
pernikahan mereka sudah berjalan hampir satu tahun didalam terdapat banyak kebahagiaan canda tawa kadang juga sedih pasalnya sena akan selalu bersedih setiaap mengingat dirinya yang tak kunjung hamil.
seperti pagi ini Sena sudah berada dikamar mandi mengecek dirinya dengan tespeck kehamilan..
Sena berjalan mondar mandir menunggu hasil dari alat itu lalu mengangkat nya
ehmm(Sena menarik nafas dalam setelah mengetahui hasilnya).
"garis satu lag"...ucap Sena mata nya mulai berkaca-kaca hampir menangis entah kenapa masalah ini selalu membuatnya frustasi.
"sayang buka pintunya dong kamu udah lama banget didalam aku khawatir kamu gak papa kan?" tanya Rey yang mulai khawatir karna sena daritadi enggan keluar dari dalam kamar mandi.
"iya sebentar mas''...teriak Sena dari dalam.
ceklek..
"kamu gak papa sayang kok nangis apa ada yang sakit dimana ?"...tanya Rey yang begitu khawatir terhadap istri nya itu.
Sena menggeleng lalu memperlihatkan tespeck nya ke Rey..
Rey melihatnya dan menghembuskan nafas ..
"udah berapa kali mas bilang kamu gak usah mikirin ini terus mas gak masalah kalau kita gak punya anak sekalipun"..bentak Rey.
Sena kembali menangis lagi menundukkan wajahnya nya..
Rey tak tega melihat istri nya lalu memeluknya nya berusaha menenangkan kannya.
"sssutt mas minta maaf yah udah bentak kamu"..ucap Rey.
'mas gak salah aku yang terlalu cengeng"..ucap Sena sembari mengelap air mata nya.
"udah yah kamu berwudhu sana kita solat subuh bareng bareng hmm"..ucap Rey.
"iya mas"..jawab Sena.
pagi ini Sena begitu manja terhadap Rey ingin dipeluk terus2an.
"sayang mas gak usah kekantor aja deh hari ini"...ucap Rey.
"kenapa??"ucap Sena.
"istri mas lagi manja mau dipeluk terus daritadi"..ucap Rey tertawa sambil menyolek hidung Sena.
"apa apaan sih mas"..ucap Sena memanyunkan bibirnya.
membuat Rey gemas lalu mengecup bibir yang berwarna merah muda sekilas
tak puas Rey malah ********** dengan sedikit brutal.
memperdalam ciuman itu tangan nya pun tak tinggal diam sibuk mengabsen setiap inci tubuh Sena dan berakhir ditempat favoritnya nya yang seperti sequisy.
Rey terus meremasnya dengan gemas hingga ******* keluar begitu saja dari bibir mungil istrinya yang membuat dirinya memanas.
"sayang boleh yah satu ronde aja"...tanya Rey
"tapi mas bentar lagi Reno bangun nanti nyariin kita"..ucap Sena.
"sekali aja sayang kamu gak kasihan sama dia udah tegang coba pegang"...ucap Rey sambil mengarahkan tangan Sena kepusaka miliknya.
"boleh yahh?? "ucap Rey memelas .
'cepat yah mas aku takut nanti Reno masuk kesini"..ucap Sena
Rey kembali bersemangat melakukan olahraga dipagi hari nya itu..
kita skip readers author takut khilaf🤭
"sayang dasi mas mana?" teriak Rey ke Sena karna Sena sedang berada dikamar Reno mempersiapkan pangeran kecilnya itu untuk sekolah.
"iya bentar mas"..teriak Sena juga.
__ADS_1
"okee Reno umma kekamar bentar yah bantuin papa Reno sama nanny yah turun kebawah"..ucap Sena.
"ikhh sebel papa kan udah gede Tante kok dibantuin lagi kan halusnya Leno yang dibantuin Tantee bukan papa"..ucap Reno ngambek.
"sayang Reno kan udah siap udah gak butuhin umma lagi boleh yah umma kekamar bantuin papa"...ucap Sena lembut.
"yaudah deh papa kan manja"..ucap Reno.
"hehe iya sayang"..
"kamu lama banget dikamar Reno kamu gak lihat suami kamu ini kayak mana bentukkannya"..ucap Rey ngambek.
pasalnya semenjak menikah Sena lah yang membantunya memakai dasi dan memenuhi semua keperluannya.
"yaallah mas ini gimana kok bisa diikat2 gini"...ucap Sena melihat dasi sang suami dipasang dengan asal asalan.
Rey tak menjawab karna dia lagi ngambek.
cup..
Sena mengecup bibir Rey sekilas.
"jangan ngambek ngambek akh kayak Reno aja kang ambekan" ...ucap Sena.
"mau lagi"...ucap Rey memanyunkan bibirnya.
"mau apa?"..Sena menggoda Rey.
ini...Rey menunjuk bibir Sena.
"ini apasih mas"..ucap Sena pura pura tak tahu.
lalu Rey ******* bibir Sena begitu saja tanpa aba aba.
cukup lama mereka berciuman sampai memukul dada Rey karna kekurangan oksigen Rey melepasnya sejenak dan ingin mencium kembali namun ditahan Sena.
