
sesampainya di meja makan via dan pak aldo sarapan pagi.. mereka pun mulai makan makanan yang telah di sediakan pelayannya
pak aldo sangat senang sayur kesukaan nya sangat enak dan dia memanggil salah satu pelayannya
bi saroh kemari (panggil pak aldo)
iya tuan, apa Sayur nya tidak enak tuan.. kalau tidak enak saya akan memasaknya lagi
tidak bi, ini sangat lah enak dan lejat.. tidak biasanya se enak ini
masakan ini mengingatkan saya kepada nyonya kalian yang sudah ada di surga
seketika ruang makan pun hening sebentar dan bibi saroh langsung memecahkan keheningan
maaf tuan, yang masak sayur tumis itu nona via tuan
benarkah itu nak via( sahut pak aldo)
via pun hanya mengangguk dan pak aldo pun tersenyum.. dan muka pak aldo sanagat bahagia tidak seperti tadi sangat sedih
via sudah siap sarapan ayah, apa kita berangkat sekarang ayah??
iya nak,.. ayo berangkat
setelah mereka sampai di depan pintu mereka langsung menuju ke mobil dan via pun masuk di ikuti pak aldo mereka pun berangkat ke tempat kuliah via,
sesampainya di sana mereka turun dari mobil dan menuju ke kelas via mahasiswa dan mahasiswi yang melihat via dengan tatapan heran dan takdjub mereka baru melihat wajah itu di tempat kuliah mereka
met pagi pak ( ucap salah satu dosen yang mengenal pak aldo)
selamat pagi juga,.. ini adalah anak gadis saya,.. kamu bawa dia ke kelasnya
baiklah pak,
__ADS_1
ayah,.. apa ayah gk ikut ke kelas via
tidak nak, ayah mau ketemu om hendra dulu dan langsung berangkat ke kantor.. kamu baik2 disini ya jangan nakal² dan jangan macam²
via hanya mengangguk tanda setuju
mari saya antarkan ke kelas kamu( ucap dosen)
iya pak dosen,
sesampainya di ruang kelas nya via menatap semua isi ruangan... dia sangat senang akhirnya ke inginannya bisa kuliah
perhatian,.. kita kedatangan mahasiswi baru ..dia adalah anak pak aldo.. tolong perkenalkan diri kamu ke teman kamu
nama ku marlina Selvia daniyati,
ok baik, Silahkan duduk di tempat yang masih kosong
hay via boleh kenalan (kata salah satu mahasiswi di kampusnya itu)
boleh,.. namaku Selvia bisa panggil via
perkenalkan namaku bela mereka sahabatku yanti, andini dan satu lagi cwo ganteng namaya andika
apa kita bisa jadi teman atau sahabat?
boleh, makasih bela udah mau jadi sahabat ku
iya sama²... ya sudah ayo kita ke kantin apa kalian tidak laper ini sudah waktunya makan siang
iya..iya ayo nona manis ( kata andika)
seketika raut wajah via pun merah seperti tomat dan via pun mengangguk
__ADS_1
jangan mengoda sahabat baru kita... liat kan wajahnya langsung merah seperti itu (sahut andini)
maaf, kan tidak apa2 sesekali mengoda
mereka pun tertawa dan segera pergi ke kantin bawah untuk makan siang
mereka sangat senang punya sahabat baru, cantik, baik, tidak sombong dan wajahnya polos tidak di olesi sedikit pun make up
mereka pun makan siang bersama dan disisi lain pak aldo melihat ke akrapan mereka dengan anak gadisnya itu.... dan pak aldo hanya senyum dan pak hendro
setelah beberapa menit pak aldo dan pak hendro menghampiri mereka seketika mereka pu. berdiri dan menundukkan kepalanya lain dengan via hanya menatap ke ayah dan om hendra
kamu disini ternyata nak (kata pak aldo)
i..iiya ayah, ayah sejak kapan datang.. katanya ke kantor, apa udah selesai kerja di kantor ayah?
sudah nak,
om hendra satu kantor dengan ayah aldo?
gk, om satu bisnis dengan ayah mu
oh baiklah om hendra, ayah dan om hendra dah makan siang?
sudah nak, ayo kita pulang kata pak aldo kepada via
baiklah ayah, teman² aku pulang dulu ya, kalo kalian pulang hati2 di jalan dadaaaaa sahabt baru ku
iya, kamu juga hati2 ya via (serentak teman²nya mengucap)
setelah itu via,ayah, dan om hendro itu pergi dan mereka pulang bukan menuju rumah pak aldo melainkan ke kantor mereka berbincang² tentang via yang baru masuk menjadi mahasiswi baru di tempat salah satu bangunan milik pak hendro
setelah selesai mereka pun pulang kerumah masing masing
__ADS_1