Perjuangan Pemuda Biasa Di Kota Untuk Menemukan Ayahnya

Perjuangan Pemuda Biasa Di Kota Untuk Menemukan Ayahnya
merasa perlakuan yang berbeda antara sodara laki" dan perempuan


__ADS_3

Di saat ini aku merasa senang bukan main dengan bisa bertemu orang tuaku tapi di lain sisi aku dan adek ku merasa di bedakan sedang kami hanya mendapat hp android sedangkan adek perempuan ku mendapat hp iphone,disitu aku merasa kok berbeda mungkin jika adek ku yg laki" ini sudah dewasa mungkin dia di belikan hp yg mahal tapi ya sudah lah aku gk mw ambil pusing yg terpenting aku bisa bertemu dengan papa ku


dan setelah itu aku tidak lupa dengan mamaku,hp yg aku pegang ku kirim ke mamaku jikala aku ingin menelfon aku tinggal menelfon setelah itu aku pun kembali ke kanar untuk bermain ponsel baruku tapi sayang disaat itu aku masih tidak punya paket


"buk besok boleh belikan paket"


"ya besok ibu belikan paket"


"makasih buk"


"ya udh malam tidur sudah km kan tau kalau km belum tidur adek mu juga ikutan gk tidur jadi ya tdr ini pun udh mlm besok di ajak papa kerja kan"


"iua buk"


Setelah itu aku pun tidur dan pada pagi harinya aku bangun da mandi setelah mandi aku pun di suruh untuk mangantar adek ku


"lin anter adek mu sekolah"


"iay buk tapi aku belum tau dimana sekolahnya buk"


Adek mu kan ada ya nanti di tunjukan"


"ya buk"

__ADS_1


Disaat itu aku pun berangkat mengantar adek ku dan setibanya di sekolah nya dan aku lekas kembali ke rumah untuk berngkat kerja bersama papaku


"lin udh makan ?"


"belum pa"


"ya udh nanti aja makanya di jalan"


"ya pa"


Aku dan papa ku memasuki mobil dan berngkat menuju ke perusahaan yg terletak di manggat tepatnya di pembuangan sampah disitu aku di ajarkan untuk memperbaiki alat berat dan aku di suruh memasang dan saat di coba sanganyan masih gagal karna mesin tersebut memang sudah rusak parah dan aku dan papa ku adu mulut karna saat itu aku tidak membawa peralatan karna aku lupa disitu aku kena marah dan aku memutuskan meninggalkan tempat kerja untuk pulang jalan kaki sesampainya di luar aku bertemu teman ku dan dia bertanya


"kenapa bro kok malah pulang jalan"


"punya ongkos gk?"


"gk ada gk papa lah aku jalan aja"


"nii aku ada 25 ribu untuk ongkos"


disaat itu aku ingin menolak tapi mau gimana ketimbang aku jalam mending aku abil dan aku mengucapkan terimakasih


"maksaih loh bro nanti ku ganti lah"

__ADS_1


"gk usah yg terpenting dirimu bisa pulang "


"sekali lagi makasih bro"


Di saat itu aku pun lanjit berjalan dan memberhentikan angkot disaat itu ada bapak" menawari pekerjaan kepadaku


"dek kamu dari mana?"


"dari tempat pembuangan sampah pak lagi benerin alat berat"


"oh...kamu mau bekerja di perusahaan tambang emas "


"oh maaf pak bukanya gk mau aku harus tanya ke ortu ku dulu"


"oh ya sudah lah kalau begitu"aku pun turun dari angkot 1 ke angkot yg lainya karna angkot yg ku naiki sebelumnya hanya berhenti di terminal dan aku pun menaiki angkot yg satu lagi untu menuju jalan pln karna rumah ku disaitu dan sekitar 15 menit aku sampai di gang itu dan aku masuk ke dalam sekitar 100 meter bukanya aku pulang aku malah menyendiri di bukit belakang dan melihat pemandangan di sana yg terlihat indah saat itu aku berfikir untuk pulang ke desa karna aku merasa tidak nyaman di sini setelah aku sudah merasa tenang aku sampai di rumah dan berbicara ke ibu ku


"buuu aku mau pulang aja"sambil menangis seperti anak kecil padalah umurku sudahc22 tahu


"gk ush pulang yg sabar papa mu memang gitu nanti biar ibu yg ngomong,memang masalah apa sampai segitunya?"


"ya sebenrnya salah ku bu karna aku lupa membawa obeng dan disitu aku kena marah jadi mending aku pulang bu aku gk mw kayak gini"


"udh gk usah nangis udh besar kok cengeng liat adek mu tuu gk ada nangis"

__ADS_1


Disaat itu aku merasa malu karna papa dan ibu ku tidak tau bahwa aku mengalami nasib yg buruk disaat di desa


__ADS_2