
"Kau, Siapa kau?" tanya Pria itu.
"Siapa aku itu tidak penting" jawab Feng Jiu dingin.
"Kalau begitu siapa Aku?" tanya lagi kebingungan dengan siapa dirinya. Sepertinya Pria ini mengalami lupa ingatan. Feng Jiu pun terkejut dengan dengan hal tersebut.
"Kelihatannya kepalamu cidera" ucap Feng Jiu sambil memperhatikan kepada Pria itu. "Apa kau tidak ingat siapa dirimu?" tanya Feng Jiu sambil tangannya memegang kepala Pria itu di bagian belakang dan ternyata memang benar. "Kepalamu sungguh cidera rupanya" Feng Jiu pun menarik tangannya kembali.
"Kau mungkin jatuh di atas batu besar ketika kau pingsan, kemudian, terjadi penyumbatan darah yang menekan saraf mu. Jika aku tidak salah ini hanya hilang ingatan sementara, kau akan baik-baik saja sesudah penyumbatan darah menghilang" ucap Feng Jiu menjelaskan.
"Baiklah, karena kau sudah siuman waktunya kita pergi dari sini" ajaknya pada Pria itu.
"Ah! Tunggu!" ucap Pria itu sambil mencoba berdiri. Ternyata Pria itu sangat tinggi jika dia berdiri. "Bukankah Pria ini agak terlalu tinggi?" ucap Feng Jiu dalam hati karena sedikit terkejut melihat tinggi Pria itu.
"Ada apa?" tanya Feng Jiu.
"Apakah aku dapat mengikutimu? Aku tidak ingat siapapun lagi dan Aku hanya mengenalmu".
__ADS_1
Feng Jiu yang mendengar ucapan (permintaan) Pria itu pun sangat kaget hingga terdiam.
"..."
"Aku tidak akan membuat masalah apapun" ucapnya meyakinkan Feng Jiu. Namun.
"Dirimu sendiri sudah cukup bermasalah" katanya Feng Jiu, karena yakin bahwa Pria ini memiliki banyak musuh hingga sampai hampir mati ditikam oleh orang yang berada didekatnya. Pria itupun sedih dengan perkataan Feng Jiu dan seperti ingin menangis.
"Kenapa Pria besar sepertimu menangis?" ucap Feng Jiu tak habis pikir.
"Aaa... Ada apa dengan keberuntunganku ini" ucap Feng Jiu dalam hati frustasi. Namun, Feng Jiu bukanlah orang yang berhati jahat hingga tega meninggalkan orang lain dan dia pun memutuskan untuk membawanya pergi bersamanya.
"Kenapa kau masih berdiri di sana? Ayo pergi" ajaknya pada Pria itu. "ah, oh!" Pria itu mengangguk dan mulai mengikuti Feng Jiu.
Saat sambil berjalan mereka berdua sedikit berbincang. "Kalau begitu aku harus memanggilmu apa?" tanya Pria itu. "Terserah kau" jawab Feng Jiu tidak peduli.
"Kau terlihat lebih muda dariku, bagaimana kalau aku memanggilmu adik?" sarannya. "Boleh" jawab Feng Jiu lagi. Namun, "Itu adalah?!" Pria itu terkejut melihat serigala yang tadi malam tenyata masih mengikuti mereka dari tadi.
__ADS_1
"Serigala itu belum pergi dari sini, apakah mereka berencana untuk terus mengikuti kita".
"Santai saja, mereka tidak berani menyerang kita, mereka hanya menunggu sebuah kesempatan" ucap Feng Jiu sangat tenang.
"Jadi kita biarkan saja mereka mengikuti kita?" tanya Pria itu lagi. Feng Jiu yang terlihat sedikit kesal karena pertanyaan yang begitu banyak dari Pria yang mengikutinya ini. "Mengapa kau tidak mengusirnya?".
"Ugh... Lupakan, biarkan saja mereka mengikuti kita". Feng Jiu pun melanjutkan perjalanannya dan tetap waspada terhadap serigala yang mengikuti dari belakang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Adik, apa kau pikir namaku tertera di kalung giok ini? Ini tergantung di leherku" Pria itu mengeluarkan kalung yang menggelantung dilehernya dan tertera nama di giok tersebut.
"Guan Xuan? Namamu Guan Xuan?" ucap Feng Jiu melihat nama yang tertera di atas giok tersebut.
**Bersambung...
Jangan lupa like dan komennya🙏**
__ADS_1