
Bunyi bel sekolah sudah setengah jam yang lalu, tak terasa panas semakin terik, tapi masi ada yang rela berbaris dengan rapi di lapangan, satu persatu dari mereka mulai maju memperkenalkan diri sebagai peserta yang akan masuk dalam sebuah organisasi yang berlambangkan cikal kelapa itu.
"Riii ayok ini giliran kamu yang perkenalkan diri, jangan bengong terus"
Rara memberi semangat pada Rya. "eh ini semua salah kamu ra aku ngk mau ikut, panas tau, enak an dirumah bisa tidur tiduran" Ucap rya kesal.
mau tidak mau Rya harus maju ke depan menghadap beberapa senior yg kelihatan sangar dan pemarah, wajah nya tidak bisa di katakan baik baik saja, apalagi pria yang memakai jaket Army di sudut sana, melihat wajahnya saja Rya makin menjadi kesal, jangan lupakan wajahnya yang arogan dan mata tajam itu selalu memandang ke arah Rya dengan tidak senang.
"Hallo saya Ryafianza anak kelas X IPA 1" perkenalan Rya dengan senyum yang di paksakan. "apakah begitu cara mu memperkenalkan diri" tanya pria yang memakai jaket army di sudut sana.
Pria itu bernama Fardhan Zaindra, dia adalah seorang Pradana (bisa dikatakan pemimpin cowo dalam pramuka).
Rya hanya bengong menangapi ucapannya, bukanya takut ria malah memutar bola matanya ke samping sambil berkata "lalu saya harus bagaimana?" tanya nya dengan santai.
Rara merasa shock mendengar kata kata yang terlontar dari mulut rya, jangan kan rara hampir semua dari orang-orang yang ada di sana tidak percaya akan hal itu, masalahnya tidak ada yang berani untuk berkata seperti itu kepada zain, cowo arogan itu sangat tidak suka di bantah apalagi sambil melirik kan mata seperti itu.
__ADS_1
"sekarang kamu ikut saya" kata zain tanpa bantahan.
dengan santainya Rya berjalan di belakang zain, tidak ada rasa cemas di hatinya malah rasa kesal melihat tingkah zain yang suka mengatur orang sesuka hatinya.
"kamu tau apa kesalahan mu ?" tanya zain pada Rya.
"Tidak" jawab Rya singkat.
"Belum saja menjadi anggota, kamu sudah melanggar aturan dari organisasi, dimana rasa hormat mu sebagai junior, apakah kau tidak di ajarkan sopan santun?" Tanya zain lantang.
"apakah dengan perkenalan saya seperti itu anda menyalahkan didikan saya ?" tanya rya tidak terima.
"saya hanya memperkenalkan diri dan anda mengatakan apakah begitu cara memperkenalkan diri, lantas bagaimana memperkenalkan diri yang baik?" lanjut rya dengan menatap zain dengan tatapan tajam.
"apakah kau tidak memperhatikan teman teman mu saat memperkenalkan diri ?, apa yang kau lakukan saat teman teman mu memperkenalkan dirinya ?" tanya zain pada rya dengan tatapan yang tak kalah tajam.
__ADS_1
rya mengakui kesalahannya, saat teman temannya memperkenalkan diri dia tidak fokus dan malah mengeluh karna panasnya matahari menyengat kulitnya yang tipis itu, akibatnya kulitnya menjadi merah seperti udang rebus.
"kenapa diam" tanya zain mulai melunak, dia tidak tega melihat wajah rya yang memerah itu.
"maaf" cicit rya dengan suara yang hampir tidak terdengar.
"lain kali jangan di ulangi, kalau mau perkenalkan diri mu senyum lah dengan tulus, dan tatap orang yang ingin kamu ajak perkenalan, tidak dengan menunduk dan mengeluh panas, karna bukan hanya kamu yang merasakan panasnya matahari semua orang merasakan nya" penjelasan zain sangat panjang.
entah mengapa kali ini zain banyak bicara dan cenderung lembut, tidak ada wajah arogan dan tatapan mata tajamnya lagi.
rya mengangguk dengan senyum tipis di wajahnya, sambil menatap zain rya mengucapkan terima kasih, dia berjanji akan lebih sopan lagi kedepannya.
dia merasa bersalah kepada zain karna telah membencinya di hari pertama bertemu saat awal masuk SMA, karna rya tidak sengaja menabraknya, hal hasil zain jatuh dengan minuman yang berserakan di lantai. di situlah awal mula rya membenci zain, menurutnya zain sombong, arogan dan pemarah, nyatanya Zain adalah orang yang lembut dan pengertian.
mau lanjut ?
__ADS_1