Pria Dengan Cinta(BTS)

Pria Dengan Cinta(BTS)
Jin dan Jenifer


__ADS_3

Jimin sudah keluar dari kamar Viona dan menuju ke ruang makan


lagu


"Kenapa kalian menatapku seperti itu apa aku tampan??" Jimin.


"Kau habis berbuat mes**m" Jenifer *menatap Jimin dan Viona*.


Astaga bukankah aku tadi sudah menjelaskan kepada jenifer!! Batin Jin.


"Haaa" Jimin *berpikir*.


"Oh tadi aku salah masuk tempat dan tidak sengaja ke kamar Viona. Kau tidak usah berpikir macam macam" Jimin *menjelaskan*.


Mereka pun selesai makan.


Jenifer dan Jin sudah buat janji untuk pergi jalan jalan.


"Chagi kita akan pergi kemana dari tadi kita jalan kaki mengitari tujuan yang tidak jelas" Jin*mengandeng tangan Jenifer*.


Jenifer pun melepaskan tangan Jin dan berlari entah kemana dan Jin pun mengikuti Jenifer.


"Kita sudah sampai" Jenifer*berhenti*.


"Ini taman hanghang bukankah kita sudah lewat sini barusan" Jin*kesal*.


Jenifer pun menarik tangan Jin. Mereka menuju ke tempat persewaan sepeda


"Aku mau naik sepeda" Jenifer *tersenyum*.


"Baiklah aku akan memboncengmu" Jin *tersenyum.


Jenifer menggelengkan kepalanya. Jin tak mengerti apa maksud Jenifer


"Jadi kau mau apa nona manis" Jin *mendekat*.


"Aaah aku hanya mau" Jenifer*gugup*.


Jin semakin mendekati Jenifer.


"Hei apa yang kau lakukan kau semakin memojokanku" Jenifer *gugup*.


Jin mendekati Jenifer dan membuatnya terpojok hingga tangganya memegang sepeda.


Jarak Jin dan Jenifer semakin beberapa cm


Jin mulai mendekati Jenifer dan membuat Jenifer menutup matanya.


Ternyata Jenifer salah paham ,jin hanya mengambil daun yang jatuh tepat di rambut panjang Jenifer.


"Jadi ada yang merasa pengen di cium ni??" Jin*mengangkat satu alisnya*.


"Ah tidak aku pikir kau akan memukul pipi imutku karena ada nyamuk hehe" Jenifer *mengalihkan pembicaraan*.


"Ah baiklah" Jin*tersenyum*.


Jenifer dan Jin pun akhirnya balapan sepeda.


Jenifer mengayuh sepedanya sekencang mungkin tiba tiba Jenifer terjatuh karena rantai sepedanya rusak.

__ADS_1


"Auh" Jenifer *kesakitan*.


Jin sudah sampai di finish perlombaan.


"Yeah aku menang" Jin *tersenyum*.


Jenifer tiba tiba datang tapi mengayuh sepeda melainkan membawa sepeda dengan berjalan kaki.


Jin pun menghampiri Jenifer


"Chagi ada apa denganmu??" Jin *panik*.


Jenifer terdiam karena merasa kesakitan sebab lututnya berdarah karena terjatuh dari sepeda.


"Ah tadi rantai sepedanya rusak lebih baik kita ke bengkel untuk memperbaiki sepeda ini" Jenifer *menjelaskan*.


Tak perlu basa basi akhirnya Jin pun memperbaiki sepeda tersebut.


Sementara Jenifer duduk bersandar di taman menatapi awan awan.


Setelah selesai memperbaiki Jin pergi membeli minuman dan pergi ke apotik.


"Minumlah kau pasti haus dan biarkan aku obati lukamu"Jin*tersenyum*.


"Ah tidak apa apa aku sudah dewasa berikan obatnya kepadaku"Jenifer *tersenyum*.


Jin tak menghiraukan ucapan jenifer. Jin pun berlutut dan mengobati lukanya.


"Lukanya sudah selesai" Jin*duduk.


"Ah terimah kasih chagi.ah" Jenifer *mencium bibir Jin sekilas*.


Tiba tiba Jenifer sadar dari apa yang dia lakukan tadi dan membuang muka dari Jin sementara Jin malah tidur di paha Jenifer.


Sementara Jenifer terdiam dan mengelus rambut Jin dan menutup matanya.


Tiba tiba saja Jin terbangun dan mencium bibir Jenifer.


