
"selir mei.."pangil ibu suri.
"i..iy..iya ibunda"ucap selir mei tergagap saat melihat raut wajah ibu suri yang sinis.
"hentikan lakonanmu itu selir mei...aku sudah muak dengan kata katamu itu"ucap kaisar lan zhang.
"katanya cinta buta...kok dimarahin"cibir aira pelan namun masih didengar ibu suri.
"lan'er memang begitu..jika terkait dengan aku atau ayahndanya pasti tidak memaafkan sesiapa pun."ucap ibu suri.
"owh..hehe"ucap aira tersenyum hingga nampak gigi putihnya berderet rapi.
"ma.aafkan aku yang..mulia...ak..aku hanya "
"hanya apa!pengawal!bawa selir ini ke ruangan bawah tanah hukum dia sepatutnya!"
ucap kaisar lan zhang keras.
"baik yang mulia"ucap beberapa pengawal dan pergi menyeret selir mei yang masih mengemis belas kasih kaisar lan zhang.
"maafkan aku ibunda"ucap kaisar lan zhang tertunduk.
"tidak mengapa lan'er..."ucap ibu suri mengelus rambut kaisar lan zhang lembut.
sedangkan aira sibuk mengangu para pelayan lelaki yang masih muda dan ganteng tentunya.
"yang mulia..jangan sentuh itu,bahaya..."ucap pelayan pelayan lelaki saat melihat aira memegang pedang yang entah dari mana dia dapat.
__ADS_1
"eh?bahaya apanya?"tanya aira dengan tampang polosnya.
"an'er!jangan pegang itu!bahaya!gimana kalau ter kena tanganmu hah?!"ucap ibu suri mengambil pedang dari tangan aira membuat aira cemberut.
"iya..maaf"ucap aira dengan nada nya yang di buat buat tak lupa juga dengan air mata 'palsu' nya.
"maaf kan ibunda sayang..."ucap ibu suri dan memeluk aira yang masih setia dengan air mata palsunya itu.
"hm...oke..."ucap aira menghapus air matanya.
"oke?"tanya ibu suri bingung.
"ya...maksudnya baiklah"ucap aira terkekeh.
♡♡♡
"ya an'er?"
"aku lapar...."ucap aira membuat ibu suri tersedak air liurnya sendiri.apakah benar ini permaisuri atau menantu kesayanganya.
"boleh ya ibunda?"ucap aira dengan puppy ayesnya membuat ibu suri tidak tega.
"boleh an'er"ucap ibu suri mengelus kepala aira.
"(hehe yuan an..lihat ini..ibu suri begitu menyayangimu)"batin aira berkata.
"(kau mengambil kesempatan dalam kesempitan aira)"ucap yuan an mengejek.
__ADS_1
"(hehe...)"aira.
tiba tiba....
"salam ibunda dan kakak permaisuri"ucap seorang lelaki yang hampir sama dengan kaisar lan zhang.hm..mungkin adiknya,pikir aira.
"ya mao'er duduklah"ucap ibu suri.sedangkan aira masih sibuk dengan makananya.
"kakak kaya tidak makan sebulan saja"ucap mao menatap muka aira lekat dan tersenyum.
"serah"ucap aira singkat dan melanjutkan makanya.
"(tak biasa yuan an begini..selalunya diam dan menunduk dan juga tidak terlalu rapat dengan ibunda..tapi sekarang?"batin mao bertanya.
"Aaahhh..~kenyang sekali"ucap aira keras dan langsung ibu suri menutup mulutnya.
"an'er..kau ini ya"ucap ibu suri mengeleng lemah melihag perubahan 100% menantunya ini dan juga dia bersyukur kerana aira yang sekarang lebih ceria dan aktif jika bersamanya.
"hhehe...maaf maaf"ucap aira tersenyum polos membuat jantung mao berlari marathon secara tidak langsung.
"an'er kenapa pakaianmu begitu lusuh dan...bukankah ini pakaian selir mei?!"tanya permaisuri saat sadar dengan pakaian yang dikenakan oleh menantu kesayangnya itu.
"bukankah aku sentiasa cantik walau tanpa memakai pakaian yang cantik dan mahal?"
ucap aira tersenyum nakal.
"kau ini ya an'er!sekarang ikut ibunda!"ucap ibu suri menarik tangan aira entah membawanya kemana diikuti oleh pangeran mao yang tertawa melihat muka cemberut kakak iparnya yang pertama kali dia lihat.
__ADS_1