
Sesampainya di hutan bambu, Ye Chen dengan kekuatannya langsung membangun sebuah rumah dari bambu.
Di dalam rumah bambu
"Zi Ling aku akan pergi tolong jaga anak kita..." Ye Chen sedikit tidak rela meninggalkan istri dan anaknya.
Zi Ling yang mendengar itu sedikit sedih tapi dia tidak bisa melakukan apapun." Pergilah... ingat untuk kembali." Zi Ling hanya bisa merelakan Ye Chen
Setelah mendengar itu Ye Chen langsung terbang ke langit dan menuju kota dragon immortal.
di kota dragon immortal
terlihat seorang pemuda yang menggunakan jubah berwarna hitam dan memakai topeng yang menutupi mukanya sedang minum dan makan di sebuah bar.
Ye Chen langsung bertanya. "Permisi, di mana paviliun Pill naga langit berada?" Ye Chen menanyakan salah satu pegawai
"Tuan, Paviliun pil naga langit berada di pusat kota" jawabnya
"Terima kasih"
Ye Chen langsung terbang ke pusat kota. Dan setelah sampai di pusat kota dia melihat sebuah bangunan yang sangat megah. Dan sudah pasti itu adalah paviliun naga langit.
Ye Chen menarik nafas dalam-dalam dan melepaskannya "PAVILIUN PIL NAGA LANGIT HARI INI ADALAH HARI KEHANCURAN KALIAN!" Ye Chen langsung mengeluarkan pedangnya
"Heaven-splitting sword Shatters heaven and earth!" Sebuah Avatar pedang yang sangat besar menuju kearah Paviliun pil naga langit.
*Woos
Angin bertiupan sangat kencang sehingga mencabut pohon pohon disekitar. Ye Chen yang selalu memanfaatkan situasi dia lalu mengeluarkan api pembakar semesta di tangan kanannya sedangkan api Yin dan Yang di tangan kirinya, kemudian ia menggabungkan kedua api tersebut.
*Boom
Setelah penggabungan, dua api tersebut langsung meledak dan membuat aura ledakan yang sangat kuat bahkan sampai ke seluruh kota.
Karena tidak bisa diam saja jika paviliunnya di hancurkan maka sang ketua paviliun Ji Wu langsung keluar menemui Ye Chen.
Ji Wu lalu berkata " Kawan apakah kita tidak bisa membicarakannya dengan baik?" Tanya Ji Wu
"Tidak ada yang perlu dibicarakan" Bola mata Ye Chen langsung berwarna merah yang mengartikan dia siap bertarung sampai mati
"Baiklah karena tidak bisa membicarakannya maka aku hanya bisa melawanmu. Raga keluarlah!" sebuah cahaya berwarna putih pucat keluar dari tubuh Ji Wu.
ini adalah aura raga dari puncak penyatuan tubuh dan raga tingkat kondensasi. Cahaya yang keluar dari tubuh Ji Wu berubah menjadi seekor naga.
Ji Wu sangat bangga dengan kekuatannya sehingga langsung sombong dan tidak menyadari lawannya lebih kuat darinya.
Tapi setelah beberapa saat naga milik Ji Wu hancur berkeping keping. "Uhuk uhuk... Tunggu, kenapa ragaku bisa hancur dengan mudah?" Ji Wu sangat terkejut mengetahui raganya hancur lalu melihat kearah Ye Chen.
__ADS_1
"Aura Naga!"
Aura Naga adalah aura dari seorang naga yang memberikan tekanan luar biasa pada semua orang. Aura Naga hanya akan ada pada naga dan tidak bisa diambil oleh orang lain.
"Jinlong keluarlah..." Sebuah naga keluar dari kantung penyimpanan hewan.
Setelah seekor naga emas keluar dari kantung penyimpanan hewan, naga itu langsung memberikan tekanan naga yang sangat kuat pada semua orang dia sekitar.
"I-ini tidak mungkin bagaimana kau bisa memiliki seekor naga?" Ji Wu hanya bisa bersujud dan tidak bisa berdiri karena garis darah klan naga lautnya tertekan oleh garis darah keturunan naga murni
Ye Chen langsung mengambil kesempatan itu dan menebas leher Ji Wu. "Aku tidak ingin mati..." Ji Wu bicara dengan nafas terputus putus lalu mati.
Ye Chen langsung menyebarkan perintah untuk menyerah atau mati ke seluruh orang paviliun pil naga langit.
"Kami menyerah kepada tuan muda Ye!" Semua orang berkata dengan bersamaan.
"Haha bagus sekarang aku akan mendirikan sekte disini apakah ada yang keberatan?"
"Tidak ada yang keberatan!"
Ye Chen langsung mengeluarkan papan dan menulis 'Supreme God Sect' dan langsung memasangnya di paviliun pil naga langit.
Ye Chen kemudian terpikirkan sesuatu. "Jika pemilik kota ini sebelumnya adalah paviliun naga langit maka seharusnya sekarang ini milik sekteku kan?" Ye Chen kemudian bertanya ke salah satu orang.
"Benar tuan kota ini akan jadi milik anda sepenuhnya." Jawab orang itu.
