Penguasa Seluruh Dewa

Penguasa Seluruh Dewa
Menguasai seluruh benua Xuanling


__ADS_3

"ahh" "mpfh" "Ahh"


Yun Li yang tidak bisa tidur mendengar suara ******* pada dinding hanya bisa terdiam karena dia tidak berani mengganggu Ye Chen.


"Sialan suara desahannya semakin lama semakin keras!" Yun Li sangat terganggu dengan suara itu dan lalu memutuskan untuk pindah ke ruangan lain.


di kamar Ye Chen


Zi Ling sudah tertidur lelap dan hanya tersisa Yun Qingyun yang belum tertidur. "Yun'er kau sangat kuat..." Ye Chen kemudian menusukan pedangnya ke arah lubang Yun Qingyun.


Yun Qingyun kesakitan kemudian mendesah "Ahh... Ye Chen lanjutkan... Ini sangat nikmat." Yun Qingyun tak berhenti mendesah.


Keesokan harinya


Ye Chen membuka matanya dan melihat dua perempuan tidur di kanan dan kiri tubuhnya. Mereka memegang sebuah pedang yang berada di dalam selimut.


Setelah mengetahui pedangnya di pegang Ye Chen langsung menyingkirkan tangan kedua perempuan itu dan membangunkannya.


Kedua perempuan itu pun bangun dan langsung mengenakan pakaian begitu juga dengan Ye Chen.


"Hari ini adalah hari besar, kalian ikuti aku." Ye Chen kemudian berjalan menuju aula utama.


Dan dia langsung membunyikan lonceng sebanyak empat kali yang mengartikan semua orang di panggil ke aula utama untuk membahas sesuatu yang penting.


Semua murid dan para tetua telah datang dan ingin mendengarkan apa yang ingin di sampaikan Ye Chen.


"Ketua sekte apa yang akan kau bicarakan?" Tanya salah satu tetua.


Ye Chen menarik nafas panjang kemudian berkata "HARI INI AKU AKAN MENAKLUKAN SELURUU BENUA XUANLING. AKU INGIN BERTANYA PADA KALIAN APAKAH ADA YANG TIDAK SETUJU?"

__ADS_1


Seketika semuanya terdiam. Mereka semua tidak percaya bahwa Ye Chen mampu menaklukkan semua sekte sekte besar di benua Xuanling.


Ye Chen yang melihat itu kemudian mengeluarkan raga naga Yin dan Yang miliknya. Dan itu membuat tekanan yang sangat luar biasa untuk seluruh orang di aula. Setelah menerima tekanan itu semua orang langsung percaya dengan Ye Chen bahwa dia bisa menaklukkan semua sekte sekte besar di benua Xuanling.


Ye Chen menyebarkan perintah untuk para tetua, dia menyuruh mereka semua untuk pergi ke sekte sekte besar yang belum takluk di daerah timur, dan ye Chen memutuskan untuk pergi ke daerah barat menaklukkan semua sekte besar yang ada di sana, tentunya bersama istri dan anaknya.


"Berangkat!"


Ribuan cahaya terbang di langit menuju ke berbagai tempat, dan setiap cahaya memancarkan kekuatan ranah jiwa baru. Dan dari sekian banyak orang ada beberapa yang mencapai ranah penyatuan tubuh. Mereka menuju kearah sekte sekte besar di daerah timur.


Yun Qingyun yang melihat semuanya sudah pergi ia lalu mengatakan sesuatu...


setelah mendengar itu Ye Chen terlihat sangat bahagia dan langsung memeluk Yun Qingyun.


Zi Ling yang berada di sampingnya merasa sangat iri dengan Yun Qingyun. Ia lalu bertanya "Ye Chen kapan kita berangkat?" Tanyanya.


Ye Chen mengeluarkan jimat teleportasi. "Baiklah kita berangkat sekarang." Ye Chen memegang erat kedua tangan istrinya. Dan mereka pun menghilang bersamaan hembusan angin.


Ye Chen, Zi Ling, dan Yun Qingyun mendarat dengan aman.


Ternyata mereka semua tiba di sekte burning flame. Di rumorkan di sekte burning flame ada sebuah inti api tingkat immortal yang tidak bisa dimurnikan oleh siapapun.


