
"apakah anda mengenalnya?,karna tidak mungkin seorang rayyan mau bersusah susah menyelamatkan nyawa orang yang tidak dikenalnya?"tanya faiz penuh selidik
"aku tidak terlalu mengenalnya, aku hanya tahu kalau dia adik kelasku saat aku sekolah SMA"jawab rayyan
"oh"ucap faiz
"ya sudah aku sedang sibuk"rayyan langsung mematikan panggilan telfon
"ck dasar bos lucnut"faiz menggerutu
satu minggu kemudian..
samar samar fania mendengar suara seseorang sednang berbicara ditelfon
"siapa dia? dimana aku? "fania berusaha bangun"aw!"kepalanya terasa sangat sakit"ada apa dengan ku? dimana ini? "tanya fania
"eh kamu sudah bangun? "tanya faiz
faiz langsung memanggilkan dokter
"siapa kamu? ini dimana saya??"tanya fania panik
"ini rumah sakit,anda mengalami kecelakaan dan sudah tiga hari anda tidak sadarkan diri"jawab faiz
mata fania terbelalak mendengar penjelasan laki laki dihadapannya"ti tiga hari?? "tanya fania dengqn gugup
"iya"jawab faiz
tidak, aku harus pergi! "fania berusaha turun dari ranjang rumah sakit
"eh mbak mau kemana? "faiz mencoba menghentikan fania
fania melepas alat yang menempel ditangan dan tubuhnya"aku harus pergi, anak ku pasti sedang menunggu ku"jawab fania
dokter dan perawat datang,fania langsung disuntik obat penenang agar tidak berontak lagi
air mata mengalir dari pelupuk mata fania"maafkan ibu nak"gumamnya kemudian tertidur kembali
setelah situasi kembali tenang faiz langsung menghubungi rayyan untuk memberitahu apa yang telah terjadi
"caritahu dimana keluarganya, aku sudah pusing mengurus perempuan itu"suruh rayyan
"baik bos"sahut faiz"akhirnya aku tidak perlu menjaganya lagi"ucap faiz senang
dalam waktu satu hari faiz sudah berhasil menemukan tempat tinggal fania
faiz bolak balik berjalan didepan rumah fania"kemana sih orangnya? "gumam faiz karna sudah sejak tadi dirinya mengetuk pintu namun tidak ada yang keluar dari dalam rumah
"nyari siapa ya? "tanya bu linda
"maaf numpang tanya, benarkah ini rumahnya mbk fania? "tanya fania
linda memperhatikan penampilan faiz"apakah fania ada hutang?"tanya bu linda
"asem,dikiranya aku penagih hutang"gerutu faiz dalam hati
"bukan begitu bu, tiga hari yang lalu bos saya tidak sengaja menabrak bu fania sekarang bu fania ada dirumah sakit"faiz mencoba menjelaskan maksudnya
"apa!! "pekik bu lindu
"hiks ibuu!"tangis tiara pecah
"tiara! "bu linda langsung menangkap tubuh tiara yang ambruk
__ADS_1
faiz panik melihat anak itu pingsan"dia kenapa bu?? "tanya faiz
linda tidak menyahuti faiz"tiara bangun sayang! "panggil linda
faiz langsung mengangkat tubuh tiara"lebih baik kita bawa kerumah sakit dulu bu"kata faiz
"baiklah"sahut bu linda
mereka membawa tiara kerumah sakit yang sama dengan rumah sakit tempat fania di rawat
dokter langsung memeriksa keadaan tiara"dia harus segera dioperasi kalau tidak nyawanya akan berada dalam bahaya"jelas dokter yang menangani tiara
"apa!! sebenar nya anak itu sakit apa dok? "tanya faiz
"kanker usus"jawab dokter itu
deg!!
"kanker"gumam faiz
linda menangis sejadi jadinya mendengar penjelasan dokter tentang kesehatan tiara
faiz langsung menghubungi rayyan"bos dia punya anak saat ini sedang sekarat"ucap faiz
"orang tua sama suaminya?"tanya rayyan
"saya tidak menemukan mereka,hanya ada anak dan tetangganya"jawab faiz
rayyan tampak memijat pangkal hidungnya"ck kenapa susah sekali untuk terlepas dari wanita itu"gerutunya
"saya kesana sekarang"ucap rayyan
...telfon dimatikan...
