
setelah perginya si lifna datang pak rafi yg menghampiri si Roy
" gimana mas adek saya apakah baik baik saja " ucap Roy yg khawatir
" iya kondisi sudah mulai membaik roy, jadi kau tidak usah terlalu panik" ucap pak rafi
" ya sudah, makasih ya mas Rafi " ucap Roy
keesokan harinya
Roy pergi ke sekolahnya Justin untuk meminta izin untuk Justin tidak masuk untuk beberapa hari ke kepala sekolah
" permisi " ucap Roy
" ya silahkan masuk, eh Roy ada apa" ucap pak kepala sekolah yg bernama Raden. pak Raden dan ayahnya Justin itu adalah saudara yg pasti sudah tentu kalo misalnya anak anak akrab sama pak Raden
" ini om, Om tau kan adek saya si Justin " ucap Roy
" iya tau memangnya kenapa " ucap pak Raden
" ini saya mau bilang ke Om kalau misalnya adek saya tidak masuk dulu untuk beberapa hari " ucap Roy
" memangnya kenapa si Justin " ucap pak Raden
" gini pak " ucap Roy
di situ Roy menceritakan semua yg Roy tahu dari gate sampai rumah sakit
" ohhh gitu gitu yg sabar ya roy " ucap pak Raden yg sedang membuat Roy agar tidak terlalu rasa bersalah
" iya pak gapapa " ucap Roy
" oke Roy, Om akan kasih izin untuk beberapa hari tapi jangan beberapa bulan ya " ucap pak Raden yg memberi izin
" oke pak terimakasih banyak ya Om atas semuanya " ucap Roy
" ya sama sama" ucap pak Raden
setelah itu Roy pun pamit pulang dan pak Raden memanggil wali kelasnya si Justin untuk datang ke sini
" iya pak kenapa bapak panggil saya " ucap pak Budi
" ini pak, anak yg bernama Justin tidak masuk untuk beberapa hari dulu karena ada urusan dan tadi ada yg sudah meminta izin "
" oh iya pak siap siap " ucap pak Budi
" itu saja pak " ucap pak Budi
" iya " ucap pak Raden
" yasudah saya pamit dulu ya pak saya mau mulai mengajar ya pak " ucap pak Budi
" eh iya iya silahkan" ucap pak Raden
di situ pun pak Budi langsung meninggalkan ruangannya pak Raden
" aneh kenapa monster yg di ceritakan oleh Roy jadi abu bukannya menjadi mayad hmm " ucap pak Raden yg kebingungan
di kelasnya si Justin
" hey flora kau tau tidak dimana si Justin" ucap si Jessica
" aku juga gatau sudah beberapa hari ini dia ga masuk " ucap flora
" woy guru datang guru datang " ucap salah satu murid yg ada di situ
__ADS_1
" bangun, beri salam " ucap ketua kelas yg ternyata flora
" selamat pagi pak Budi " ucap flora yg di ikuti seluruh kelas
" selamat pagi oke sebelum kita memulai bapak mau menyampaikan temen kalian yg bernama si Justin tidak masuk beberapa hari dulu " ucap pak Budi
" memangnya kenapa pak " ucap flora
" tadi bapak dengar dia sakit apalah yg penting dia tidak masuk dulu untuk beberapa hari ini" ucap pak Budi
"oke pak " ucap pak Budi
sembilan hari kemudian
POV : Justin.
di situ semua yg Justin pijak jadi darah dan para mayat semua dan Justin sudah membeli semua sihir yg ada di situ yg ia beli adalah angin daun api air cahaya dan kegelapan. dan sekarang sudah berada di level 10000. sekarang Justin sedang melawan semua bos yg di beri oleh si max
" basoka air " ucap Justin dan bazoka airnya sudah ada di tangan si Justin
" terima ini dasar monster jelek " ucap Justin yg mengarahkan bazoka ke salah satu bos yg ada di sana
duarr
di situ salah satu monster bos monster mati
" hah oy Ray belikan aku hp dan mp potion tingkat tinggi 10 " ucap Justin
[ siap tuan membeli...
ding~~ berhasil ]
" gunakan semua potion itu pada ku ray " ucap Justin
[ **siap tuan ]
**mp: 4000/2.000.00
memakai... berhasil
hp: 1.000.000
mp:1.500.000/2.000.000
sisa coin : 98.600.000**
" hah ayo kita mulai lagi monster jelek"
" armor pakai " ucap Justin
tiba-tiba ada sesuatu yg muncul di atas Justin dan langsung bersatu pada Justin di situ dan langsung Justin di situ berubah karena armornya
" ayo kalian monster monster jelek" ucap Justin
graaaaaaaaaaaaaaaaaaa
" keluar lah pedang pembunuh iblis "
seketika pedang muncul dari atas Justin dan mengambang di depan Justin
pedang pembunuh iblis: bisa menghilangkan segala sihir apapun
__ADS_1
" ayo kalian monster jelek"
di situ Justin pun langsung maju dan langsung menuju ke sisa sisa bos yg ada di situ
DI LUAR ALAM MIMPI JUSTIN
" gimana rafi anak saya apakah dia baik baik saja " ucap ibunya Justin yg khawatir
" perkembangannya sejauh ini sih sudah lumayan, kita hanya menunggu dia bangun saja " ucap pak rafi
" syukurlah kalo begitu, makasih ya rafi " ucap ayahnya Justin
" iya mas sama sama, kalo begitu saya pergi dulu ya pak " ucap pak rafi yg mau ke ruangannya
" eh iya makasih banyak ya rafi " ucap ayahnya Justin
" sama sama mas " ucap pak rafi yg meninggalkan mereka berdua
" ayo Bu kita masuk " ucap ayahnya Justin
" iya yah ayo " ucap ibunya Justin
ketika sampai di ruangannya Justin ia melihat Justin yg terbaring di situ
" nak kamu kapan sadar " ucap mamahnya Justin yg sedih
" iya nak kapan kamu bangun papa sudah kangen dengan mu " ucap ayahnya Justin yg juga masih merasa sedih
tiba tiba tubuhnya Justin bergetar dengan kencang
" eh kenapa ini " ucap mamahnya Justin yg panik
" ga tau deh mah " ucap ayahnya yg panik juga
"pah panggil rafi agar Mama yg menangani ini pah buruan " ucap mamahnya Justin
" Ok oke mah " ucap ayahnya Justin yg langsung berlari ke ruangannya pak rafi
ketika di jalan ia melihat pak rafi yg masih berjalan ke arah ruangannya
" rafii " ucap ayahnya Justin yg mengejar pak rafi
" eh iya mas kenapa " ucap pak rafi
" ayo fi ikut saya si Justin tiba tiba dia tergetar sangat besar aku gatau kenapa ayo fii " ucap ayahnya Justin yg sambil menarik pak rafi
" iya iya mas " ucap pak rafi yg sambil mengikuti ayahnya Justin
sesampainya di ruangannya Justin
" rafi tolongin si Justin ayo dong " ucap ayahnya Justin
" iya iya SABAR, fast heal " ucap pak rafi yg seketika tubuhnya si Justin diam dan tak bergerak lagi
" gimana rafii apakah sudah sembuh si Justin " ucap mamahnya Justin yg kelelahan karena ia mengeluarkan mana nya yg lumayan besar
" maaf mba tapi si Justin sudah..
" ucap pak rafi
DAH dulu ya GAYS wkkwkwk makasih banget yg sudah mampir kesini terutama cone tall dan irwan ade WKWKK makasih banyak ya GAYS
**jangan lupa vote like GIVE dan komen WKKWK
DADAH
__ADS_1
Fin** ~~