Ye Chen mengetahui itu sangat bahagia karena kebetulan Zi Ling tidak memiliki inti api karena dirinya yang sudah mengambil inti api milik Zi Ling.


Tanpa ragu Ye Chen langsung menerobos masuk ke dalam sekte burning flame dan menuju aula utama. Semua orang di sekte burning flame tidak menyadari apapun karena Ye Chen yang menutupi auranya dan kultivasi Ye Chen yang lebih tinggi.


Ye Chen langsung masuk ke aula utama tanpa takut sedikitpun dan melihat seluruh tetua dan ketua sekte sedang melakukan rapat.


Semuanya melihat kearah Ye Chen lalu mengatakan "Semut rendahan berani sekali kau masuk tanpa izin!." Kata kata dari murid ketua sekte yang duduk di tengah aula.

__ADS_1


Ye Chen mendengar itu kemudian berkata. "Haha karena kau sudah memanggilku semut maka kau harus meminta maaf, permintaan maaf yang akan aku terima adalah kau harus takluk kepada sekteku dan semua usaha, harta, dan seluruh sekte burning flame akan menjadi milikku. Apakah ada yang keberatan?" Tanya Ye Chen tanpa ragu.


Semua tetua yang mendengar itu sangat marah dan berniat membunuh Ye Chen tapi langkah mereka terhenti setelah merasakan aura yang sangat kuat.


"Karena kau tidak mau takluk denganku maka aku hanya bisa membunuhmu." Ye Chen terus menekan mereka semua.


Dan pada akhirnya karena tidak sanggup maka mereka memutuskan untuk menyerah. Awalnya semua tidak terima tetapi setelah melihat kekuatan Ye Chen mereka langsung terdiam dan hanya bisa menerimanya.


Ye Chen melihat kearah semua orang lalu berkata. "Jika kalian menyerah maka serahkan cap jiwa kalian barulah aku percaya."


Semua orang terkejut lalu ada satu orang yang berkata "Lebih baik aku mati daripada jadi budakmu!" Setelah mengatakan itu kepalanya langsung meledak dan mati.


"Apakah ada lagi?" Ye Chen menatap semua orang dengan senyuman membunuhnya.


Mau tidak mau semua orang menyerahkan cap jiwanya kepada Ye Chen. Tapi si murid ketua sekte yang sebelumnya telah pergi melarikan diri tanpa sepengetahuan Ye Chen.


Akhirnya semuanya telah menyerahkan cap jiwanya dan Ye Chen menyadari bahwa pemuda yang duduk di kursi utama menghilang. Setelah mengetahui itu Ye Chen langsung marah dia kemudian menyebarkan kesadarannya ke seluruh sekte burning flame. Dan akhirnya menemukan pemuda tadi yang berada di ruangan khusus. Ye Chen langsung terbang kesana untuk mencarinya.


Pemuda tadi bernama Yu Zhao dia adalah ketua sekte yang baru, dia berlari menuju ruangan khusus mencari ketua sekte sebelumnya untuk meminta bantuannya.


Yu Zhao berhasil masuk dan menemui ketua sekte sebelumnya dan ingin meminta bantuannya. Tetapi betapa sialnya dia karena ketua sekte sebelumnya sedang berada pada proses penting memurnikan api tingkat immortalnya.


Ye Chen pun tiba dan dia langsung melihat pemandangan yang begitu indah karena dia bisa membunuh ketua sekte sebelumnya beserta ketua sekte yang sekarang. "Karena kau tidak ingin hidup maka tidak usah hidup." Ye Chen langsung menebas pedang kearahnya dan membuatnya kehilangan nyawa.


Karena merasa ada kebisingan ketua sekte sebelumnya yang bernama Yu Zen langsung meminta Ye Chen bersujud dan meminta maaf. Ye Chen tidak mendengarkan apa yang dikatakan Yu Zen tanpa basa basi dia langsung menebas lehernya dan berhasil mengamankan inti apinya.


"Arghh... Tidak!" Yu Zen kemudian mati.


Ye Chen kembali ke aula utama untuk meminta semua orang mengikuti dirinya menaklukkan sekte sekte besar lainnya...

__ADS_1


bersambung


__ADS_2