
Hari ini adalah hari jumat, dimana hari latihan Pramuka di mulai di SMA N 1 Mutiara. Latihan di laksanakan tepat pada pukul dua siang, dan tidak ada kata terlambat bagi semua anggota pramuka.
peserta baru yang sudah mendaftar di baris kan di lapangan dan siap untuk di absen.
"Andrana zakian" teriak sang kirani (sekretaris perempuan dalam pramuka).
"hadir kak" jawab rara tegas.
di dalam pramuka di ajarkan bersifat tegas namun tetap dalam kesopanan .
"selanjutnya, Ryafianza?" lanjut kirani mengambil absen.
suasana tiba² menjadi hening, wajah rara tampak cemas dan ketakutan melihat sahabat nya belum datang juga, padahal dia sudah mengingat kan untuk datang lebih awal.
"mati gue, ni anak kemana?" tanya rara dalam kecemasan.
"Ryafianza?" kirani mencoba memanggil sekali lagi.
"hadir kak" jawab Rya sambil berlarian ke lapangan. menuju barisan tepat di samping rara.
"astagfirullah Rii, kamu kemana saja, aku kan udah ingatin datang lebih awal, kenapa baru datang sekarang, apa rumah mu sudah pindah ?" marah rara pada rya.
"diam dulu kenapa, capek ni" jawab rya sambil mengambil nafas.
"Ryafianza"
rya terkejut bukan main masalahnya namanya di panggil dengan suara lantang di depan puluhan orang yang sedang berbaris, di tambah semua menatap ke pada nya seolah ingin memakan nya hidup-hidup.
"siapa yang menyuruh mu berdiri di sana ?" tanya zain dengan suara tegas dan penuh tekanan.
__ADS_1
"maaf kak, saya hanya mengikuti teman teman saya berbaris disi" jawab rya dengan suara yang cukup pelan. Rya tak berani lagi menjawab seperti kemaren karna dia tau kesalahannya.
"mengikuti teman mu ?, apakah teman teman mu juga datang terlambat seperti mu ?" tanya zain lagi.
"tidak kak" jawab rya makin pelan
"ikut dengan saya" kata terakhir Zain tanpa penolakan.
"lanjutkan absensinya" lanjutnya pada kirani.
zain membawa rya ke ujung lapangan untuk memberikannya hukuman karna keterlambatannya.
"lari keliling lapangan sebanyak 50 putaran, setelah itu pilah semua sampah yang bertebaran sepanjang lapangan" instruksi zain kepada rya.
"kak ?" rya memasang wajah lesunya.
"larinya bisa di kurangi ngk, aku capek tadi aku juga habis lari-larian dari rumah ke sini" wajah rya makin dibuat lemas.
"saya tidak suka bantahan" final zain sambil berjalan keluar lapangan.
"saya akan memantau kamu, jika kamu tidak melaksanakan hukumannya maka hukuman mu akan saya tambah 3x lipat" lanjut zain sambil menatap rya tajam.
btw rumah ria ke sekolah itu dekat bgt ya bestiee cuman jarak 4 menit kalau jalan kaki.
"sial bangat gue hari ini" keluh rya mulai melaksanakan hukumannya.
Di ujung koridor zain terus memantau rya, dia diam² tersenyum, ini pertama kalinya bagi zain tersenyum, membuat dani keheranan.
"lu kenapa dah zain, gila ?" tanya dani bercanda. zain hanya diam menangapi ucapan yang terlontar dari mulut dani.
__ADS_1
"kalau suka itu di kejar, bukan di marah marahin terus, nanti dia benci baru tah rasa" kata kata dani membuat zain diam seribu bahasa, masalahnya bukan dia tidak mau mengungkapkan kepada rya tentang apa yang ia rasa. tapi ini terlalu awal untuk segalanya.
sebenarnya Zain menyukai rya dari awal pertemuan mereka sebelumnya, karna zain memiliki sifat cuek dan arogan dia seolah olah tidak tertarik pada rya. bahkan dia memarahi rya saat pertemuan pertama mereka.
*_____*
"kak" sapa rya saat menghampiri zain.
"hmm" cuek zain pada rya, dia memilih sibuk dengan kertas di tangan nya dari pada memandang rya.
"kak" kata rya lagi.
"apa" jawab zain dengan suara sedikit di tinggikan.
hal itu tentu saja membuat rya kaget, masalahnya sifat zain yang berubah² membuat rya bingung.
"kemaren aja lembut, sekarang udah keluar tanduknya" rya bicara pelan.
Zain menatap rya kebingungan, pasalnya dia tidak mendengar jelas apa yang di bicarakan rya.
"kamu ngomong apa ?" tanya zain pada rya.
"tadi kak kiara bilang absen aku belum di ceklis". kata rya sambil menatap zain
*kiara itu yang kirani ya bestiee
"nah ceklis sendiri" jawab zain sambil menyerahkan selembar kertas.
..........
__ADS_1