Perjalanan Rhaiza

Perjalanan Rhaiza
Part 129 END


__ADS_3

Selamat membaca


Sudah setahun sudah selepas Rhaiza melahirkan, anak-anaknya tumbuh menjadi putra dan putri yang melebihi dari batas normal anak pada umumnya, tak ada masyarakat yang tau wajah ke 2 anak penguasa dunia perusahaan global andrea dan rhaiza, itu karena mereka berdua tak ingin mengekspos anak-anak mereka, takutnya akan mengancam keselamatan buah hati mereka, walaupun mereka sangat mampu untuk melindungi dari orang-orang jahat, tapi mereka tak mampu melindungi anak-anaknya dari pandangan berbeda dari masyarakat umum yang membenci atau merasa takut sesuatu yang berbeda dari mereka.


Kesibukan pekerjaan Andrea dan Rhaiza di bebankan kepada orang-orang kepercayaan mereka dan hanya memeriksa laporan saja dari balik layar, Rhaiza juga tidak kembali bekerja di rumah sakit, tapi dia membangun rumah sakit dan menempatkan orang-orang yang handal hasil pelatihan dari cecill dan Mark. Selebihnya Rhaiza dan Andrea lebih banyak menghabiskan waktunya dengan anak-anaknya, seperti saat ini, mereka sedang bermain di taman bersama oma dan juga paman tampannya hans.


Reynata Abraham dan Reyno Abraham, kedua anak kembar ini memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan kedua orang tuanya, mereka bersifat dingin dan juga cuek serta tidak terlalu peduli, tapi mereka sangat mencintai keluarganya, saat bermain di taman, mereka hanya mengamati tumbuhan dan juga serangga yang mereka temui, Rhaiza dan yang lainnya hanya mengamati tingkah kedua anak yang luar biasa itu.


"Za......, ibu ko seperti nga ngeliat sifat bayi lagi pada cucu-cucu oma yah...??? Padahal ibu masih ingin mereka seperti bayi saja" keluh ibu Meyli yang sepertinya tidak puas bermain dengan cucunya yang perkembangannya terlalu cepat.

__ADS_1


"Bu....., mereka masih tetap bayi ko, jadi ibu masih bisa memanjakan mereka, Nata dan Eno hanya lebih cepat dalam pemahaman saja, tapi tubuhnya masih sama dengan anak-anak yang lain bu" jawab Rhaiza sambil mengelus punggung tangan wanita paru baya tersebut.


"Itu benar bu.... " jawab Hans lagi, tetapi mendapat tatapan aneh dari ibu Meyli.


"Kau harus cepat memberikan ibu cucu, ibu tidak mau tau, dalam waktu dekat, kau harus sudah menikah" tekan ibu Meyli kepada anaknya Hans yang masih setia dengan kesendiriannya.


"Ha ha ha ha" tawa Andrea dan Rhaiza pecah saat melihat wajah bego Hans yang di paksa menikah.


"Bunda.... Ayah...." suara keduanya memanggil Rhaiza dan Andrea, ya... Mereka memang sudah pandai berjalan, serta berbicara walau masih kurang jelas dalam Beberapa kata.

__ADS_1


"Ia sayang, ada apa anak-anak tampan dan cantiknya bunda....???. jawab Rhaiza


Eno dan Nata lapar bun... " jawab Eno dengan memanyunkan mulutnya sambil memegang perutnya yang kecil (anggap aja bicaranya seperti anak kecil yah)


Anak-anak bunda udah lapar...???, ayo kita masuk dan makan bersama, makan siang Eno dan Nata udah siap di dalam" jawab Rhaiza lagi dan langsung menggendong Eno, sedangkan Nata di gendong oleh Andrea, mereka semua berjalan memasuki mansion dan langsung ke meja makan untuk makan bersama, dari dalam juga sudah keluar ke 4 asisten Nata dan Eno, sedangkan angel dan Stiv baru muncul dengan menggunakan teleportasi, karena Stiv mengurus perusahaan di luar negeri dan angel yang mengurus perusahaan di dalam negeri, ibu Meyli juga sudah tahu jika jiwa yang ada di dalam tubuh anaknya saat ini, bukanlah dari dunia ini, tapi dia tetap menganggap Rhaiza sebagai anaknya sendiri, karena tubuh Rhaiza adalah anak kandungnya, walaupun dengan roh yang berbeda.


Hidup mereka kini bahagia......


__ADS_1


Novel baru autor, jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak yah readers....



__ADS_2