Jenifer tidak terkejut sama sekali ia justru membalas ciuman Jin, mata mereka saling menatap pandangan satu sama lain.


Meskipun banyak orang yang berada di taman mereka tidak peduli mereka menganggap dunia hanya milik mereka berdua.


Ciuman pun selesai. Jenifer mengaruk kepalanya yang tidak gatal sementara Jin tersenyum dan memegang rambut Jenifer.


"Astaga chagi.ah apa kau tidak pernah mencuci rambutmu??" Jin.


"Ah aku sudah tiga hari tidak mencuci rambutku. Memangnya kenapa??" Jenifer.


Jin pun membuka rambut Jenifer.


"Astaga chagi rambutmu banyak kutunya" Jin*pura pura terkejut.


Jenifer menoleh ke arah Jin. Otomatis rambut Jenifer yang panjang itu mengenai muka Jin


"Astaga kenapa tidak kau potong saja rambutmu itu sampai mengenai mukaku" Jin*kesal


"Astaga aku tidak sempat kesalon" Jenifer


" Ah sudah tidak pernah mencuci rambut sekarang tidak pernah kesalon dasar kotor" Jin*berdiri dari kursi

__ADS_1


"What apa kau bilang. Kala aku tidak bersih kenapa kau tidak mencari yang lain saja atau pacaran sama anggota Bp" Jenifer*pergi


Jenifer pun melangkahkan kakinya meninggal Jin yang masih berada di taman


"Menyebalkan lagipula jika aku punya kutu justru dia akan tertular" Jenifer*kesal.


Jin tersenyum mengikuti Jenifer dari belakang.


"Awas kau ya aku benci padamu Jin aku tidak akan memaafkan dirimu" Jenifer*kesal.


Jin masih tertawa tapi tidak terdengar di telinga Jenifer.


Jenifer masih kesal dan menyumpahi Jin yang tidak tidak sampai dia terpeleset karena seseorang membuang kulit pisang ke sembarang arah.


Beruntunglah Jin berada di belakang Jenifer jika tidak kepalanya akan terbentur oleh sebuah batu besar yang berada disekitar taman.


"Hati hati jika berjalan" Jin*menahan Jenifer.


Jenifer melepaskan dirinya dari Jin karena masih kesal oleh Jin yang mengatai yang tidak tidak.


"Hei bukannya berterima kasih malah marah" Jin*mengikuti Jenifer.


Jenifer tidak peduli Jin berbicara apa kepada dirinya. Diapun tetap berjalan tanpa membalikkan arah untuk menatap Jin masih mengikutinya atau tidak.


Jin yang begitu kesal akhirnya menarik tangan Jenifer dan memeluk Jenifer.


"Kita sudah pacaran berapa lama sehingga kau tidak mengenali diriku??" Jin.


Jenifer masih kesal tapi dia tetap menikmati pelukan Jin.


"Ah maaf sebenarnya tidak ada kutu di rambutmu aku hanya becanda" Jin*menjelaskan.


Jenifer masih terdiam dan membalas pelukan Jin dan Jin mengelus rambut Jenifer. Setelah itu menatap mata indah Jenifer dengan penuh cinta.


Cupp. Jin mencium Jenifer dan Jenifer membalas ciuman Jin. Sementara tangan Jin memegang pinggang Jenifer.


Banyak orang yang memperhatikan mereka tapi mereka tidak peduli. Karena tidak hanya mereka yang pernah berciuman di taman mungkin orang lain juga pernah mengalami hal yang sama seperti mereka.


Jin melepas ciumannya dari Jenifer karena melihat Jenifer yang kesusahan bernafas.


Sementara Jenifer tersipu malu dan wajahnya merah seperti orang yang kepedesan karena terlalu banyak makan sambel.


"Aku mencintaimu" Jenifer*memeluk Jin


"Aku juga mencintaimu sayangku dan calon ibu dari anak anakku" Jin*membalas pelukan


Pelukan mereka berdua membuat orang yang berjalan di sekitar mereka terlihat bahagia melihat mereka bermesraan. Terkadang ada yang cemburu karena yang satu cantik dan yang satunya taman.


Hayoo siapa yang kangen novel pria dengan cinta (BTS).


Maaf ya reader kalau author baru update soalnya author sibuk hehehe.


Jangan lupa ya like vote dan komen.


Aku punya novel lain judulnya:


Return of lost love. Akibat perkataanku. Jangan membenciku. Kenyataan tak sesuai harapan.


Selamat membaca😘😍

__ADS_1


__ADS_2