Perjalanan Waktu Sang Duchess

Perjalanan Waktu Sang Duchess
Episode 2


__ADS_3

Cip.... cip.... cip, suara burung berkicau artinya sudah menandakan pagi hari.


Hari ini sudah masuk hari yang ke-10, aku datang di dunia ini.


Drap.... drap!


Suara langkah kaki Chole saat turun dari tempat tidur nya. Meski aku masuk di dunia ini secara mendadak ada beberapa hal yang harus aku syukuri. Karena memori pemilik tubuh asli ini, masih tersimpan padaku.


"Dengan gaun ini tidak akan ada orang-orang yang mengejekku kan..? Kata Chole sambil berputar melihat gaun yang di kenakannya.Aku jadi tidak perlu mempelajari etika atau apapun semenjak aku datang di dunia ini.


" Pemilik tubuh asli ini memang cantik sekali! " gumamnya.


Huh..!


"Tapi cantik juga apa gunanya? kalau sifatnya seperti ini" Kataku.


Saat aku mencari informasi tentang memori Chole , aku menyadari kalau sifat asliku masih baik-baik saja. Dibandingkan aku sifat Chole ratusan kali lipat dari sifat asliku.


Dia tidak pernah dibenci oleh orang lain. Cara bicaranya yang seperti sedang membisikkan sesuatu, membuatnya dia dibenci oleh para pergaulan atas bangsawan.

__ADS_1


Lalu, pernah ada kejadian karena hobi minum wine sangat populer dikalangan para bangsawan. Dirinya bilang kalau dia sangat mengerti tentang wine karena keluarga nya mempunyai pabrik wine. Dan dia berjanji akan membawa semua orang untuk melihat pabrik nya.


Namun, pada hari yang dia tentukan dia tidak menepatinya. Dia melakukan hal seperti itu agar dia tidak dibenci oleh para kaum bangsawan. Tapi sebaliknya, itu malah membuat nya dibenci dan cemooh oleh orang lain.


"Padahal dia mempunyai pesona yang sangat bagus, tapi dia tida menggunakannya dengan baik.. " Kataku sambil menghela nafas.


Braakkk.....!


Suara pintu terbuka.


"Maaf nyonya besar! kami terlambat karena banyak pekerjaan yang harus kami lakukan... Ya.. ampun ternyata nyonya besar sudah selesai bersiap..? Kata salah satu pelayan yang bernama anna dengan nada meremehkan.


Sebetulnya, aku sudah sering kali melihat ekspresi orang-orang yang merendahkan ku seperti sekarang ini. Ekspresi dan raut wajah rekan kerjaku dan direktur tempat aku bekerja, saat mereka memberikan ku semua pekerjaannya.


"Kalau begini terus... aku tidak akan membiarkan nya terus berlanjut! Aku harus melakukan sesuatu..!


" Iya, aku sudah bersiap-siap. Tapi, bukan berarti kalian bisa seenaknya..! Besok kalian harus datang tepat waktu. Jika tidak, aku tidak akan memberi kalian ampunan ku...! Kataku dengan tegas.


"Tapi, nyonya besar.! Hari ini anda sangat berbeda dari sebelumnya..! kata anna dengan nada meremehkan.

__ADS_1


Pelayan anna, meskipun banyak pelayan yang meremehkan aku tapi tidak sepanjang dirinya menghinaku. Dia sering memberikan aku gaun yang kotor dan jelek sebagai gaun untuk di rumah dan menjadi bahan cemoohan orang lain adalah hal yang sering ku alami.


Dia juga sering menipuku soal perjanjian waktu dengan Duke suamiku. Setiap hari dia tidak pernah mematuhi semua perintah ku dan sampai-sampai dia menghinaku.


Dari semuanya yang terburuk ialah hari itu. Suatu hari dimana para pelayan tiba-tiba baik kepada Chole.


"Selamat pagi nyonya besar! ucap salah satu pelayan.


"Apa tidur, anda nyenyak! "Nyonya apa anda tidur dengan nyaman semalam! " ucap para pelayan.


Chole yang kesepian itu yang haus akan kasih sayang orang-orang tidak curiga dengan perubahan sikap baik para pelayan tersebut. Ia pun terhanyut dengan keramahan pelayan anna dan para pelayan lainnya. Lalu keesokannya dia di buang begitu saja.


"Anna..!


" Iya.. nyonya besar! jawab anna.


"Mendekatlah sedikit padaku"


Plaaakkk.....!

__ADS_1


__ADS_2