Penantian Yg Telah Usai

Penantian Yg Telah Usai
sakit nya dianra


__ADS_3

dua hari sudah dianra dirumah sakit badan nya masih lemes dan pucat ,dari mlm kejdian smpai dua hari setelah nya dianra tidak sdkit pun dia makan hanya minum dan infus saja dianra juga tidak ingin berbicara dengan siapa pun selain menangis ,


sakit hancur itu la yg di rasa kan nya orang yg slma ini dia syng dia cinta ,orang yg slma ini dia harap kan bsa menjadi imam yg baik smpai akhirat ternyata menyakiti nya .


bukan hanya dianra begitu pun ayah dan ibu nya sedih ,hancur ,sakit dan kecewa kepada calon menantu nya orang yg slma ini mereka percaya ,mereka sayang dengan tulus malah


membuat putri mereka seperti sekarang.


rian dan ke 2 oran tua nya juga merasakan hal yang sama kerna kebodohan nya tidak mampu melawan godaan malah membuat mereka hancur ,rasa nya ingin sekali mengakhiri hidup nya tidak sanggup melihat kekasih hati nya lemah tak bertenaga di ruangan icu ,kerna perbuatan nya dia hampir saja kehilangan calon istri yang slma ini dia jaga spenuh hati dia berjanji tdk akan menyentuh dianra selain tangan dan mengelus kepala nya kerna dia ingin menjaga marwah seorang gadis yang sangat dia cintai ,tapi kerna kebodohan nya dalam waktu yg singkat impian itu hancur tak tersisa yg ada hanya rasa sakit yang teramat dalam yg dia beri pada kekasih dan ke 2 kluarga nya frustasi hanya itu yang sekarang rian alami


dia sama sakit nya seperti dianra tapi itu kerna kesalahan nya sendiri.

__ADS_1


hari ke 3 dianra di rumah sakit ayah dan ibu ny berusaha menenang kan ny mengajak nya berbicara dari hati ke hati tak lupa juga dengan beribadah meminta petunjuk dengan allah jalan yang terbaik meminta agar sakit yang dia rasa berubah jadi rasa bahagia


dianra sudah mulai sedikit menerima apa yang terjadi dia sudah sdikit mau makan yg di beri ayah dan ibu nya tapi tidak untuk bertemu dengan rian ,


rian tidak masalah dengan hal itu dia tidak memaksa kerna dia sadar apa yg di perbuat tidak mudah untuk di maaf kan


rian sedikit lega setidak nya dianra sudah mau bicara dan makan walaupn belum bnyak


ayah dan ibu dianra tidak masalah walaupn mereka kecewa tapi masih ada rasa simpati mereka kepada rian mungkin ini ujian buat mereka selagi rian mau berubah mereka berusaha memaaf kan


walaupun dianra belum mau memaaf kan apalgi untuk bertemu rian itu sangat dianra hindari .

__ADS_1


semakin hari dianra sudah mulai membaik bsok sudah di izin kan untuk pulang


sujud syukur yg mereka rasa kan saat dianra sudah membaik walaupun tak seceria dulu


dianra bnyak diam dan melamun lebih sering menghabis kan waktu nya sendiri di kamar


dianra masih berperang dengan perasaan dan fikiran nya tidak munafik rasa sayang dan cinta itu masih sangat besar kepada rian


tapi rasa kecewa dan sakit tidak kalah besar ny dari rasa cinta .


sore hari itu dianra keluar minta izin kerumah kerumah kakak ipar nya dia bermain bersama keponakan nya dan itu tidak luput dari pantau an rian .

__ADS_1


__ADS_2