Perempuan Berkalung Salib

Perempuan Berkalung Salib
Part 20


__ADS_3

“Aku suka sama kamu, Eh nggak redaksinya salah ! Aku Jatuh cinta sama kamu !” Ungkap Fatih tanpa


berbelit-belit yang membuat Runa diam tidak menyangka dengan kalimat yang barusan dia dengar.


“Lu jatuh cinta sama gue Fatih Ananta ?” Ulang Runa


“Apa kalimat gue barusan kurang jelas, Atau tiba-tiba lu nggak ngerti bahasa manusia ?”


“Tuhan, Ini Fatih nyatain perasaannya ke gue ?”Bisik Runa pada hati kecilnya


“Woee ngapa lu jadi bengong, Lu nggak nyaman dengan kalimat gue barusan ?” Tanya Fatih


“Nggak kok, Gue Cuma kaget aja lu tiba-tiba ngomong kayak tadi”


“Gue juga sebenarnya nggak nyangka loh bisa ngomong kayak gitu. Eh gimana nih tanggapan lu sama kalimat gue barusan?”


“Sejak kapan Tih ? Maksud gue sejak kapan jatuh cinta sama gue ?”


“Sejak kapan yah ? Gue juga lupa tepatnya kapan.”


“Padahal gue kiranya lu jatuh cintanya sama Runi, Hahaha lucu yah?”


“Kok lu bisa nyangkanya begitu ?”

__ADS_1


“Habisnya lu berdua deket banget, Kata Fahmi nyokap lu aja seneng banget sama Runi, Wajar dong kalo gue punya pemikiran kayak gitu ke kalian ?” Jelas Runa


“Iya juga sih, Tanggapan lu gimana, Daritadi gue nungguin nih ?”


“Lu Cuma ngungkapin perasaan ke gue tanpa minta gue jadi milik lu ?”


“Iya gue Cuma berani ngungkapin.”


“Sayangnya kita beda ya Tih, Sebesar apapun gue mencintai lu ataupun sebaliknya, Kita akan tetap ada ditempat yang sama, Tidak akan kemana mana.”


“Makanya gue nggak berani minta lu buat jadi milik gue, Karena gue tau saingan gue berat, sekuat apapun gue


berjuang, Seyakin apapun gue bisa menang dari keadaan, Tetapi tetap gue dikalahkan kenyataan.”


“Terima kasih untuk ?”


“Untuk tidak memaksa kenyataan menyatu dengan keadaan kemudian berpihak pada kita, Agar kita tidak semakin


dibuat babak belur oleh realita.”


“Gue Cuma nggak mau terlalu memaksa Tuhan mewujudkan takdir yang sebenarnya Tidak Tuhan tuliskan untuk  kita.”


“Terkadang takdir itu lucu yah ?” Runa bertanya entah pada siapa

__ADS_1


“Tapi terkadang tidak ada yang salah dari bercandanya takdir, kitanya saja terkadang terlalu terbawa tanpa


sadar. Apa iya kita harus terluka dulu lalu kemudian sadar kalo keadaan dan kenyataan tak selalu sejalan !”


“Keadaan dan kenyataan memang punya ceritanya sendiri-sendiri, Manusianya saja sering menukar cerita lalu


kemudian menyalahkan takdir.


  Dan memang benar adanya, Kenyataan dan keadaan punya porsi cerita masing-masing,Perihal kita yang sering kali secara nyata menukarnya,Menciptakan luka sendiri lalu kemudian menyalahkan takdir, menuntut semesta.


  Waktu menunjukkan pukul setengah lima sore, Sebentar lagi senja akan berpamitan kepada setiap mata yang memandangnya. Kembali keperaduannya, membawa banyak cerita dari setiap hati yang selalu menunggunya kembali datang. Pun dengan Fatih dan Runa, Setelah menghabiskan berjam-jam waktu bercerita, Kepada senja mereka pamit, Titip terima kasih kepada senja dan gulungan ombak yang setia mendengarkan mereka hari ini. Langkah ringan kaki dan perasaan begitu bebas, Saling terbuka memang tidak semenakutkan itu, Perihal saling memiliki biarlah itu urusan takdir dan Tuhan. Sekalipun akhirnya jalan yang dilalui tidaklah sama, Setidaknya mereka sudah berusaha saling berjuang mengungkapkan perasaan masing-masing. Senja telah menjadi saksi tentang sebuah hati yang tak lagi sanggup bermain dalam diam bersama takdir.


“Gimana perasaan lu sekarang, Setelah sekian lama lu pendam ?” Tanya Fatih pada Runa di perjalanan Pulang


“Lega banget, ternyata nggak semenakutkan yang gue pikir”


“Gue nggak bisa bayangin respon Fahmi sama Adam kalo tau tentang hari ini !”


“Gue sih udah bisa nebak gimana hebohnya Runi besok besok. “ Balas Runa sambil membayangkan Respon Runi6 kalo tau tentang Fatih dan dirinya hari ini


“Eh udah depan kompleks lu nih, Mau sekalian sampe Rumah atau sampe sini saja ?” Tanya Fatih


“Gue turun disini saja deh, Makasih yah untuk hari ini, bye .”

__ADS_1


     Fatih harus banyak-banyak berterima kasih pada semesta untuk hari ini, Karena sudah berbaik hati membuka ruang untuknya dan Runi bicara dari hati ke hati.


__ADS_2