
pagi harinya Sean dan jendral Bai bersiap siap, lalu turun untuk mengisi perut yang kosong
dan ternyata dibawah masih sepi ,mungkin mereka belum bangun
" pelayan ......" ujar jendral Bai
" ada yang bisa saya bantu tuan ......" jawab pelayan
" saya pesan 1 sop ikan , dan teh biasa ...." ujar jendral Bai
" saya sop teratai, dan teh hijau ......." ujar Sean
" baik tuan saya permisi ......" balas pelayan itu lalu pergi
sedangkan jendral Bai dan Sean berdiskusi tentang hutan kehidupan
" pangeran apa anda yakin akan ke hutan kehidupan ........" ucap jendral Bai
" shutt jangan panggil aku pangeran aku tidak ingin identitas ku terbuka ......." ujar Sean
" lalu aku harus memanggil anda siapa......" jawab jendral bai
" panggil namaku saja ......." ujar Sean
" tap- ....." ujar jendral Bai
" tidak ada tapi tapian ......" balas Sean dan menatap tajam kearah jendral Bai
" ah baiklah pang eh Sean ....." ujar jendral Bai
" itu lebih baik ......." balas Sean
" Sean apa kau yakin akan ke hutan kehidupan ......" ucap jendral Bai
" aku yakin paman lagi pula aku juga membutuhkan spirit beats ........." jawab Sean tegas
" hah jika itu keputusan mu paman akan mendukung mu dan melindungi mu ........" ujar jendral Bai
" terimakasih paman ......." jawab Sean
" tidak perlu berterimakasih ini sudah menjadi tanggung jawab paman ............." ujar jendral Bai
saat ingin mengobrol lagi
pelayan tiba-tiba datang dan sudah membawa pesanan mereka
mereka tidak jadi mengobrol dan langsung makan .
setelah makan mereka membayar
" pelayan ......" ujar jendral Bai
" iya ada yang bisa saya bantu tuan ....." jawab pelayan
" berapa semuanya ? ......" ucap jendral Bai
" 1 koin emas dan 2 koin perak tuan ......" balas pelayan
__ADS_1
" ini ....." ujar Sean dan memberikan 1 koin emas dan 2 koin perak
setelah membayar mereka langsung keluar dari penginapan
dan menuju tempat dimana kuda mereka dititipkan
saat sampai mereka melihat ada penjaga disana dan banyak kuda yang dititipkan
" maaf kami ingin mengambil kuda saya dan paman saya ....." ujar Sean
" eh silahkan di ambil ....." jawab pengawal
dan mempersilahkan Sean dan jendral Bai masuk .
jendral Bai dan Sean masuk lalu membawa kuda mereka keluar .
setelah keluar Sean memberikan 3 koin perak untuk pengawal itu .
namun pengawal menolak karena menjaga kuda tidak perlu membayar .
" paman tolong ambilah saya ikhlas memberikan nya ......." ujar Sean
" ah baiklah kalau begitu paman menerimanya ..... terimakasih ...." ujar pengawal dan pasrah menerima koin Sean
" kalau begitu kami permisi paman ......" ujar Sean
" ya hati hati ......" jawab pengawal
Sean dan Jendral Bai langsung pergi menuju hutan kehidupan .
yang melihat punggung Sean dan Jendral Bai yang semakin lama tidak terlihat
sedangkan Sean dan Jendral Bai melajukan kudanya agar cepat sampai di hutan kehidupan
setelah menempuh beberapa jam perjalanan
akhirnya mereka menemukan hutan Kehidupan , saat melihat hutan itu ada sedikit rasa takut terbesit di benak jendral Bai
sedangkan Sean jangan ditanya dia sama sekali tidak takut .
mereka akhirnya masuk perlahan lahan ,saat masuk yang mereka lihat banyak tumbuhan
semak belukar dan seperti nya hewan buas , saat mereka ingin masuk lapisan ke dua.
dari arah depan langsung ada racun menyembur ke arah mereka
langsung saja Sean menghidar
jendral Bai juga menghindar .
namun kuda jendral Bai tak sengaja terkena racun nya
membuat kuda itu menjadi berwarna biru dan kejang kejang .
jendral Bai yang melihat itu langsung turun dari kudanya
setelah beberapa menit kuda itu tiada .
__ADS_1
jendral Bai bergidik ngeri .
bagaimana jika racun itu mengenai tubuh manusia ?itulah isi pikiran nya
sedangkan Sean dia langsung turun dari kudanya dan mengikat kudanya di pohon sampingnya .
Sean mengeluarkan belati , namun belati itu bukan belati biasa .
karena belati itu terbuat dari gigi harimau langit .
langsung saja Sean menyerang , dan menyuruh jendral Bai menjauh
namun jendral Bai tidak mau .
akhirnya Sean memberikan tatapan membunuh kepada jendral Bai .
jendral Bai yang melihat itu menjadi takut dan memilih menuruti keinginan pangeran nya itu .
akhirnya jendral Bai menjauh ,sedangkan Sean masih bertempur dengan ular itu .
ular itu selalu menyemburkan racun nya ,Sean selalu menghindar kekanan dan ke kiri
sean akhirnya memiliki kesempatan menusuk perut ular tersebut .
namun ternyata kulit ular tersebut sangat keras dan kuat .
' bagaimana ini bisa terjadi ? ....' batin Sean terkejut
ular itu yang melihat Sean terkejut ,langsung saja memanfaatkan keadaan
dia langsung menghempaskan Sean mengunakan ekor nya .
BUKHH
Sean terpental dan menabrak pohon ,jendral Bai yang melihat itu ingin membantu
namun ia sudah berjanji akan menuruti kemauan Sean .
' ah ini sangat membingungkan aku harus membantu , atau menuruti perintah nya ' batin jendral Bai
" uhuk uhuk ......" Sean batuk darah
namun Sean bangkit lagi dan berlari kearah ular itu lalu menyerang nya kembali .
{Sampai di sini dulu see you next time
makasih buat kalian yang suka sama novel ini dan dukung novel ini .
saya sangat berterimakasih .
untuk besok belum tau kapan up nya .
dan maaf baru up hari ini .
sampai jumpa ........
CONTINUED}
__ADS_1