
Setelah mendengar itu Alex segera pergi dari sana tanpa memperdulikan Joshua lagi yang menatap kesal ke arah punggung Alex karena di tanya seperti itu. Yang sudah pasti jelas dia tidak akan sudi menikah dengan Carla.
Sesampainya di ruangannya, Alex tidak menyangka jika Carla tengah membaca novel sambil tersenyum sendiri bahkan hingga pipinya berubah menjadi kemerahan. Alex memperhatikan wanita itu lebih lama.
Meski ada rasa tertarik namun ia tidak menginginkannya Carla berada di sisinya. Ia melakukan ini juga demi hanya mendapatkan seorang anak dari Carla.
Dengan demikian Alex tidak perlu menikah lagi, meski mungkin ini akan sulit dan menyakitkan bagi Carla nantinya. Alex berdiri tepat di samping Carla namun Carla masih saja belum menyadari kehadirannya.
"Ekhem, " Dehem Alex.
Carla yang mendengar suara seseorang langsung menoleh ke arah suara dan ia sangat terkejut hingga hampir melempar novel yang di pegang nya bahkan ia hampir teriak, sebelum itu terjadi Alex langsung menutup mulut Carla dengan tangannya.
"Jangan teriak bodoh! " Kesal Alex pasalnya ruangannya belum di ganti menjadi mode kedap suara.
Setelah merasa Carla sudah tenang dan tidak akan teriak, Alex baru melepaskan tangannya dari bibir Carla. Terlihat jika Carla kehabisan napas hingga wajahnya sangat memerah.
"Bisakah kau tidak mengagetkan ku? " Tanya Carla setelah mengatur napasnya kembali.
Alex tidak menjawab, laki-laki itu langsung berjalan menuju bangku kebesaran nya dan mengambil sebuah remot setelah itu ia mengubah dinding ruangannya menjadi kedap suara.
Carla yang duduk sambil memperhatikan pergerakan laki-laki itu merasa bingung. Namun ketika Alex memberi tahu ia langsung mengerti dan bertanya soal kesepakatan yang akan mereka sepakati.
"Remot kontrol ruang kedap suara, " Jelas Alex seperti biasa singkat padat dan jelas.
__ADS_1
Alex kembali duduk di bangku kebesarannya, Carla yang melihat itu langsung menghampiri Alex dan duduk tepat di hadapan Alex dengan tatapan yang serius.
"Jadi kesepakatan apa yang kau inginkan? " Tanya Carla dengan serius.
"Sepertinya kau sudah tidak sabar, baiklah aku akan jelaskan, " Jawab Alex tersenyum miring.
Carla yang mendengar itu sedikit takut dan waspada, sedangkan Alex mulai menuliskan sesuatu di kertas kosong. Setelah selesai dengan tulisannya Alex segera memberikan kepada Carla.
Carla menerima itu dan membacanya dengan perlahan dan teliti, di sana surat perjanjian dan juga ada kesepakatan yang di inginkan oleh Alex dan juga ada banyak keuntungan untuk Carla.
Carla yang sudah selesai membaca perjanjian sedikit tidak Terima, wanita itu protes kepada Alex karena perjanjian nomor 3 yang berisi jika tidak akan ada ikatan pernikahan sama sekali.
Sedangkan dalam Perjanjian Alex menginginkan seorang anak laki-laki darinya, tentu saja Carla tidak Terima sebab ia tidak akan mau berhubungan dengan laki-laki jika tanpa status pernikahan.
"Aku tidak setuju dengan perjanjian ke 3, mungkin aku bisa saja menerima permintaan mu yang pertama dan kedua... Tapi aku tidak akan berhubungan dengan laki-laki tanpa ikatan pernikahan, " Jelas Carla tidak Terima.
Carla terdiam, sungguh ia benar-benar tidak ada pilihan jika ia tidak menyetujui permintaan itu ia akan terikat dengan pernikahan yang bahkan laki-laki nya tidak menginginkan nya ada.
Carla kembali berpikir, Alex yang melihat itu tersenyum Carla tidak akan bisa lepas dari perjanjian ini. Karena ia sudah memberikan keuntungan yang sangat besar kepada wanita itu.
Hanya mengandung dan melahirkan 1 orang putra Carla akan mendapatkan fasilitas komplit saat sedang hamil, selama ada perjanjian itu Alex Tidak akan ikut campur dengan urusan Carla.
Laki-laki itu tidak akan menuntut apapun selain kehamilan bayi laki-laki. Dan juga setiap bulannya Carla akan di berikan uang senilai 20 juta perbulan untuk perawatan kesuburan.
__ADS_1
Dan satu lagi setelah bayi yang di kandung lahir, Carla tetap bisa bertemu dengan bayi mereka dan menganggap Carla sebagai ibu putranya namun itu semua harus di rahasiakan dari publik.
"Sebaiknya kau pikirkan ini, kau bisa kembali lagi ke sini besok sore pukul 3," Jelas Alex karena ia jengah menunggu dan juga ia masih ada rapat 1 jam lagi.
Carla yang mendengar itu mengangkat kepalanya dan mengangguk, Carla membawa kertas yang berisi perjanjian dan pergi meninggalkan ruangan Alex tanpa berkata apapun.
Sungguh Carla benar-benar masih sangat di lema dengan keputusan yang akan ia ambil nanti terlebih ia hanya di berikan waktu sampai besok sore saja. Jika pilihannya salah ia akan sangat menyesal karena mengabaikan kesempatan ini namun jika ia terima ia juga pasti akan sangat menyesal.
Carla berjalan keluar dari ruangan Alex banyak mata yang memperhatikan namun ia tidak peduli. Carla segera keluar dari perusahaan besar itu dan memberhentikan taksi yang lewat.
setelah dapat taksi ia benar-benar bingung dengan keputusannya, wanita itu terus melamun di dalam mobil bahkan tidak sadar jika mereka sudah sampai di tempat apartemennya berada.
sedangkan Alex yang melihat wajah pucat Carla tersenyum, setelah kepergian wanita itu Alex menyuruh asistennya untuk menyuruh orang untuk mengikuti Carla, asisten Alex sebenarnya tidak yakin dengan keputusan Alex. namun mau bagaimana lagi? itu sudah keputusan Alex.
"tuan, apa kau yakin dengan nyonya Carla akan menerima perjanjian itu? " tanya asisten nya memberanikan diri.
"dia akan menyetujuinya, tidak mungkin ia akan menolak dengan keuntungan besar yang aku berikan, " jawab Alex tersenyum miring.
asisten Alex yang melihat itu hanya bisa menelan ludah, sungguh ekspresi Alex sekarang benar-benar mengerikan terlebih dengan rencana yang ada di otaknya itu lebih jauh mengerikan.
🏓🏓🏓🏓🏓🏓🏓🏓🏓🏓🏓🏓
halo guyss, aku bawa rekomendasi lagi nih dari kak NURMA AZALIA dengan judul novel RAHASIA ISTRI CULUNKU jangan lupa mampir ya.
__ADS_1
Perjuangan seorang wanita bernama Aracelia Daneen Gunawan untuk meluluhkan hati seorang karyawan biasa di kantor ayahnya. Hingga ia mengubah penampilannya demi menutupi identitas sebenarnya bahwa dia pernah ada dalam kejadian masa kelam pria itu. Ali Danish Mahendra, nama pria yang terpaksa menikahi gadis culun. Putri sang bos di tempatnya bekerja. Lalu bagaimanakah perjuangan Ara untuk meluluhkan hati Danish?