
selama dua hari Rendi dan Nisa belajar dengan extra .hanya istirahat untuk makan dan tidur saja,karena itu sangat penting penting.
(setelah berusaha belajar sekarang harus bisa berjuang dalam lomba dan kalau bisa bisa membawa piala)guman Nisa saat kembali ikut lomba.
di lomba kali ini tinggal 11sekolah karena yang sembilan gagal.aku bersyukur hari itu hasilnya seri jadi bisa masuk babak penyisihan.
kali ini babak top5 aku harus lebih semangat lagi.aku dan kak Rendi sudah memasuki aula,kali ini berbeda dengan kemaren lebih sedikit penontonnya,mungkin karena tinggal sepuluh sekolah, tapi tetap rame.
aku dan kak Rendi mendapat giliran pertama , sekarang aku tidak gugup melainkan lebih semangat.bahkan saat diumumkan lawan kami beda dari kemaren aku semakin antusias banget ,kak Rendi aja heran Ama aku
Rendi POV
hari yang aku tidak bisa bayangkan ,dimana lomba dimajukan tiga hari,aku harus belajar dengan sangat sangat ektra.bahkan aku tidak bisa membantu kakek nenekku ,kali ini harus aku lalui.
saat dirumah dan diperjalanan aku sangat gelisah memikirkan Nisa,bukan karena ada rasa tapi takut dia grogi lagi di panggung,selama perjalanan dia diam sambil memandang keluar jendela,aku tidak berani memulai pembicaraan.saat Bu Siska bertanya cuma di jawab angguk an atau geleng-geleng kepala.
saat sampai di tempat lomba justu aku kaget kok ada anak seperti ini.wajah Nisa berubah 180° yang tadi terlihat murung sekarang jadi ceria dan semangat bahkan dia menarik tangan ku saat pembawa acara memangil nama kami,dan membawaku naik ke atas panggung dengan seyumanya yang manis.
saat di panggung kami sempat bicara sebentar
,,tolong tangan saya di lepas,,
,,eh iya lupa,,maaf ya kak,,
,,ok,kamu gak papa kan nis,,
,,enggak papa,emangnya kenapa?,,
__ADS_1
,,enggak gak ada papa juga,cuma mau nanya aja,,
,,ooooo,,
lomba pun di mulai aku senang hari ini kami yang dapat scor lebih tinggi 675:325 .
perbandingannya cukup banyak karena apa yang kami pelajari keluar semua bahkan ada yang cukup mudah juga.
saat turun dari panggung aku langsung meraih tangan Nisa entah kenapa tapi aku ingin ,sepertinya Nisa tidak keberatan karena tidak menolak tanganku,kamipun turun dari panggung dengan tangan bergandengan ,dan kebahagian karena yakin akan masuk top5.
saat mau kembali duduk kami di hampiri Bayu dengan tatapan tidak suka tapi matanya mengarah kepadaku.dan membuat tangan kami lepas
,,hei nis kamu hebat,,sambil mengangkat jepol
,,eh Bayu makasih,kamu baru nyampek ya , ko' aku gak liat kamu,,
,, makasih Ya,,
,,makasih untuk apa?,,
,,untuk ucapan kamulah,,
Bayu dan Nisa ngobrol sedangkan aku jadi pendengar mereka berdua,lebih tepatnya terpaksa mendengar karena kami duduk bertiga .dan saat Bayu dipanggil entah kenapa aku seneng,gak ada yang sok akrab lagi.
akupun memulai perbincangan
,,nis,,
__ADS_1
,,iya,,
,,maaf soal tadi,,
,,soal apa kak,,
,,tadikan aku pegang tangan kamu ,emangya kamu gak marah?,,
,,ooo ya engaklah kak kan cuma pegang tangan ,lagian wajarkan kita lagi happy,,
,,kalau gitu makasih ya,,
,,iya,,
,,aku juga minta maaf ya kak ,,sambil menunduk
,,maaf untuk apa?,,
,,tadi karena semangat aku sampai nari kakak naik podium,,
,,udah jangan difikirin ,itu cuma terbawa suasana aja,lagian aku seneng,,
,,se seneng,,mukanya terlihat malu-malu
,,maksudku aku seneng liat semangat kamu hari ini daripada kemaren,,
,,kirain apa,,suaranya pelan tapi Rendi masih dengar
__ADS_1
,,