PERJUANGAN CINTA ALEA

PERJUANGAN CINTA ALEA
ibu yang panik


__ADS_3

Sesampainya Alea, dan teman-teman nya di depan rumahnya, ibu Alea pun keluar, ibu yang melihat anaknya dan berpikir kenapa Alea di boceng di tengah.


 Tak lama setalah ibu Alea berpikir begitu, Lisa dan Kila membantu Alea untuk berjalan ke depan rumahnya, dan membantu nya masuk ke ruang tamu untuk duduk.


Sebelumnya mereka sampai di depan rumah ibu Alea, yang langsung lari ke anaknya dan menayangkan "kenapa Alea bisa beegini"


Salah satu temannya Alea menceritakan kejadian yang telah terjadi di danau tadi.


Ibu Alea, yang mendengar nya ia  merasa kaget, dan ibu Alea  berterimakasih kepada teman-teman Alea.


 Tak lama setelah tema-tema Alea pulang, ibu Alea, bertanyalah kepada anaknya.


"Alea, kamu kenapa bisa seperti ini,". ucap ibu Alea yang ingin tahu, Alea sedang memikirkan apa, sampai kondisi tidak baik-baik saja.


Alea yang tak mau memberi tahu kan kepada ibu nya, bahwa ia sedang memikirkan biaya sekolah nya, ia harus membayar uang  komitenya.


"Nggak Bu, Alea cuman kecapean sajah , habis jalan-jalan di pinggiran danau tadi Bu" ucap Alea yang berbohong kepada ibunya.


"Kan ibu sudah bilang,  tadi kamu nggak usah kerja perkejaan rumah Nak, biar ibu  sajah  yang kerjakan, tapi kamu yang nggak mau mendengarkan ibu," ucap ibu kepada Alea,  ibu yang begitu sayangnya kepada putri semata wayangnya.

__ADS_1


"Nggak papa kok Bu, Alea inggin membantu kerjaaan rumah, biar ibu, nggak terlalu banyak perkejaan nya Bu," ucap Alea yang sayang kepada ibunya, yang tak mau ibunya kerja begitu banyak.


  Tak lama nenek Alea datang ke kamar Alea, dengan wajah yang ceria.


Alea yang  bahagia melihat  nenek nya bisa keluar dari kamarnya akhirnya Alea langsung  memanggil Nenek nya untuk duduk di dekatnya bersama dengan ibu nya.


"Nenek, sini duduk dekat Alea sama ibu juga" ucap Alea kepada nenek nya, Alea yang bahagia karena Nenek nya  tak bersedih-sedih lagi.


Akhirnya Nenek nya pun duduk bersampingan dengan Alea dan ibu.


Mereka pun berbincang-bincang,  sambil ketawa-ketawa, dan melupakan apa yang terjadi kemarin.


Ayah yang bahagia karena melihat keluarga nya, sudah mulai ceria dan tidak ada lagi kata  terpuruk lagi dalam  keluarganya, semuah sudah kembali normal, mereka hanya bisa mengikhlaskan kepergian Kakek nya.


"Wah-wah, ada yang lagi kumpul, emangnya ada hal apa ni," ucap Ayah Alea yang bahagia melihat anak, istri, dan ibu mertua nya berkumpul.


Alea, yang melihat ayahnya pun langsung, memanggil ayahnya untuk gabung bersama nya.


"Ayah,  kemarih lah," ucap Alea yang memanggil ayahnya.

__ADS_1


 "Iya, nak tapi ayah baru pulang kerja ayah mau mandi dulu,"  ucap Ayah kepada Alea.


"Yaudah ayah mandi dulu, ayah busuk kalu Enda mandi, nanti ibu enggak mau dekat-dekat ayah," ucap Alea, yang bercanda kepada ayahnya nya, Sambil ketawa-ketawa.


Nenek yang mendengar Alea berkata speriti itu, nenek pun tertawa.


 Ibu Alea  yang langsung tersipu malu karna Alea bicara seperti itu kepada ayahnya.


Ayah, Alea pun mau pergi ke kamarnya untuk mengambil handuknya, sebelum ayah mengambil handuk kekamar nya, ayah masuk  ke kamarnya Alea, dan langsung mencium Istri cantik itu.


 "Umch…." ayah yang mencium istrinya , di depan anaknya dan ibu mertuanya.


 Alea yang melihatnya pun langsung mencolek paha ibunya sambil tertawa.


 "Ibu cie- cie  di cium sama ayah," ucap Alea yang sambil tersenyum, kepada  ibunya.


 "Alea, nggak usah menggoda ibu mu ini," ucap ibu yang malu karna habis di cium sama suaminya.


 

__ADS_1


Tak lama suaminya, pun pergi untuk mandi, ibu, Alea, dan Nenek lanjut berbincang-bincang.


__ADS_2