
"aku pernah bilang bahwa aku membuat yang simpel dan sederhana lagipun jika tidak ada bahan masih ada kertas buku kosong."
*kata Lisa menjawab dengan sederhana*
"hebat....hebat aku sja tidak bisa membuatnya, paling saat sampai diasrama baru membeli bahan untuk kerajinan kali ini."
*kata tang fang*
"hah....kakak....kakak."
*kata tang du dengan mengeluh*
"aku pergi ke perpustakaan dulu."
*kata Lisa*
"emmm.."
setelah itu Lisa berjalan tanpa sengaja bertabrakan dengan unchie shen.
"maaf...maaf aku tidak sengaja menabrakmu."
*kata Lisa*
"tidak apa-apa, apakah kamu baik-baik sja?."
*tanya unchie shen*
"aku baik-baik saja, sekali lagi maaf aku tidak melihatmu."
*kata Lisa*
"tidak apa-apa....tidak apa-apa.... sebentar kamu mw kemana?."
*tanya unchie shen*
"aku ingin ke perpustakaan untuk belajar, ditambah hari ini pasti banyak pelajaran yang harus dilakukan."
*kata Lisa*
"oh....kalo begitu pergi bersama sja aku jga ingin kesana.aku merasa sepertinya kita pernah bertemu."
*kata unchie shen*
"memang, aku yang waktu itu pernah bertanya saat di pengumuman."
*kata Lisa*
disaat yang sama Lin Dan berjalan dan melihat Lisa berbicara dengan kakak kelasnya.
"hah!!! itukan Lisa, ngapain dia sok akrab sama kakak kelas."
*kata Lin Dan dengan menunjukkan kearahnya*
tiba-tiba saat Lin Dan berhadapan kearah yang lain mereka sudah tidak ada kemungkinan sudah pergi duluan.
__ADS_1
"dimana mereka berdua."
*kata Lin Dan*
"ahh.....sudahlah bukan urusanku kenapa aku mw ikut campur."
pergi......
disisi lain tang fang bertemu dengan Feng shui mereka berdua saling melirik dengan wajah mengerikan.
"ada apa kak?."
*tanya tang du*
"masalah kecil harus diselesaikan."
*kata tang fang*
"hufmmmm....mencoba sok keren tapi pada nyatanya masih seperti anak mama."
*kata Feng shui meledek tang fang*
"huftttt.... dilihat-lihat siapa yang seperti anak mama?, bahkan kamu tidak bisa mengurus diri sendiri dengan baik. jika bukan karena adikku kamu mungkin sudah jadi bahan tawa orang karena mabuk."
*kata tang fang*
"kamu......"
*terdiam*
*kata tang du*
pergi meninggalkan mereka berdua......
"tang du.....tang du...."
*memanggil dan mengejarnya*
"maaf atas kesalahan kakak."
*menyesal*
"emmm."
disisi lain lagi Lisa dan unchie shen tampak belajar bersama bahkan mereka sudah semakin dekat.
"kamu ingin mencari buku apa Lis?."
*tanya unchie shen*
"buku tentang sejarah sekaligus buku tentang matematika, banyak materi dan rumus yang belum aku ketahui."
*kata Lisa*
"orang sepertimu pasti sudah tergolong murid paling pintar, lihat sja kamu terlihat selalu belajar."
__ADS_1
*kata unchie shen memuji Lisa*
"bisa sja kakak...oh iya kakak soal perlombaan memang untuk semua kelas ya kak?."
*kata Lisa*
"emmm..."
*mengangguk kepala*
"kakak ikutan jga?."
*tanya Lisa*
"tentu saja.....apalagi saya termasuk juri yang akan menilai semua latihan kalian kali ini."
*kata unchie shen*
"apakah tidak lelah kak?."
*tanya lagi*…
"tentu tidak semua lelah akan terbayar oleh sendirinya."
*kata unchie shen*
setelah itu tiba-tiba datang Lin xiao...
dorrrrrrrrrr...........
*mengangetkan mereka berdua*
"Lin xiao....kamu membuat kami terkejut."
*kata unchie shen*
"maaf aku lihat kalian berdua tampak serius makanya aku ingin mencoba mengerjai kalian."
*sambil tersenyum*
"hei...siapa ini unchie?."
*tanya*
"ini adik kelas kita."
*Lisa tersenyum*
"hello..."
*kata Lisa*
"wah adik kelas rupanya, salam kenal namaku Lin xiao teman unchie shen."
*kata Lin xiao sambil merangkul*
__ADS_1