"tenang bu, bos saya sebentar lagi akan datang,mungkin saja dia mau membayar biaya rumah sakit dwk tiara"kata faiz kepada bu linda
tiba tiba terdengar keributan..
"bu pikirkan kesehatan ibu"perawat berusaha membawa fania kembali keruangannya
"tidak, aku harus bertemu anakku"tolak fania mati matian
Faiz langsung menghampiri mereka"tunggu!"
"biarkan dia melihat anaknya"kata faiz
"anak anda berada dirumah sakit ini,mari saya antar"ucap faiz
"duduk disini bu, kami akan membawa ibu bertemu anak ibu"ucap perawat
fania langsung duduk dikursi roda
"fania! "pekik bu linda
"ibu bagaimana keadaan tiara"tanya fania,tubunya gemetar, ketakutan ter besarnya adalah kehilangan buah hati yang menjadi penyemangatnya disaat orang tua dan suaminya menghianati dirinya
"tiara baik baik saja"jawab bu linda, dia sengaja berbohong karna takut kesehatan fania drop
tap tap tap
suara langkah kaki seseorang
"bos! "seru faiz
__ADS_1
tatapan rayyan dan fania bertemu"siapa dia? "tanya fania dalam hati
saya rayyan, orang yang bertanggung jawab atas kesembuhan anda"ucap rayyan dingin
fania mengganggukan kepala tanda mengerti
"bos bisakah anda membiayai biaya operasi dari anak mbak fania? "tanya faiz dengan hati hati
rayyan mengalihkan tatapannya kearah faiz"apa katamu!, aku hanya menabrak ibunya kenapa aku harus bertanggung jawab dengan anaknya juga?? "tanya rayyan sambil memiringkan kepalanya
"bukan begitu maksud saya, anda mempunyai uang yang banyak,apa salahnya menguranginya sedikit demi menyelamatkan nyawa seseorang"jawab faiz sedikit takut
"aku akan melakukan apapun asalkan kamu mau membayar biaya operasi tiara"akhirnya fania bersuara
"aku akan melakukan apapun demi menyelamatkan mu nak"gumam fania
rayyan tersenyum miring mendengarnya"benarkah?"tanya nya
fania menganggukan kepalanya
"apakah kamu tahu apa yang aku ingin kan? "tanya rayyan sudut bibirnya tertarik saat melihat fania terdiam
"ti tidak tahu, tapi apapun itu aku akan melakukanya"jawba fania dwngan mantap
"sungguh menarik"ucap rayyan
"apakah suami kamu akan mengizinkannya?"tanya rayyan
fania tiba tiba terdiam..
"ini tidak ada hubungannya dengan bedebah itu, dia bukan suami ku lagi"jawab fania penuh emosi
rayyan sedikit terhenyak mendengar jawaban fania yang penuh emosi
"baiklah aku akan membiayai biaya operasi anak kamu dan kamu harus membayarnya dengan cara bekerja dikantorku,aku akan memotong separuh gajimu setiap bulannya untuk membayar hutangmu"ucap rayyan
"apakah anda setuju??"kali faiz yang bertanya
"hiks mau"jawab fania sambil menangis
"terimakasih banyak pak"ucap fania kepada rayyan
"hm, sahut rayyan
rayyan langsung pergi menemui direktur rumah sakit..
setelah menyelesaikan urusannya dirumah sakit rayyan kembali lagi keperusahaannya karna banyak berkas yang harus diperiksa dan ditanda tangani
operasi sudah berjalan dua jam
"bu,aku takut"ucap fania
"tidak apa apa, semuanya akan baik baik saja"linda berusaha menenangkan fania
dokter keluar dari ruang operasi dengan senyum merekah"operasi berhasil"ucapnya
"alhamdulillah"ucap fania dan linda bersamaan
"terimakasih ya allah"ucap fania sambil ber urai air mata
"syukurlah"ucap faiz,dirinya turut bahagia melihat fania dan bu linda merasa bahagia
"sudah lama aku tidak melihat pemandangan seperti ini"gumam faiz
__ADS_1
"syukurlah"ucap rayyan setelah mendapat pesan dari faiz
"bos bisakah anda