
" apa tidak bijak berbohong kepada guru untuk masalah sebesar ini? " Zhou Yu menghela nafasnya, ia mendengar semua percakapan kedua gurunya, di satu sisi iya merasa harus merahasiakan makam legenda Li Wang karena jika informasi ini sampai bocor, ia yakin banyak orang yang berbondong-bondong menuju makam Li Wang, entah hanya sekedar melihat atau mencari warisannya, namun di sisi lain ada rasa bersalah yang hinggap di hati Zhou Yu kepada kedua gurunya. Zhou Yu memutuskan untuk menenangkan pikirannya dengan cara duduk bermeditasi. setelah satu jam berlalu Zhou Yu membuka matanya
" Lingkungan spiritual memang sangat berguna, selain untuk membantu proses berlatih dan memulihkan tenaga dalam, ini sangat berguna untuk menenangkan pikiran! " Zhou Yu tersenyum tipis melihat lingkungan spiritual yang ia buat, setelahnya Zhou Yu merebahkan tubuhnya dan tertidur..
keesokan paginya Zhou Yu bangun dan melakukan rutinitasnya, setelah menyelsaikan sarapan, Zhou Yu menghampiri Ming An yang menunggunya di halaman tempat bisa mereka berlatih.
" Yu'er kau sudah cukup kuat, aku rasa kau sudah siap menerima ini!" Ming An tersenyum penuh makna memberikan sebuah kotak.
__ADS_1
" apa ini guru? "
" buka lah kau akan segera mengetahuinya "
Zhou Yu membuka kotak tersebut, di dalam kotak terdapat sebuah kitab dan satu cincin, Zhou Yu mengernyitkan keningnya, ia merasa familier dengan kejadian ini,
" oorraang ttuuaa saaya guru? " Zhou Yu bertanya dengan terbata-bata, bibirnya bergetar berusaha menyelsaikan kalimatnya, sedari kecil Zhou Yu tidak mengetahui apa itu orang tua, mendengar kata orang tua dari Ming An, membuat hati Zhou Yu bergetar, saat Zhou Yu kecil menanyakan tentang orang tuanya kepada Ming An maupun Yu Lian, mereka hanya tersenyum nanar kepada Zhou Yu, pada akhirnya Zhou Yu menyerah, dia adalah anak yang cerdas dengan segudang pengetahuan yang ia ketahui dari perpustakaan, Zhou Yu mengetahui arti tatapan mereka, dia menemukan satu kesimpulan,
__ADS_1
dia tidak punya orang tua,
" benar semua ini peninggalan orang tuamu, mereka adalah Pendekar yang sangat sakti, ayahmu adalah laki-laki yang gagah dan tampan dan ibumu sangat cantik, sulit di cari orang yang mampu menandingi kecantikannya, mereka juga Pendekar yang baik hati yang di cintai banyak orang " Ming An mengelus kepala Zhou Yu dan berusaha memberikan gambaran kepada Zhou Yu tentang kedua orang tuanya,
Zhou Yu tidak menjawab, ia hanya menunduk, bibirnya bergetar, Zhou Yu berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh, secerdas dan seberbakat apapun Zhou Yu, dia hanyalah anak berusia 8 tahun yang membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, Zhou Yu memang mendapatkan kasih sayang layaknya anak dan orang tua dari kedua gurunya, namun sedekat apapun itu, masih ada sekat dalam hubungan mereka, sedangkan Zhou Yu juga membutuhkan orang yang ia jadikan tempat keluhan yang tidak biasa di lakukan kepada kedua gurunya, khawatir semua keluhan Zhou Yu membebani mereka, maka dari itu selama ini Zhou Yu berusaha membuat kedua gurunya bangga, tidak mengecewakan mereka.
" lalu dimna mereka guru? apakah mereka tidak berniat datang untuk sekedar melihat ku?" Zhou Yu bertanya dengan nada sedih
__ADS_1
" jadilah kuat nak, saat kau cukup kuat, kau akan mengetahui segelanya " Ming An mengelus kepala Zhou Yu sambil tersenyum lembut