
**kecewa tentu itu yang dirasakan oleh wanita remaja yang lulus dengan nilai tinggi dan memuaskan tapi hatinya serasa nyeri saat tau kedua orang tua nya yang tidak datang tapi karna dia memegang kata kata ayah dan ibunya dia tidak boleh cengeng tapi harus lebih kuat karna ini demi negara dan kesimpulan nya adalah ayah dan ibunya adalah abdi negara yang tidak bisa membantah jika itu jalan yang lurus menurut mereka...
sampainya dirumah remaja itu masih terlihat sedih nan kecewa nya dan langsung masuk ke kamarnya dan sholat dzuhur terlebih dahulu langsung dia merebahkan tubuh di kasurnya ...
ingin dia tidur tapi ia urunkan karna seperti nya perutnya sudah memanggilnya untuk makan karna sedih juga butuh nutrisi juga... ia menuruni tangga dan terlihat dari tengah tangga bibi yang berkerja disana terlihat sangat khawatir setelah ia lihat bibinya itu menerima telefon dari seseorang dari telepon rumahnya... tanpa bimbang lagi dia menyapa bibi itu dengan sedikit tersenyum...
" bii.. bibi kenapa seperti cemas dan ingin Menangis begitu..? " ucap gadis remaja itu dengan lembut dan manis
" non mari kita duduk non... bibi ingin mengatakan sesuatu pada enon.. " ucap bibi dengan suara bergetar serasa air matanya ingin jatuh dari pelupuk matanya...
bibi itu seperti mehela nafasnya panjang dan remaja itu masih bingung dengan apa yang akan dikatakan bibinya itu..
__ADS_1
" non tadi nyonya dan tuan pergi ke tempat yang mereka tuju dan mereka menitipkan non pada saya dan di suruh bilang karna mereka tidak bisa karna sudah ada telepon dari komandan pasukan untuk segera berangkat setelah Anda pergi dari sini... " ucap bibi sambil menghela nafas nya yang kesusahan untuk mengatakan yang selanjutnya
" tapi... non yang sabar yah saya yakin non kuat untuk menghadapi semuanya... saya akan selalu bersama non sampai kapanpun non... " ucap bibi dengan genangan air mata yang sudah runtuh dari dinding oenahan air matanya..
" aku semakin tidak mengerti apa maksud bibi... coba katakan dengan jelas bi..... jangan bertele tele " ucap remaja itu dengan penasaran apa yang mau di katakan bibinya itu yah pembantunya...
" non tadi saya menerima telepon dari kantor dimana ibu dan ayah non bertugas.... dan mereka mengatakan bahwa..... "ucap bibi tak tahan dengan isak tangusnya menjadi karna dia juga menyayangi sosok kedua tuan dan nyonyanya tersebut...
" bahwa apa bi... yang dikatakan mereka ayo bi... jangan bikin aku khawatir... " ucap remaja itu dengan air mata yang jatuh tanpa permisi
" bahwa... nyonya dan tuan... gugur di dalam penyadapan dan mereka yang menustaskannya... tapi.... " belom sempat bibi mengatakan lagi remaja itu langsung jatoh tak sadarkan diri hinga....
__ADS_1
Pemakaman selesai tapi remaja itu tetap setia menatap kearah kuburan ayah dan ibunya dengan tatapan kosong yang sulit di artikan... hanya air mata yang selalu lolos di pipi mulusnya yang membanjiri pasmina hitam yang dikenakan...
" non udah siang non apa kah non tidak mau pulang kita berdoa yah non supaya nyonya dan tuan di tempatkan di sisi nya yah non " ucap bibi karna dia juga ikut sedih dengan keluarga majikannya tersebut krna sudah 2 bulan berlalu setelah kepergian majikannya itu nyonya remaja nya itu tampak seperti tidak ingin hidup lagi
ternyata hari dan bulan begitu cepat kita lalui kini sudah mengijak 40 hari almarhum dan almarhumah ibu dari remaja itu tapi wanita itu tetap setia dengan tatapan matanya yang kosong hingga akhirnya paman dan bibinya sudah datang dan ingin menasehati ponakannya dan sekarang ingin menganggapnya sebagai anak sendiri...
" sayang sudahi sedihmu Maria kita bangkit sayang apakah kamu tidak kasihan kepada kedua orang tuamu dan cita cita mereka hemm... " tanpa disadari remaja itu mulai mencerna setiap bait bait kata yang disampaikan pamannya dari sodara ayahnya tersebut... tanpa disadari
hening....
"AYAHHHHHH.... IBUUUUUU..... JANGAN TINGGALKAN AKU...... " ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜**
__ADS_1
OKE YAH ... UDAH SELESAI LAH CERITA MASALALU REMAJA ITU YAH... DAN PASTINYA KALIAN UDAH TAU KAN KALO REMAJA ITU SIAPA BUKAN........ MASIH SEDIH NIH... NANGIS SENDIRI AKU JADINYA......