Pendekar Sepatu

Pendekar Sepatu
Chapter 1. Kembali


__ADS_3

Pagi yang cerah....


Matahari tiba tiba bercahaya terang melewati awan mendung gelap, Desa Daun Hijau telah ramai disibukkan dengan kegiatan pagi orang desa, pasar telah ramai buka menjajakan barang kebutuhan dapur, sawah sawah dan kebun telah di bajak oleh sapi dan kerbau.


Hoammzzz.....


sudah pagi ternyata, perlahan bangkit dari tempat tidur dan ke kamar mandi yang terbuat dari kayu tua lapuk tidak terawat.


uhuk uhuk...


kenapa bajuku kecil, tangan siapa ini...


berlari aku ke depan sumur tua, agar dapat terlihat wajah ini,


Apaaa....kenapa tubuhku kecil.


Bernad hey bocah bangun kau, jangan pura pura tidur kau, sekeliling pak tua Horest kepala penjaga kuda itu mencari Bocah kurus itu.


Tanpa sadar air mata Bernad mengalir, betapa bahagia dia atas kembalinya dirinya setelah mati sebagai kuli tambang batu di kediaman Duke Roselvelt.


Apakah ini nyata, dicubitnya pipi kiri dan kanan, aduh aduh... Sakit.


Hey apa yang kau tunggu, cepat pergi cari rumput untuk kuda dan babi dibelakang hutan sana, jangan bilang kau tak mau kerja lagi disini.

__ADS_1


Dasar babi pemalas, sergah pak tua Horest.


Cepat diambilnya topi dan sebilah besi panjang pipih untuk mencari rumput.


Sial aku kembali ke 50 tahun dimasa budak Baron Levina, tapi tak apa mungkin tuhan memberikan kesempatan padaku biar bisa merubah kehidupan dan bertemu kedua orang tua ku, batin Bernad.


Kehidupan lama Bernad kembali di zaman kekaisaran Zendurf, dengan tingkat berbeda beda.


Kaisar


Duke


Marques


Baron


Wilayah desa daun hijau adalah desa paling timur dari kekaisaran, dan paling sedikit keuntungan dari pada desa yang dipegang Baron Levina, yang dibawah baron ini ada 3 Desa berdekatan,


Desa daun hijau 200 penduduk


Desa hutan bambu 350 penduduk dan


Desa jamur 470 penduduk.

__ADS_1


zaman ini perbudakan sangat biasa terjadi jika seorang yang miskin ketangkap penjual budak atau kalah judi maupun tawanan perang adalah hal biasa di kekaisaran ini.


sehingga dimana mana terlihat budak dengan cap besi panas di tangan berbentuk salib dengan kondisi memprihatinkan, kadangkala nasib budak lebih parah daripada hewan peliharaan pemiliknya.


Bernad menghela napas, melihat kondisi jalan desa arah hutan mengingat dia adalah transmigrasi dari 50 tahun kedepan setelah perang besar 10 tahun lagi, maka desa dan kekaisaran hancur oleh serangan iblis Thanos.


Apakah aku bisa mendapatkan kekuatan untuk hidup lebih baik dan jadi pahlawan seperti Duke of Roselvelt, pria bersurai panjang dengan pedang xcilbur nya membantai habis iblis dan demon serta beast yang menyerang kekaisaran.


Hai Bernad kemana kau hari ini, tidak ikut kami ke pasar ? Sela Verdinand budak pengangkut batu tambang mana ke pasar gelap.


Aku masih menyelesaikan tugas oleh pak tua dulu, sebelum matahari dikepalamu aku sudah disana... Kata Bernad.


Ok, jangan lupa lagi kawan, sambil Ver berlalu.


Sepanjang perjalanan biasanya dilewati bocah kecil ini, sampai lah dipertengahan hutan nampak luas rumput liar dikaki bukit hutan desa hijau.


segar sekali aroma kaki bukit ini, sambil diteguknya air simpanan dalam kantong kulit sapi yang diisi dari gubuk tua nya.


Cukup sudah...


Kenapa hatiku berdebar debar y, apakah aku lapar, tanpa terasa panas terik matahari telah diatas kepala bocah bau ini, mungkin aku lupa sesuatu,


Oia aku janji sama ver budak tambang itu, dengan langkah tergesa gesa dipanggulnya rumput hijau itu diatas bahu kecil yang ringkih, hupppp....berat sekali rumput ini.

__ADS_1


__ADS_2