
Seminggu telah berlalu, hari ini tepat hari pernikahan Sinta dan Rio.
Tiga hari sebelum nya, Sinta dan nek Ijah sudah di bawa ke kota untuk mempersiapkan pernikahan nya di kediaman rumah keluarga Tuan Rendra.
'Hari Ha'....
Sinta sedang berada di dalam kamar, mempersiapkan dirinya dengan di balut kebaya adat jawa juga polesan make up tipis di wajahnya.
Hati Sinta saat ini sedang kacau, dengan semua keadaan yang terjadi saat ini juga menyesali kejadian minggu lalu dengan rio saat di kampung.
Sinta ingin sekali kabur dari situasi ini. Namun apalah daya, dia tak ingin mengecewakan nenek nya. Hanya nek ijah satu satu nya keluarga yang peduli dengan nya, kalau bukan karena nya mungkin Sinta sudah tiada sejak dulu.
"Nak Sinta..."
Tiba tiba seseorang memanggilnya dan membuyarkan lamunan di benak nya.
"Ah..iya." kejut Sinta lalu membalik kan tubuhnya pada sumber suara. Ternyata yang memanggilnya adalah mamanya Rio, yakni mama Ritha.
"Kamu sudah siap?." Tanya mama Ritha pada Sinta.
"S..Siap ma.." jawab Sinta dengan gugup.
__ADS_1
Sinta di bimbing keluar dengan calon mertuanya. Para tamu undangan saling menatap wajah Sinta dengan tatapan terpesona, takjub akan kecantikan nya. Sinta begitu manis dengan pakaian adat yang di pakai nya, begitu pas di tubuh nya.
Sinta duduk di kursi pelaminan di samping Rio yang dari tadi acuh sama sekali tak melirik ke arah Sinta.
Acara pernikahan antara Sinta dan Rio cukup mewah, dan di adakan di sebuah hotel besar milik papih nya Rio, banyak kolega kolega besar yang hadir di acara itu.
Di saat suasana sedang ramai, Sinta sekelebat melihat wajah ayahnya yang dari dulu ia sangat rindukan. Sinta terus memerhatikan wajah itu, ada rasa bahagia bisa melihat wajah ayah nya lagi, ada luka yang di rasakan Sinta kala melihat tubuh ayah nya yang kini sudah di duduk kan di kursi roda. Dulu terakhir kali Sinta meliha ayah nya itu masih sehat dengan tubuh kekar nya.
Ingin sekali Sinta menghampiri ayah nya itu, namun niatnya di urungkan melihat ibu tiri serta kakak tiri nya ada di samping ayah nya. Ia tak mau berurusan lagi dengan ibu tirinya itu, setelah apa yang sudah di lakukan nya pada Sinta tiga tahun lalu.
"Ayah...Tunggu akuu, aku akan segera mengakhiri semua permainan mereka. Hanya butuh waktu untuk membongkar semua kebusukan mereka' Lamun Sinta.
Rio yang dari tadi memerhatikan Sinta merasa heran, sebenarnya ada apa dengan Sinta, sebegitu nya ia memperhatikan orang yang mungkin baru ia lihat. Apakah sebenarnya ia kenal dengan lelaki itu. Begitu pikir Rio.
"Ah tidak." Jawab singkat Sinta.
sore hari telah tiba, para tamu undangan satu persatu mulai meninggalkan acara. Kini tinggal keluarga yang masih ada di hotel itu. Nek ijah menghampiri Sinta juga Rio.
" Nak..Kini kamu sudah sah menjadi istri dari den Rio, nenek berharap kamu bisa mendampingi den Rio dengan sepenuh hati, jadilah istri yang taat terhadap suami dan yang terpenting kamu bisa bahagia hidup bersama nya." Nasehat Nek ijah.
" Iya amin Nek, semoga aku bahagia dengan nya. Nenek jaga diri baik baik, jaga kesehatan Nenek, aku tak akan lagi bisa mengurusi Nenek sepenuh nya." Ucap Sinta dengan buliran air mata di pipi nya. Tak kuasa meninggalkan nenek, namun apalah daya Sinta sudah jadi hak nya Rio yakni suami nya saat ini.Ia harus mengikuti kemana suami nya pergi.
__ADS_1
" Jangan cemaskan Nek ijah, Nenek mu akan tinggal bersama kami di mansion." Ucap mama Vena sambil mengelus punggung Sinta.
"Terima kasih ma, mama sudah sudi menerima kami masuk dalam keluarga kalian". Ucap Sinta memandangi mama mertua nya itu. Sinta bahagia punya seorang mertua yang begitu baik pada nya.
"Den Rio, Nenek titip Sinta padamu. Tolong jaga dia, dia adalah cucu satu satu nya nenek." Pesan Nenek pada Rio.
"Iya Nek." Jawab Rio.
Apa kamu benar benar ingin segera kembali ke perkebunan." Tanya Tuan Rendra pada Rio.
"Iya pih, mulai besok aku akan mengelola kebun sayur yang ada di kota B sekalian belajar cara cara berkebun dengan Sinta." Ucap Rio serius.
"Baiklah kalau begitu, papa percayakan cabang yang di kota B pada kamu.Papih akan mengurus cabang yang lain saja." Jelas Tuan Rendra.
"iya pih." Rio
"Nak sinta, ajari anak manja ini cara susah nya mendapatkan uang. Saya percaya pada mu." ucap tuan Rendra pada Sinta.
" B_baik tuan, eh pih." Sinta.
" Dan biasakanlah memanggilku dengan kata papih." Tuan Rendra.
__ADS_1
" iya" Sinta.