Pesona Janda Beranak Satu

Pesona Janda Beranak Satu
berusaha bangkit


__ADS_3

dua bulan kemudian,setetelah pulih fania langsung bekerja diperusahaan perlncakar langit milik rayyan,fania yang hanya tamatan SMA hanya bisa bekerja sebagai cleaning service diperusahaan itu


"fania!!!"panggil tere,staf pemasaran


fania langsung berlari tergopoh gopoh menuju ruangan tere"ada yang bisa saya bantu mbk?"tanya fania sopan


"lihat apa yang kamu lakukan!!"bentak tere


deg!!!


fania membeku seketika,bagaimana bisa dihari pertamanya bekerja dirinya sudah merusak fasilitas kantor


"maaf mbak,saya nggak sengaja"ucap fania


"apa kata kamu?! nggak sengaja!!!"bentak tere


byur!


tere menyiap teh panas yang baru lima menit tadi diantar oleh fania


"aduh panas"rintih fania sambil mengibas tangannya diudara


"mbak kenapa nyiram saya? bukannya saya sudah minta maaf!"bentak fania balik


"berani kamu!!"


plak!


tere menampar pipi fania


"ada apa ini?"david direktur bagian pemasaran


"lihat apa yang cleaning service itu lakukan!"tere menunjukkan berkas yang seharusnya dia serahkan sore ini kepada david basah tersiram teh panas yang tidak sengaja tumpah oleh dirinya sendiri,dia sengaja melempar kesalahan itu kepada fania


fania tahu kalau itu bukan lah kesalahannnya"ternyata seperti ini rasanya bekerja diperusahaan besar,harus rela menjadi kambing hitam"batin fania miris


"kamu!,pergi ke HRD minta surat pengunduran diri!!"bentak david


"apa! mengundurkan diri??,maaf pak saya tidak bisa"tolak fania


"berani kamu membantah saya!!!"bentak david


"saya bekerja disini atas rekomendasi pak rayyan,jika anda ingin memecat saya,anda temui dulu pak faiz,lagian bukan saya yang menumpahkan teh ke berkas itu,entah orang bodoh mana yang dengan bodohnya menumpahkan teh disana"kata fania sambil melirik tere


"aku tidak akan mau dianggap remeh oleh kalian wahai orang orang kaya yang sombong"gumam fania


"kurang ajar!"bentak tere


david mengepal tangannya


"biar saya saya"david melarang tere


"kamu kira hanya karna kamu direkomendasikan oleh asisten sok berkuasa itu aku menjadi takut?"tanya david

__ADS_1


"ekhem!,siapa yang sok berkuasa?"tiba tiba faiz datang


deg!!


"pak faiz!"nyali david langsung ciut


"fania,buat kan kopi hitam dan antar keruangan pak rayyan"suruh faiz


"baik pak"jawab fania,fania langsung pergi dari sana


"dan kamu david,apakah sudah tidak ada lagi yang bisa kamu kerjakan sehingga kamu datang keruangan ini?"tanya faiz dengan tatapan tajam


"bu bukan begitu pak,saya datang kesini mau mengambil berkas ini,tapi berkasnya rusak karna tumpahan air teh"jawab david gugup


"tere,kamu buatkan yang baru lagi"suruh faiz


"i iya pak,saya akan melakukannya"jawab tere dengan berat hati


"kenapa kamu belum juga pergi?"tanya faiz kepada david


"saya permisi dulu pak"david langsung kembali keruangannya


tere mencoba protes karna fania tidak diberikan hukuman sedikitpun"bukan saya yang merusak berkas ini pak,cleaning service baru itu yang menumpahkan air teh diberkas ini"kata tere memberanikan diri


"benarkah? apa saya harus memeriksa CCTV?"tanya faiz sambil menatap tere dengan tatapan tajam


