
bel pun berbunyi Nisa yang masih diam tak bergerak,dengan wajah gugup dan berkeringat memberi kode pada teman temanya sedangkan temanya masih dengan wajah serius,walaupun ingin ketawa tapi di tahan.
,,kalian kenapa,,tanya Dinda yang heran dengan tiga temanya ,sedangkan jeni langsung mengajak Dinda pergi dari kantin,sambil menahan tawa
,,Vera dia masih dibelakang?,,tanya Nisa dengan suara lirih
,,masih,tapi aku masuk dulu ya..,,
,,temenin aku disini,,sambil memegang tangan Vera
,,gak ah,nanti aku bisa jadi sasaran kalian,,sambil melepas tangan Nisa
,,aku cabut dulu ,nanti aku tunggu di kelas,,Vera lalu meninggalkan kantin dan tertawa.
saat di depan kelas jeni dan Vera tertawa sepuasnya sedangkan Dinda cuma ikut tertawa,tapi tak tau apa yang ditertawakan.
sedangkan di kantin Nisa masih duduk terdiam sambil memegang sendok dan menunggu Rendi bicara dulu
,,kok kak Rendi diam aja ,gak ngomong ngomong,bukan sudah lima menit lebih,,human Nisa dalam hati
Nisa pun memberanikan diri untuk berdiri walaupun masih belum berani menoleh.dan saat Nisa berdiri bapak Kanti menghampirinya dan bertanya kepada nya.
,,ndok kenapa gak masuk kelas...?,kan bel sudah berbunyi,,
,,iya pak ini mau pergi,,tapi entah kenapa kakinya begitu kaku
,,ndok,, (panggilan anak perempuan bagi orang jawa)
,,i...iya...pak,,
dan saat Nisa menoleh dengan sangat hati-hati,betapa kagetnya Nisa kalau ternyata tidak ada siapa-siapa.
nisapun bergegas lari masuk kelas dan sudah siap menerkam temanya.
__ADS_1
,,sial aku dikerjain sama mereka ,liat aja nanti aku bales,,sambil berlari masuk kelas
yang benar saja saat masuk kelas jeni tertawa mengejek ,sedangkan Nisa sudah dengan wajah yang emosi,Nisa langsung duduk dan ingin marah pada jeni tapi Bu guru sudah datang untuk mengisi pelajaran.
selama pelajaran berlangsung Nisa tak bicara satu kata pun dengan jeni,sedangkan jeni pun sebaliknya karena tau man tidak kalau bicara pasti akan bermasalah.sampai pelajaran usai.
bel berbunyi , pelajaran pun selesai tapi jeni yang tak mau kena Omelan Nisa bergegas membereskan buku nya.nuda yang tau tak mau kalah dengan sigap Nisa membereskan bukunya .
tapi saat jeni hendak berdiri tangannya sudah di pegang Nisa.
,,mau kemana kamu,,
,,a..aku mau ke toilet,,sambil terbata. bata
,,gak bisa , duduk dulu,,dengan wajah emosi
Heni pun kembali duduk dan di kelas cuma tinggal tiga orang Dinda,jeni dan Nisa.
,,tadi anu,aku .aku..,,dan dipotong Nisa
,,aku apa ,,
,,aku ngikuti. Vera...,,
,,kok kalian tega sih sama aku,kalian tau gak aku udah kayak anak bodoh yang ketakutan dan entah kenapa itu membuat aku bingung,,
,,maaf nis,,
,, maaf ..,kamu bilang maaf,,
tiba tiba Dinda memotong pembicaraan
,,kalian kenapa bertengkar,,
__ADS_1
,,diam,,secara bersamaan dan menatap dinda
,,kok kalian aneh sih,,Dinda pun meninggalkan mereka berdua yang terus adu mulut
di luar kelas nampak Vera dan Rendi berbincang, sebenarnya Rendi memang menunggu Nia,dan ingin bertanya kenapa tadi gak ke perpustakaan.tapi saat turun dari lantai tiga berpapasan dengan Vera.
,,Vera,,
,,eh kak rendi,,
,, pasti mau ketemu Nisa ya..,,
,,iya,ada yang mau aku selesai ini,,
,,emang ada masalah apa kak,kalau boleh aku tau,,
,,siapa tau nanti aku bisa bantu,,
,,gak ada masalah serius cuma sedikit salah paham,,
sesampai di kelas terlihat Dinda duduk di bangku sendirian
,,Din Nisa sama jeni mana,,Vera
,,tu di dalam lagi ribut,,
Vera yang tau apa yang mereka ributkan langsung masuk dan menghentikan mereka.
,,ih apaan sih kalian ribut di kelas,,
,,Lo juga salah Vera,,Vera langsung diserang Nisa dengan tatapan tajam
tapi tatapan itu berubah saat Rendi ada di ambang pintu dan Nisa melihatnya
__ADS_1