"udah akh mas nanti kamu sama Reno telat"..ucap Sena.
mereka keluar dari kamar menuju ruang makan yang Disana Reno sudah menunggu mereka.
"papa sama Tante lama banget Leno sebal.".ucap Reno dan menyilang kan kedua tangannya.
"maaf yah sayang papa kamu nih lama banget"..ucap Sena melirik Rey.
yang dilirik hanya menaikkan bahu nya seolah tak tahu apa apa.
setelah mereka selesai makan Sena mengantar kedua pria yang berbeda usia ini kedepan.
"Tante cantik Leno belangkat sekolah dulu yah jangan kangen"..ucap Reno mencium pipi dan menyalim sena.dan dibalas kecupan dihampir seluruh muka.
"hehe bleeeek "..edek Leno kearah Rey lalu berlari kearah mobil.
"sayang lihat Reno nakal banget aku juga mau kayak gitu disini disini disini"..ucap Rey sambil menunjuk bagian diwajahnya yng ingin dicium Sena.
"ikhh mas kok gitu sama anak sendiri juga"..ucap Sena.
lalu menyalim tangan Rey.
"cium nya".. ucap Rey.
"malu"...ucap Sena karna para pengawal menatap kearah mereka.
dengan mengangkat tangan para pengawal tersebut mengerti dan memutar badan mereka membelakangi sang majikan.
"udah."..ucap Rey.
lalu Sena mulai mencium yang tadi ditunjukkan Rey.
"okee energi nya udah penuh lagi mas berangkat yah"...Rey mencium kening sang istri.
"assalamualaikum"..
__ADS_1
''wa Alaikum salam"..
setelah mereka pergi Sena juga langsung bersiap siap kerumah sakit karena hari ini ada jadwalnya memeriksa pasien nya.
jam makan siang pun tiba Sena dan teman seprofesi nya pun menuju musholla terlebih dulu lalu kekantin.
ditengah asiknya menikmati makan siangnya handphone Sena berdering
BUNDA..
Sena ragu mengangkatnya pasalnya itu bukanlah mamanya ataupun mama mertua nya.
Sena akhirnya menerima telepon itu..
"hallo assalamualaikum bunda."..
"wa Alaikumsalam Sena bunda mau minta tolong sama kamu nak tolongin Bayu dia demam tinggi dan mengigau memanggil nama mu terus bunda minta tolong nak kamu datang kesini yah"...ucap bunda sambil menangis
''tapi Sena gak bisa datang kesana bunda"..ucap Sena.
'bunda minta tolong nak bunda khawatir sama Bayu istri nya bahkan tak ingin merawat nya"...ucap bunda masih menangis.
'okee bunda tenang dulu sekarang bang Bayu dimana??"ucap Sena juga ikutan khawatir.
'Bayu dirawat dirumas sakit abdi bangsa kamu datang yah nak"..ucap bunda
'iya bunda sekarang Sena datang kesana bunda tenang yah"...ucap Sena.
lalu sambungan telepon itu terputus.
Sena buru buru meninggal kan kantin dan menuju rumah sakit.
Sena menuju meja resepsionis..
"permisi sus ruang rawat atas nama Bayu baskara dimana yah?" tanya Sena.
"ada dilantai 5 Bu nanti ibu lurus saja ruang VIP 3 disitu ruangannya Bu"..
"terimakasih sus'..ucap Sena lalu terburu buru menuju lift.
didepan pintu ruangan tersebut Sena menarik nafas dalam lalu mengetuk nya.
bunda membuka pintu nya dan melihat bahwa Sena lah yang datang.
bunda memeluk Sena air matanya tak Unjung berhenti..
''bunda tenang yah bang Bayu pasti baik baik aja"...ucap Sena.
"sebenarnya Bayu udah dirumah sakit ini sudah 5 hari dan terus ngigau nyebut nyebut nama kamu dia gak sadar..
demam nya juga turun naik bunda takut".
"bunda juga takut mau hubungi kamu karna kamu juga udah punya kehidupan baru.
tapi hari ini hati bunda betul betul hancur melihat Bayu begini makanya bunda telpon kamu maafin bunda yah udah ngerepotin kamu.."
"nggak bunda Sena gak merasa direpotkan..
Sena mau lihat dulu keadaan bang Bayu bunda.."
''iya nak"...ucap bunda
"bang Bayu ini Sena bang Bayu kenapa apa yang sakit bilang ke Sena"...ucap Sena melihat iba kepada pria yang ada dihadapannya sekarang ini. dia duduk disampingnya dan mulai menggenggam tangan Bayu.
'Sena kan waktu itu udah janji kalau aku udah jadi dokter bang Bayu sakit aku yang obatin.
sekarang udah aku obatin buka mata nya dong memang gak pengen lihat Sena kita kan udah lama gak ketemu"...ucap Sena.
hayoo siapa yang penasaran siapa sih bang Bayu ini dan apa hubungannya dengan Sena...
happy reading.....~
__ADS_1