Pengorbanan Seorang Ibu Muda

Pengorbanan Seorang Ibu Muda
1


__ADS_3

Kini cinta berjalan tanpa arah dan tujuan, hatinya sudah hancur, air matanya terus mangalir tanpa henti meratapi hidupnya yang entah harus bagaimana lagi. dia sangat bingung dengan keadaanya yang saat ini tengah mengandung, dia tdk punya arah dan tujuan. kini dia sedang behenti d sebuah jembatan yang di bawahnya ada sungai dengan air yang mengalir deras. cinta terus menatap lurus kedepan dengan fikiran kosong, tanpa sadar langkah kakinya menaiki pembatas jembatan, tiba tiba tangannya di tarik ke belakang dan terjatuh. saat cinta ingin berbalik dan melihat orang yang menariknya pandangan cinta tiba tiba mengabur dan ia pun jatuh pingsang d pangkuan seseorang yang telah menariknya tadi.


cinta mengerjapkan matanya dan menegedarkan pandangannya, saat kesadarannya sudah pulih dia mendapati dirinya tengah berada di sebuah kamar yang menurutnya sangat asing. cinta merasakan kepalanya saat ini terasa sangat sakit, tiba tiba dia merasa sangat mual. mencoba untuk bangkit tapi tertahan karna rasa pusingnya semakin menjadi.


cinta kembali merebahkan tubuhnya dan memijit pangkal hidungnya, berharap dapat mengurangi sedikit rasa pusingnya dan menahan sedikit rasa mualnya. ketika cinta masih sibuk dengan rasa pusing dan mualnya, sebuah suara membuatnya terkejut dan menoleh ke arah sumber suara.


kau sudah sadar nak?? tanya seseorang dari arah pintu kamar.

__ADS_1


ii..iya buk! jawab cinta terbata karena merasa asing dengan orang yang menyapanya.


apa kau sudah merasa lebih baik nak? tanya orang itu lagi.


ii..iya, hanya sedikit pusing dan mual buk! jawab cinta masih terbata.


perkenalkan, nama saya HANA, ucap hana tersenyum memperkenalkan diri karna dia mengerti saat ini gadis didepannya yg sempat dia tolong tersebut sedang takut dan bingung kepada dirinya.

__ADS_1


mereka pun berjabat tangan dan saling melempar senyum satau sama lain.


Cinta mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Hana, dan menceritakan semua yang terjadi kepadanya. Hana yang mendengar cerita cinta pun ikut merasa sedih dan kesal secara bersamaan, hana merasa kisah mereka hampir sama, hanya saja dia di usir oleh keluarga dan juga suaminya karna dia di anggap mandul dan tidak bisa melahirkan seorang anak untuk keluarga suaminya.


Dan mulai saat itu Hana berjanji akan merawat dan menjaga cinta seperti anaknya sendiri. Hana kemudian memutuskan untuk membawa cinta ke sebuah kampung yang lumayan jauh dari kota kelahirannya dan cinta.


Hana dan cinta menjalani hari hari mereka dengan sangat bahagia, mereka tinggal di sebuah rumah sederhana, Hana membali rumah sederhana itu dengan uang hasil penjualan tanah dan juga rumah yang ia dapatkan dari kompensasi perceraiannya dengan mantan suaminya. Hana juga membuka rumah jahit dan juga toko kue dari sisa pembelian rumahnya.

__ADS_1


cinta sangat merasa bersyukur, tuhan mempertemukannya dengan wanita baik seperti ibu Hana, dia sudah menganggap Hana sebagai ibu kandungnya sendiri karna selama tinggal bersama Hana Cinta merasa seperti tinggal bersama ibu kandungnya. Menurutnya Hana adalah sosok wanita yang sabar, baik, keibuan dan sangat hangat terhadapnya dan juga orang sekitarnya. dia selalu membantu ibu Hana di rumah jahit dan juga toko kuenya yang semakin hari semakin ramai dan berkembang.


tidak terasa kini kandungan Cinta sudah memasuki bulan ke 9, tdk lama lagi dia akan melahirkan dan menjadi seorang Ibu muda di usianya yang berjalan 15 tahun.


__ADS_2