
✨Relativitas Waktu✨
Malam itu...
Jack masih menatap langit, padahal alat mandi sudah di tangannya di pemandian umum itu...
Ia masih terbayang dan mengkhayal ketika memandang langit dan bintang-bintang di malam minggu itu...
Ia memikirkan kumis nya Albert Einstein,
Einstein yang pintar, pencetus teori relativitas waktu...
Einstein memiliki wajah dan penampilan tidak menarik, tetapi para wanita-wanita cantik mengejarnya...
"Jack, malam Minggu nii..." suara itu mengganggu khayalanku saja
"Gimana, motor udah di tempel kan..." Ucap nya lagi yang sudah stady full di malam Minggu ini.
"Dah," kataku
"Nanti kita kemana,,,? Masih ke tempat biasa kan... Walaupun tiap malam ban motor kita selalu di bocorin...?" Tanya Randy lagi yang ketahuan ingin tetap ke situ walaupun tiap malam ban kami di bocorkan oleh orang tak bertanggung jawab..
"Mungkin, masih kesitu nanti kita, walaupun hampir tiap malam ban kita di bocorkan Ran.. oleh setan Afrika yang tak kelihatan itu... Kalo tau, dah ku habisin tu..."
Malam itu
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka,
...Bagaikan...
...teori...
...relativitas waktu nya ...
...Albert Einstein...
...Waktu tergantung rasa...
...Begitu singkat di dalam rasa ...
...pertemuan itu,...
...Yang tidak terasa sudah malam ke delapan mereka bertemu,...
...Tapi...
...Terkenang sepanjang waktu,...
...Jack tak pernah menemui, dan tak mementingkan pacarnya yang disana,...
...Ia terbius oleh cinta, dan rasa kagum yang tak bisa...
...Ia jelaskan....
__ADS_1
"Jack, gimana kamu ikut disini gak, atau kamu pergi ke tempat pacarmu.."
Jack terdiam memandangi wajah polosnya Stamfy,
Melihat apakah ada rasa cemburunya ketika disebut nama pacar nya yang jauh disana.
Wajah itu hanya pasrah,
Tapi mengikat hatinya Jack...
Membuat Jack tak mendapatkan alasan untuk pergi dari tempat itu,
Tempat yang di anggap nya langit ketujuh selama 7 malam terakhir ini yang selalu bertemu dengan gadis cantik yang di bilang nya bidadari kesasar ke bumi ini...
..."Aku disini Randy,...
...Bersama Stamfy......
...Walaupun ini malam Minggu"...
Lalu ku tatap wajahnya Stamfy,
Yang memandangku dengan senyumannya itu..oh,
Dalam senyumnya yang 3 detik itu ku pandangi...
Telah menumbuhkan taman-taman bunga yang penuh warna warni, menggugurkan bunga-bunga kerinduan selama 3 generasi,,,,
Waktu pun terus berjalan, hingga berjam-jam, oo..
Apakah kamu tak ingin melihat air mata ini,
Apakah kamu tak ingin menghapus air mata ini syank?
Aku tau kamu dimana,
Aku tau kamu bersama siapa,
Syank,,, jangan lakukan itu...
Jangan selingkuh lagi..."
Jack, tak mementingkan isi pesan dari pacarnya itu, bahkan tidak membalas, dan tak di bacanya terkadang..
"Siapa pula yang menyenter-nyenter itu kesini,,, Trang Skali, apa maksudnya..."
Ucap Jack, di malam yang semakin larut itu yang masih bersama gadis pujaan hati nya..
"Itu abangku bang, kayaknya dia marah bang, kalian pulang aja.." ucap gadis cantik itu
"Em, Biarin lah kan kita disini doang nggak ngapa-ngapain.." balas Jack..
"Abangku pemarah.." kata adiknya
__ADS_1
"Jadi gimana dek" kata Jack pada gadis pujaannya itu, karena sudah terbiasa panggil dek di pesan dan malam pertemuan mereka akhir-akhir ini..
"Yauda, kalian pulang aja bang, nanti abang kami marah,.." kata gadis itu
"Em, kita kan selalu di bawah sinar terang ini, gak ngapa-ngapain.. Randy aja tu sama adikmu yang pergi ke belakang dek.." kata Jack lagi tak mau pulang.
"Iya, kalian pulang aja bang,,," ucap gadis itu agak cemas,
Jack pun meng iya kan, karena melihat wajah gadis cantik itu..
Dan abangnya pun datang mendekat sampai jarak wajah nya dengan temanku Randy hanya satu jengkal..
"Apa kalian sudah ingin merasakan bagaimana rasanya menelan darah?..."
Wajah yang penuh ke garangan itu,
"Ah, apa-apa an ini,..." Balas Randy tidak takut.. hingga ingin turun dari belakang ku, padahal kami sudah mau berangkat..
Aku melihat situasi, dari dalam rumah orang-orang keluar, dari warung kopi orang-orang mengarah kepada kami,
Lalu aku melihat wajah gadis itu..
Yang cantik dan indah itu, bagaikan menyirami suasana hati yang marah...
"Udah, udah bang, kalian pergi aja...."bisikan dari jauh oleh gadis itu menyuruh kami pergi agar tidak ada pertengkaran...
Lalu aku melihat wajah abang si gadis ini "Kenapa bang,,,"
"Besok malam awas kalo kalian datang lagi kesini,,,... Malam ini kalian mau apa? Heh? Mau makan darah sendiri? Heh?..."
"Randy, udah.. kita pergi aja..,
Sorry bang, kami pergi dulu..." saya mengatakan itu, dan tak meladeni amarah itu karena saya tidak ingin kehilangan adiknya, Stamfy, Cintaku...
"Saya tunggu kalian di perbatasan..." Kata abangnya lagi kepada kami.
Kami pun pulang, dan berhenti di perbatasan itu..
"Katanya, nunggu di perbatasan, mana...
Ah pengecut tuh, atau Takut sama kita kali,,," ucap Randy masih marah
"Yauda, kita pulang ajalah, aku mau menghubungi gadis lugu itu, aku masih terpesona kepada diam nya..." Ucapku
Oh.. aku masih merindukan nya...
Sampai dini hari itu..
"Iya, gak ada apa-apa kok tadi, mana mungkin kami bertengkar sama abangmu dek,,, aku tak ingin kehilanganmu.."
"Hehe,, iya bang.., jadi besok abg Gausa datang bang, gapapa,, besok kami sudah di pindahkan di rumah lama, ayah pasti gak bolehin kami keluar.."
Hingga terlelap tidur, hatiku masih di penuhi kerinduan kepada nya
__ADS_1
.....next