Pendekar Sepatu

Pendekar Sepatu
Chapter 2 Sadar


__ADS_3

Bergegas Bernad melewati tikungan gang kecil gubuk tua dibelakang kandang kuda dan babi, setelah tugas memberi makan kuda dan babi selesai dia tak pernah diberi makan oleh pengurus rumah baron Levina ataupun pak tua bajingan.


Kehadirannya hanya sebagai budak dan jika mati akan diganti budak yang baru dan murah di pasar budak.


ver pasti ada dipojok dekat pintu masuk pasar,


Buk...sekedar mengejutkan bernad si ver meloncat, anjing babi kucing kutuan..latah ver.


Hahahahaa,,, apakah kau jadi betina ha?


Kau kau kau, hah...sambil dipegang nya batu buat melempar bernad.


Tunggu ini aku bernad, ver...


Cepat sini kulihat kau belum makan hari ini, dengan cepat diambil ver dari kantongnya sepotong roti keras berwarna hitam abu abu, lebih mirip dikatakan batu...


Kita makan bersama ok. Dibelah dua roti itu dan tanpa malu malu bernad mengambil dan mengunyah nya, semoga engkau manusia beruntung ver..tanpamu aku ttak sanggup lagi, ini kantung air ku.


Santai teman, hidup ini pasti berputar sergah ver.


Kembali Bernad mengingat bahwa kehidupan lamanya si ver mati dimakan beast kingkong depan matanya.


Di kehidupan ini sahabat baik ku harus hidup dan kuat bersamaku. Batin bernad.

__ADS_1


Drap drap drap...


Langkah pasukan berkuda dari petugas baron berkeliling mencari cari penjahat kabur,


hey bocah apakah kau lihat ada bajingan tua bermata merah lewat pintu pasar tadi teriak pimpinan pasukan itu.


Tidak pak, serempak dua bocah ini menjawab, seingatku pak tua yang dicari mereka bersembunyi disekitar hutan. Ingatan bernad mulai berkelana.


Dasar budak, ditanya tak dapat mengingat, kusumpah kalian cepat mati, sambil meludah...cuihhhh....


bawahan petugas baron pergi ke pusat pasar, secepat kilat bernad mundur.


Hup,,,


Wah hebat juga kau bisa lepas dari air liur si sombong itu, ver menyanjung bernad yang biasanya pasrah.


Batu ini kenapa masih ada di tempat mu?...


Owh ini batu mana stone yang dibuang pedagang tadi, karena sisa yang tak laku, jadi biasa kukumpulkan sambil mecoba peruntungan...ver tersenyum menjawab.


tanpa sengaja bernad mengambil salah satu bongkahan kecil segenggam tangannya, dan ditutup mata dan pendengarannya..fokus untuk merasakan mana yang ada didalam batu.


Heran dan tak ambil pusing ver mengumpulkan bongkahan batu yang lain, siapa tahu dia beruntung mendapat batu stone yang ada kandungan kekuatan.

__ADS_1


Batu ini terbagi bagi :


Mana stone untuk kekuatan warior


Rune stone untuk kekuatan penyihir


Unik stone untuk kekuatan penyihir


Hmmmm...aku tak bisa merasakan apapun, apakah aku kembali hanya menjadi budak sampah hingga tua nanti, keluh Bernad.


Oh ya, kenapa tak kubawa saja ke paman Jack, kenalan Bernad si Penyihir level 1 di desa daun hijau ini.


Berlari bernad dengan semangat tanpa lupa mengucapkan


Kita ketemu besok disini di waktu yang sama ver...


Hati hati dengan kaki mu, teriak ver pada bernad.


Tok tok tok, paman apa kau ada dirumah...


Tunggu sebentar... sahut paman Jack, aku lagi membuat ramuan.


Paman bisakah kau lihat isi batu ini, apakah ada kandungan didalamnya biar bisa kujual nanti...pinta bernad.

__ADS_1


Sambil memandang bocah lusuh ini, jack menghela napas, apakah kau sudah makan?...


Sudah paman...si ver yang membagi rotinya padaku, ucap bernad dengan wajah dekil dan senyum merekah.


__ADS_2