
Ke esok anda harinya...
Tisa pun terbangun dari tidurnya dengan keadaan tidak menggunakan pakaian dan disisi lain ada roni di samping tisa yang sama-sama tidak menggunakan pakaian, yang hanya ditutupi selimut. Sontak tisa yang melihat itu langsung kaget dan merasa sedih.
"Kok, aku bisa disini dan tidak menggunakan pakaian kaya gini sih?" Tanya tisa kepada roni.
"Sayang, aku juga enggak tau tapi semalam kamu mungkin kecapean dan kamu juga yang menggodaku, aku tidak bisa menahan godaan, sayang lagi pula kita kan saling sayang, kamu tenang saja" Ujar roni.
"Tenang gimana!?, ini.. Enggak mungkin.." Kata tisa dengan keadaan menangis dan terbata-bata.
"Udah enggak apa-apa kok" Ujar roni hampir memeluk tisa.
"Jangan dekati aku..!! " Ujar tisa sambil menangis.
"Ya udah lupakan semuanya, kita jaga rahasia ini oke, kalau begitu kamu pakai pakaian kamu, terus aku bakalan anterin kamu, ke kosan oke" Ujar roni sambil menenangkan tisa.
"""""'""""""""'"""""""""""""""""""""""""""
Ke esok anda harinya..
Di kelas..
Tisa yang biasa aktif dan ceria bersama febi di kelas, tiba-tiba terlihat lebih murung dari biasanya.
"Tisa, kamu kok kenapa?, kamu marah ya sama aku?, maaf ya.. Apa gara-gara semalam aku duluan, tapikan si bima tuh, aku juga kan enggak ada tumpangan lagi" Tanya febi dengan heran kepada tisa.
"Enggak kok, bukan masalah itu, aku emang lagi enak badan aja, kan semalam hujan" Ujar tisa.
"Bener ya, tapi kamu enggak apa-apa kan? " Tanya febi.
__ADS_1
"Enggak kok tenang aja, oke" Kata tisa.
"Oh ya udah" Ujar febi.
Kring.. Kring... Kring....
"TISA!! " Teriak roni.
Tisa pun menghampiri roni dengan mimik muka tampak biasa saja kepada roni.
"Ayo naik.. " Ujar roni.
Tanpa basa basi tisa pun mau berbocengan dengan roni.
Disisi lain febi tidak sengaja melihat tisa dan roni, menaruh curiga antara tisa dan roni.
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Selama naik motor tisa dan roni hanya terdiam, kemudian roni pun berbelok ke arah kosan roni, sontak membuat tisa kaget dan bertanya-tanya.
"Kok kita ke kosan kamu sih?" Tanya tisa.
"Udah enggak apa-apa, aku mau ngomong penting" Ujar roni dengan langsung arah kosannya.
"Ngomong apa lagi sih" Jutek tisa.
"Udah, nanti juga tau" Ujar roni.
"""""""""""""""""""""""""""""""""'"""""'
__ADS_1
Di kosan...
"Ngapain kamu bawa aku kesini? " Tanya tisa dengan ekspresi cuek.
"Kamu cuek banget sih, enggak kaya biasanya" Ujar roni.
"Lagian aku kecewa sama kamu, karena kamu udah merusak masa depan ku" Ujar tisa dengan menangis.
"Tisa dengerin ya semuanya baik baik saja kok, kalo aku boleh jujur ya aku juga pernah melakukan itu dengan mantan pacarku, dan semuanya baik-baik saja kok" Ujar roni dengan meyakinkan tisa.
"Dengan cewek yang waktu itu?" Tanya tisa dengan nada marah.
"Ya.. " Kata roni.
"Terus kenapa putus? " Tegas tisa.
"Karena dia itu udah selingkuh di belakang aku" Ujar roni.
"Aku minta maaf sama kamu" Lanjut roni dengan memegang tangan tisa.
"Lepasin, jangan pegang tanganku" Tegas tisa dengan meninggalkan roni.
"Kamu mau kemana? " Tanya roni.
"Aku butuh sendiri" Ujar tisa.
"Biar aku anterin ya" Ujar roni.
"Engga usah!" Ujar tisa.
__ADS_1
Disisi lain ternyata putri tidak sengaja menyaksikan mereka dan mendengarkan pembicaraan roni dan tisa.
"Oke, sekarang aku udah tau, dan aku punya rencana" Ujar putri.