dan revlek memutar mobilnya 90 derajat saking terkejutnya karna kedatangan sandra yang tiba-tiba dan hebatnya itu ia lakukan tanpa menyengkol kendaraan lain.
"jangan takut,kau aman bersamaku aku akan membawamu kerumah sakit.
"ee..trimakasih dan kalau bisa lebih cepat ya ,aku sangat cemas saat ini.
"cepat,cemas?knapa..?
"iya aku ingin cepat sampai dan menengok keadaan bunda ku.
"kau yakin kau baik-baik saja ucap pria itu menatap lurus kejalan
sandra menatap pria itu dan berkata
"Aku yakin,lagi pula kau tidak melukaiku sama sekali.
__ADS_1
"baiklah,mendengarnya aku jadi sedikit lega,setidaknya aku tak menambah kesulitan mu kan.
"sandra menatap pria itu lekat-lekat,mengapa rasanya aku mengenalmu?
"benarkah?
"iya,kau seperti orang yang aku kagumi,kak rayyan,ya sangat mirip.
mendengarnya pria itu menghentikan mobilnya dan menatap sandra heran.
"jadi,kau mengenalku,aku memang rayyan,kau,sandra?
"iya ka ini aku.
"senang bisa bertemu denganmu lagi,baiklah kita sudah sampai,segeralah turun aku akan mengantarmu.
"tidak kaka,tidak perlu,aaku sendiri saja menemui bunda ku,kaka tunggu disini,aku pergi selamat siang.
"iya,aku juga. selamat siang.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak
.
.
.
__ADS_1
.