
Hari mulai malam.
aku mulai kepikiran dengan paket yang berisi peralatan bayi mulai dari baju dan semuanya itu. bahkan dengan jumlah yang banyak itu, seolah olah tau kalau anakku akan kembar,,
Dava menghampiri aku saat aku melamun.
Kamu kenapa sayang ucap dava sambil merangkulku dari belakang, .Gak papa mas aku hanya kepikiran dan ngak sabar menunggu anak kita lahir.. padahal sebenernya bukan itu yang lagi aku pikirkan.
Dava tiba tiba mengelus perutku dan benar saja seolah mengerti bawa sedang dielus ayahnya, bayi ku yang berada diperut ini bergerak gerak 😌
Lihat lah citra bayi kita senang klau aku elus perutmu ucap dava. Aku hanya tersenyum, menanggapi ucapan nya.
Dava mencium pipiku sambil berbisik(Kamu sangat cantik citra) lalu memelukku semakin erat, aku tak bisa berkata kata dengan perlakuan nya yg membuat aku terlena.
Dava Mencium bibirku dengan lembut. membelai rambutku. Aku membalas ciuman dava dengan hangat.
Tangan dava mulai menyentuh tubuhku. Dan terus menciumi bibirku dengan lembutnya.
Dan tiba tiba
tok tok tok .suara pintu kamarku diketuk dengan pelan
__ADS_1
Citra diluar ada temenmu mencarimu. Suara ibuku menyuruh aku keluar.
Hmm gagal deh (ucap dava dengan wajah yg kesal) Heheh sebentar yha mas aku lihat dulu siapa diluar(sambil menuruni ranjang )
Dan saat keluar aku lihat diruang tamu ada seorang pria sedang duduk dengan membawa sebuah bungkusan yg aku gak tau itu isi apa.
Dan iya itu Bagas. teman yang aku temui di taman itu.
Bagas sapaku padanya "
Iya citra ini aku .maaf yha aku kesni malam2 seperti ini, mau nganter ini cit, (dia menyodorkan bingkisan itu ke aku)
Ini apa Gas? (tanyaku pada bagas, sambil menatap dia dengan keheranan)
Aku buatin kamu minum dulu yha, tunggu sebentar.
Ngak usah cit udah mau balik, udh jam 9 malam ini ngak enak aku kapan-kapan aku main lagi kesni boleh yah. (ucapnya sambil garuk kepala)
Iya gak papa gas
Bagas pun pulang.
__ADS_1
aku segera membawa bingkisan itu ke kamar
Bagas yha cit(tanya dava) Iya nih mas. Dan dia ngasih aku ini (sambil aku lihatin bingkisan itu ke dava)
Aku dan dava lalu membuka isi bingkisan itu.. Dan ternyta itu adalah Gaun yg berwarna merah. Gaun untuk ibu hamil dan jujur itu sangat cantik.
tiba tiba dava membuang bingkisan itu dan bilang (Jangan pernah pkai gaun ini, aku yakin bagas menyukai mu. mangknya dia membelikan kamu ini)
Apaan shi mas mana mungkin baagas suka aku. mungkin ini cuman dia lagi pengen ngasih aja (ucapku dengan santai)
Aku gak mau tau kamu jangan pkai itu(ucap dava dengan wajah yg mulai kesal)
Aku mengiyakan ucapan dava( iya mas aku gak akan pakai ini kok 😊) Aku mengharagi suamiku untuk melarangku memakai itu. mungkin dia cemburu:)
(Tapi boleh aku simpan kan mas, masak dibuang shi kan sayang) ucapku sambil memegang tangannya.
Kamu kasih cinta aja.. (ucapnya tanpa menoleh ke aku)
Tapi cinta kan ngak hamil mas. (ucapku)
Tau ah terserah kamu aku mau tidur (Dava pun membelakangi aku) aku tetap mengambil gaun itu yg ada dilantai. aku letakkan ke almari.
__ADS_1
lalu aku memeluk dava dari belakang dan aku pun tertidur.
Like. komen yha besti 🥰