
usai sarapan rey dan fani langsung bergegas berangkat menuju perusahaan..
jalanan kota yang ramai dilirik nya dari kaca mobil..
sedari keluar dari villa fani tidak mengeluarkan sepatah kata pun...
hey.. fani.. fani..
kau kenapa.. biasa nya kau selalu marah marah.. kenapa tiba tiba jadi pendiam..
hey..
hey..
fani..
fani.. apa kau tidak mendengar ku.. apa pendengaran mu benar benar rusak karna akuenarik telinga mu semalam..
fani..
faniiii... rey mengeras kan intonasi suara nya..
apa..
apa kau sudah gila.. kau berteriak memanggil ku yang duduk di sebelah mu..
hey pria cabul.. selain cabul kau ini bodoh dan gila..
ciiiitty...
rey menghentikan kendaraan nya..
heh apa kata mu.. aku sudah memanghil mu pelan pelan dari tadi taoi kau tidak menjawab..
__ADS_1
dan berani nya kau mengatai ku..
turun kau dari mobil ku.. sebaik nya kau lenyah saja sana..
aku bisa mengajak mu mati bersama dengan cara menabrak kan mobil ini pada apa pun.. rey bastian wijaya.. aku tidak pernah main main dengan kata kata ku..
zuuuuuuuuummmmbbbb..
rey kembali mengemudi kan mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi..
hey.. kau apa kau benar venar sudah gila.. tidak ada orang yang berkendara secepat ini..
rey hentikan mobil ini atau kita akan mati.. reyyy... fani berteriak...
apa..
bukan kah kau ingin kita mati bersama... kalau begitu biar kan aku melajuk mobil ini sesuka ku...
terserah kau.. lajukan saja mobil ini.. atau kau tidak perlu menghindari kendaraan yang ada di depan mu.. tabrak saja mereka semua.. ayo tabrak ayo.. fani bicara dengan berapi api..
ciiitt... rey kembali menghentikan mobil nya..
fani aku sudah berusaha baik dan berdamai dengan mu.. apa kau ini bukan manusia.. kau ini benar tidak seperti wanita..
terserah kau..
huhftt.... rey menghela nafas kesal..
kembali melajukan mobil nya..
rey menghentikan mobil nya di parkiran..
ayo cepat turun kita sudah sampai..
__ADS_1
hari itu semua karyawan sudah menunggu di lantai utama... untuk menyambut kedatangan rey dan nona muda mereka...
rey dan fani menaiki lift..
ting pintu lift terbuka..
hars menundukan kepala... pagi tuan muda, nona..
kau sudah mempersiap kan semua nya..
sudah tuan.. jawab hars..
mempersiap kan... apa.. apa yang di persiap kan hars.. apa mereka ingin melempar ku dari lantai teratas gedung ini.. (batin fani)
ayo cepat..
rey menarik tangan fani.. apa yang kau fikir kan.. seluruh karyawan di perusahaan sudah menunggu mu.. kita tidak bisa membuang waktu mereka semua harus kembali bekerja setelah aku memperkenal kan mu pada mereka.. jadi jangan terlalu lama berfikir.. dan bersikap lah layak nya seorang nona muda.. jangan bersikap seperti orang huta..
hey kau bilang apa barusan.. kau mengatakan ky seperti orang hutan.. lepas kan aku.. fani menarik lengan nya melepas kan nya dari genggaman rey..
sementara hars hanya tersenyum melihat tingkah nona dan tuan muda nya..
hey fani.. kau ini sangat cantik jadi berhentilah marah dan berteriak ..
atau jika kau masih ingi berteriak cobalah kau berteriak sambil memandang cermin...
kalau kau bersikap seperti ini semua karyawan ku akan mengira bahwa kau ini adalah orang hutan.. jadi kau berhentilah berteriak dan marah marah.. mersikap manis lah layak nya seorang nona muda.. kau dengar aku fani.. kau faham kan.. rey bicara penuh penekanan....
fani hanya memutar mata malas..
huhfftt... sembari menghela nafas kesal...
ayo cepat..........
__ADS_1