
...Minggu telah tiba,besok waktunya Azura berangkat ke Jakarta,segala hal sudah Azura persiapkan ,baju dan keperluan lainnya sudah ia masuk kan ke dalam tas termasuk ijazah ,...
...kini saatnya Azura membuka celengan , yang hampir tiga tahun dia menabung menyisih kan uang dari hasil kerja di tempat buk Susi...
...beruntung ia masih bisa menyisih kan uang setiap hari walaupun hanya recehan....
Ibu masuk perlahan ke kamar sang putri, yang tertutup tirai tanpa pintu
"sudah mau di buka celengan nya ndok...?
tanya ibu Azura sembari duduk di dekat Azura.
Azura menatap sang ibu sembari tersenyum dan mengangguk.
" Maaf kan ibu dan bapak ndok ..
ujar ibu Azura lagi
" Kenapa minta maaf buk..? semua sudah di garis kan oleh takdir dan kita tidak bisa protes dengan takdir kita .
Jawab Azura sembari memeluk sang ibu
ibu pun membalas pelukan sang putri,ia mengusap kepala putri nya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
air mata pun ikut menetes..
ia tidak menyangka putri kecilnya kini sudah tumbuh dewasa dan cantik
ibu hanya berharap , semoga di kota besar yang penuh bahaya itu, Azura akan slalu di lindungi sang maha kuasa.
" ibu sama bapak merasa gagal tidak bisa membahagiakan kamu ..lirih ibu Azura lagi
Azura segera melepas kan pelukan dari sang ibu ia menatap wajah sendu sang ibu dan menggenggam tangan ibunya dan menghapus air mata ibunya
__ADS_1
" ibu dan bapak adalah orang tua terbaik bagi Azura, Azura lah yang seharusnya membahagiakan ibu dan bapak,
ibu dan bapak sudah banyak berkorban untuk Azura dan sekarang saatnya Azura berkorban untuk ibu dan bapak
ibu doa' kan Azura ya.. dan Azura akan berusaha jaga diri.
ibu Azura tak sanggup lagi berkata- kata,ia hanya mengangguk kecil dan menitikkan air mata.
Azura kembali meraih celengan dan memecahkan celengan itu.
" Ibu bantu Azura menghitung uang nya ya ...
kata Azura
ibu Azura mengangguk
mereka pun mulai menghitung uang recehan itu, setelah semua nya di hitung, jumlah nya lumayan bisa untuk Azura simpan sebagai pegangan di kota.
" Azura tukarkan dulu ya buk,siang tadi Azura sudah bilang ke buk yatinah kalo Azura mau tukar uang
" Mau ibu temani ndok...? tanya ibu Azura
" Iya buk .. jawab Azura sembari tersenyum
keduanya beranjak pergi ke rumah buk yatinah yang tak jauh dari rumah mereka,
jalan di desa memang cukup sepi di jam malam seperti ini padahal waktu belum menunjukkan jam 8 malam
Meski rumah buk yatinah tak begitu jauh dari rumah mereka,tapi Azura lebih nyaman di temani sang ibu.
tak lama mereka sampai di rumah buk yatinah
" Assalamualaikum ucap salam ibu dan azura
__ADS_1
" walaikum sallam jawab buk Yatinah dari dalam rumah
" eh...buk tarsih nak Azura mari masuk kata Bu yatinah mempersilahkan mereka masuk
" Maaf ya buk,kalo Azura lama
Azura berkata sopan setelah di persilakan duduk
" Tidak apa-apa ra,oh..iya mana uang yang mau kamu tukarkan? lumayan buat kembalian. kata buk yatinah
Azura segera mengeluarkan uang dari dalam dompet dan menyerahkan ke buk yatinah ,
setelah semua sudah di hitung
Azura menerima lembar demi lembar uang pecahan ratusan ribu
ia kemudian mengucapkan terima kasih dan pamit..
sesampainya di rumah, Azura mengambil beberapa lembar .
" ini untuk pegangan ibu di rumah kata Azura sembari menyerahkan beberapa uang pecahan ratusan ribu itu.
" tidak usah ndok, simpan saja buat pegangan kamu di Jakarta.
Azura menggeleng sembari tersenyum dan tetap menyerahkan uang itu kepada ibu nya
" ibu ambil ya buk ..
kan nanti Azura kerja dan ibu pasti lebih membutuhkan uang ini...kata Azura meyakinkan sang ibu .
ibu Azura menatap Azura dengan mata berkaca-kaca,ia memeluk putri nya dengan penuh kasih sayang
karena besok mereka pasti merindukan saat- saat seperti ini, apalagi sekarang mereka tinggal berdua Karena sang ayah sudah tenang di surga .
__ADS_1