Pernikahan Terpaksa Ku Dengan CEO Di Landasi Kontrak

Pernikahan Terpaksa Ku Dengan CEO Di Landasi Kontrak
ke tidak di hargainya aida


__ADS_3

sesampainya di rumah mereka masuk dan mereka di sambut oleh bibi,selamat pagi tuan dan nyonya,pagi bi kaya reidan sedangkan AIDA hanya tersenyum.setelah mereka masuk reidan pung menyuruh bibi untuk mengantar AIDA ke kamar.bi.. iya tuan antarkan AIDA ke kamar.baik tuan mari nyonya kita ke atas. stop bi, iya tuan ada pa bukan di kamar saya melainkan di kamar pembantu.hati AIDA terpukul saat mendengar perkataan reidan, AIDA sangat Merasa sedih tapi dia hanya bisa menahannya saja.aida kamu harus kuat pasti kamar pembantu di sini juga lebih bagus dari kamar kamu kata AIDA dalam hati. dan satu lagi bi jangan panggil dia nyonya karna di sini dia sama seperti bibi.baik tuan AIDA pun di antar ke kamar pembantu sesampainya di sana bibi pun bertanya non kenapa nona harus di antar ke kamar pembantu bukankah nona istrinya tuan?tidak apa-apa bih oh satu lagi bi kalau ada tamu jangan bibi perkenalkan saya sebagai istrinya tuan ya tapi perkenalkan saya sebagai pembantu barunya tuan aja.iya non dalam hati bibi sangat memprihatikan sekali nasip kamu non. kamu menikah tapi di jadikan pembantu kasian sekali kamu non.selesai berberes-beres AIDA pun kembali ke dapur untuk memasak. di sisi lain reidan yang sedang sibuk dengan pekerjaannya sampai larut malam. AIDA yang yang menunggu selalu tertidur di sofa setiap harinya. di saat mobil reidan masuk barulah AIDA terjaga dari tidurnya dan membukakan pintu begitu seterusnya keseharian AIDA .menginjak ke satu bulan pernikahan mereka, AIDA hanya selalu bekerja sebagai pembantu dan gaji AIDA selalu ia tabung untuk di jadikan modal di saat dia dan reidan selesai masa kontrak pernikahan mereka.sedakan ATM pemberian reidan yang di beri sebagai nafkahnya reidan kepada AIDA AIDA tidak memakainya melainka AIDA menaruhnya di dalam lemari reidan di saat reidan sedang ke kantor. di satu sisi reidan yang sedang bekerja di kantor melupakan surat-surat yang akan dia bawanya saat rapat dan tidak terburu lagi kalau Dimas harus balik mengambilnya ke ruma. terpaksa Rei menelfon AIDA untuk membawanya,tutttt telefon masuk AIDA mengangkat dari nomor baru halo AIDA kamu harus segera membawa surat-surat saya yang berada di atas meja kerja saya lalu kamu bawa ke mari secepatnya. baik tua AIDA pun berlari ke ruangan kerjanya reidan untuk mengambil surat-surat tersebut kemudian AIDA membawanya dengan menaiki ojek online sesampainya di kantor AIDA yang dengan penampilan sederhana dan dengan kecantikan alaminya tanpa polesan apapun masuk untuk membawanya. AIDA bertanya kepada satpam, pak saya ingin mengantarkan surat ini ke tuan reidan.silahkan nona nona naik aja ke lantai 5 dan belok kanan di situ ada tertulis ruangan direktur nona Masi saja itu ruangan tuan.baik pak terima kasih, sama-sama nona sesampainya AIDA di atas AIDA pun mengetok pintu permisi,silahkan masuk AIDA pun masuk dan di tanya ole Rei kenapa kamu lama sekali tadi saya tidak tau kemana kantor tuan jadi saja sedikit lama tuan,untung Abang ojeknya tau kantor tuan lalu saya di antarkan kesini di saat Adi sedang berbicara dengan reidan kevin pung masuk hai Reiiii hai kevin. siapa ini Rei? pembantu saya. AIDA hanya hanya terdiam menahan tangisnya di saat reidan memperkenalkan dirinya sebagai pembantu bukan istri. cantik juga nama kamu siapa nama saya AIDA tuan. jangan panggil saya tuan Panggi saja kevin.saya buka tuan kamu reidan yang harus kamu panggil tuan. disaat mereka sedang mengobrol AIDA disuruh pulang ole reidan,Aida sana kamu balik suda selesai tugas kamu kan, baik tuan. disaat AIDA keluar kemudian Kevin memuji kecantikan aida wau Rey cantik natural sekali dia seperti itu aja udah cantik bangat apalagi kalau di poles makeup pasti lebih cantik dia dari pada Jesica. diam kamu Kevin kamu mau bandingin Jesica sama pembantu ya jelas jauh kelasnya.terserah de apa kata kamu Rey tapi kapan-kapan aku bisa main kan ke rumah kamu kan di saat Rey mendengar itu ada rasa marah dan emosi tapi reidan tidak tau perasaan apa.


__ADS_2