"Baiklah kalau begitu arahkan aku ke gudang harta paviliun pil naga langit." Ye Chen ingin mengambil beberapa barang disana.
Di gudang harta
Ye Chen melihat lihat barang yang ada di gudang harta lalu menanyai orang itu dimana harta paling berharga disini.
orang itu menjawab " Harta paling berharga ada di inti gudang harta." Jawabnya
Ye Chen kemudian menyuruh orang itu keluar dan mengutus orang untuk mencari istri dan anaknya di hutan bambu utara, lalu menuju inti gudang harta tersebut.
inti gudang harta
Ye Chen melihat sebuah formasi. " Hahh formasi ini hanya bisa dibuka oleh seseorang yang memiliki garis keturunan naga. Jinlong keluarlah." Jinlong kemudian keluar dan menghancurkan formasi itu, lalu masuk lagi ke kantung penyimpanan.
Ye Chen hanya bisa bersabar karena fisik Jinlong masih sangat lemah dan bisa mati kapan saja jika terkena batu sedikit saja.
"Semoga harta ini bisa bermanfaat untuk Jinlong." Ye Chen kemudian masuk dan betapa terkejutnya dia melihat sebuah tulang yang diletakan di atas meja yang sangat megah dan mahal.
"i-ini tulang naga. Haha akhirnya aku menemukan berkah. Tidak perlu menunggu lebih lama lagi langsung murnikan saja." Ye Chen duduk dan memurnikan tulang naga itu
waktu demi waktu berlalu
__ADS_1
1 hari
1 bulan
1 tahun
2 tahun pun berlalu
tak terasa Supreme God Sect telah berkembang ke tingkatan yang mana itu bisa dianggap memiliki kekuasaan di seluruh Benua Xuanling.
Di hari yang damai ledakan besar tiba tiba terjadi yang mengguncang seluruh benua Xuanling. Ledakan energi tersebut berasal dari Supreme God Sect yang berdiri di wilayah Timur. Seluruh orang yang berada didekat Supreme God Sect merasa sangat tertekan bahkan sampai ada beberapa orang yang pingsan.
Ledakan itu terjadi di gudang harta tempat Ye Chen berada. Semua orang langsung menuju ke gudang harta untuk melihat apa yang terjadi.
*Woos
Sebuah tiupan angin sangat kencang sehingga membuat beberapa orang terlempar dari gudang harta. Bahkan sampai menghancurkan bangunan gudang harta tetapi tidak menghancurkan harta yang ada didalamnya.
Kemudian mereka melihat roh naga berwarna emas terbang keatas langit lalu menabrak langit.
*boom
terjadi ledakan besar di langit yang hampir meruntuhkan kan langit aura tabrakan itu sangat mengerikan. Semua orang merasa seperti dunia akan hancur karena aura yang mengerikan tersebut.
Kemudian terlihatlah sosok pemuda yang terbang seperti naga yang tadi lalu tiba tiba muncullah sebuah awan hitam yang tebal di atas kepala pemuda tersebut.
Orang orang mulai menyadari bahwa itu adalah ujian kenaikan. "Hei cepat duduk dan pahami terobosan seseorang ke alam penyatuan tubuh siapa tahu kalian mendapatkan pencerahan." Perintah dari salah satu tetua.
terobosan dimulai.
Pemuda tersebut langsung mengeluarkan roh naga emas dari tubuhnya. Itu seperti pembentukan raga seseorang tetapi dia masih alam jiwa baru bagaimana mungkin bisa memiliki raga. Kecuali jika fondasinya sangat kuat sampai menembus batasan dari ranahnya maka mungkin dia memiliki sebuah raga yang tidak jadi/setengah jadi.
Guntur berwarna emas kemudian muncul dari awan gelap itu lalu menyambar pemuda yang duduk di langit.
*Duar
Pemuda itu menahan Guntur surgawi menggunakan naga emas yang Diam menahan Guntur tersebut
Guntur surgawi berwarna emas yang sangat mengerikan terus berjatuhan dari langit tanpa henti menyambar pemuda tersebut.
*Gruduk gruduk
Tiba tiba awan menjadi lebih tebal dan tebal sampai menutupi seluruh area Timur
kemudian dari awan tebal itu keluar sebuah sosok manusia berziarah. "Itu adalah prajurit langit! dirumorkan bahwa prajurit langit hanya akan turun jika orang itu benar benar sangat jenius dan tidak tertandingi pada ranah yang ia miliki sebelum penerobosan, dikatakan jika berhasil mengalahkan prajurit langit maka orang itu akan mendapatkan berkah yang sangat tak ternilai harganya bahkan mungkin hanya ada satu di dunia ini." Orang orang sangat kagum pada pemuda itu dan penasaran seperti apa wajahnya
Pemuda itu kemudian mengeluarkan pedang di tangan kanannya dan api berwarna hitam putih di tangan kirinya.
__ADS_1
ia lalu menggabungkan keduanya dan aura yang sangat mengerikan keluar dari pedangnya dan ia langsung mengarahkan pedangnya ke arah prajurit langit...
bersambung