"ah sial,kenapa aku lupa kalau disini ada CCTV"dalam hati tere


"titidak perlu pak,saya akan membuatkan berkas yang yang baru"jawab tere gugup


"awas aja kamu fania"geram tere,sebelumnya belum ada yang berani melawannya selain fania


diruangannya rayyan dan faiz sedang membahas tentang apa yang terjadi tadi


"kenapa tuan masih mempekerjakan david?"tanya faiz


"papa yang melarangku memecatnya karna kakeknya dan kakekku berteman baik"jawab rayyan


"oh"faiz ber oh ria


'tenang saja,aku sedang mencari cara untuk membuang parasit itu dari perusahaan ini"kata rayyan


tok tok tok


"masuk!!"ucap rayyan


"permisi pak,ini kopinya"fania meletakkan kopi keatas meja kerja rayyan


rayyan hanya menatap fania dengan tatapan yang sulit diartikan


"saya permisi pak"ucap fania


fania langsung pergi dari sana karna sangat tidak nyaman dengan tatapan rayyan padanya

__ADS_1


"ekhem,saya kembali keruangan saya dulu"ucap faiz


diruangan lain..


"fan,kamu berani banget sih ngelawan pak david sama bu tere?"tanya meli,teman baru fania


"terpaksa,karna aku tidak mau ditindas oleh mereka"jawab fania


meli menggeleng kepala melihat fania yang terlalu santai"aku salut banget sama kamu fan,belum ada lo cleaning service yang berani ngelawan pak david sama bu tere sebelum ini"kata meli


deg!!


tiba tiba saja fania merasa sedikit takut"benarkah?"tanya fania


"iya"jawab meli


"habislah"dalam hati fania


"jangan senang dulu,kamu pasti akan disiksa sama bu tere,yang nggak punya salah aja dicari cari kesalahannya apalagi kamu yang sudah berani membuat dia marah"ucap dinar,bekerja sebagai cleaning service juga


deg!!!


lagi lagi fania dibuat takut"apa kira kira yang akan mereka lakukan?"tanya fania dalam hati


"fania itu bekerja disini atas rekomendasi pak faiz tau nggak,sedikit banyaknya pak faiz pasti bakalan ngebela fania"kata meli


"sekarang aku tanya,apa hubungan fania sama pak faiz?"tanya dinar


"nggak ada"fania yang menjawab


"noh dengerin tu,itu artinya pak faiz nggak akan selalu ada untuk fania,palingan dia cuma memantau kesini,itu pun cuma sekali sekali"kata dinar lagi


"ck ck aku nggak bisa bayangin apa yang akan terjadi sama kamu fan"ucap dinar sambil menggeleng kepala


"benar juga ya"ucap meli


meli merasa kasihan melihat fani"tenang aja fan,ada aku"ucap meli


fania tersenyum kearah meli"bagaimana ini?"dalam hati fania


sepulang kerja fania langsung pulang kerumah barunya,tepatnya itu hanya lah rumah kontrakan yang sengaja disewa oleh fania,selama dua bulan belakangan fania mengandalkan uang hasil menjual rumah almarhum ayahnya untuk makan,bayar kontrakan dan biaya sekolah tiara


semua hasil menjual rumah fania simpan di dalam ATMnya yang baru dibuat dua lalu


"lambat laun kita akan bertemu lagi"gumam fania,hatinya begitu sakit mengingat perbuatan ibu kandung nya sendiri dan suaminya yang tidak tahu diri itu"aku akan membalas semua sakit hati ini beni!"gumam fania sambil mengepal tangannya


"ayah tenanglah di alam sana,aku baik baik saja,aku akan bangkit dan membalas semua perbuatan mereka"gumam fania lagi


"hiks,aku pasti akan membalas kalian"ucap fania sambil menangis


"ibuk kenapa nangis?"tanya tiara


"ibuk nggak kenapa napa nak,mama cuma kangen sama almarhum kakek kamu"jawab fania sambil tersenyum

__ADS_1


"oh"sahut tiara


"aku tau semuanya walaupun ibuk enggak bilang apa apa"dalam hati tiara,tiara begitu dendam kepada ayah dan neneknya


__ADS_2