
**Citra:** (Saat mereka berkumpul bersama teman-teman di sebuah kafe) Ini adalah malam yang indah, bukan?
**Dirga:** (Mengangguk) Benar sekali, Citra. Malam ini istimewa karena kita semua bersama.
**Maya:** (Dengan tulus) Aku benar-benar menghargai kesempatan kedua ini, terima kasih, teman-teman.
**Teman Dirga:** (Sambil mengangkat gelas) Untuk persahabatan yang kuat dan cinta yang tumbuh!
**Citra:** (Sambil tersenyum) Ya, untuk kita semua. Dan untuk semua pengalaman yang telah membuat kita lebih baik.
**Dirga:** (Dengan senyum lembut) Jadi, Citra, bagaimana dengan latihan taekwondo kita? Apa kamu sudah siap untuk mengambil medali emas di turnamen berikutnya?
**Citra:** (Dengan semangat) Tentu saja, Dirga! Kita akan terus berlatih keras bersama-sama. Dan siapa tahu, mungkin suatu hari nanti kita bisa membuka dojo kita sendiri.
**Maya:** (Sambil tertawa) Itu pasti akan menjadi sesuatu yang luar biasa untuk dilihat.
**Teman Dirga:** (Dengan senyuman) Kami akan selalu mendukung kalian berdua, baik di tatami atau di kehidupan sehari-hari.
__ADS_1
**Citra:** (Dengan rasa syukur) Saya sangat beruntung memiliki semua orang ini dalam hidup saya. Ini adalah bukti bahwa pertemanan yang kokoh dapat mengatasi segala rintangan.
**Dirga:** (Menggenggam tangan Citra) Saya sangat bersyukur memiliki kamu, Citra. Kamu adalah cahaya dalam hidup saya.
**Maya:** (Dengan tulus) Terima kasih, semuanya, atas kesempatan kedua dan dukungan kalian.
**Citra tiba-tiba dituduh oleh Maya atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan, dan hubungannya dengan Dirga dan teman-temannya menjadi retak. Citra berjuang untuk membersihkan namanya sementara Maya terus menggulirkan rencananya yang licik. Sementara itu, teman-teman Dirga merasa kecewa dan bingung karena mereka terjebak di tengah konflik ini.**
**Citra:** (Merasa bingung dan terkejut) Apa yang kamu bicarakan, Maya? Saya tidak pernah melakukan hal seperti itu! Saya tidak akan pernah memanfaatkan Dirga dan teman-teman kami!
**Dirga:** (Dengan wajah penuh kecewa) Apa yang sedang terjadi di sini?
**Teman Dirga:** (Dengan rasa kecewa) Apakah ini benar, Citra?
**Citra:** (Dengan mata berkaca-kaca) Tidak, tidak ada yang benar dari apa yang dia katakan! Saya tidak akan pernah melakukan hal seperti itu!
**Maya:** (Dengan senyum licik) Tentu saja, Citra, kita tahu kamu akan membantahnya. Tapi bukti dan kesaksian semua orang di sini berbicara lain.
__ADS_1
**Dirga:** (Merasa terpukul) Saya tidak bisa percaya ini, Citra. Kamu telah mengkhianati kepercayaan kami.
**Citra:** (Dengan nada putus asa) Dirga, kamu harus percaya padaku. Saya tidak melakukan apa-apa.
**Maya:** (Dengan nada mengejek) Terlambat untuk meminta maaf, Citra. Sekarang kamu harus menerima konsekuensinya.
**Citra:** (Dengan keputusasaan) Dirga, tolong dengar aku. Saya tidak pernah melakukan apa yang dia katakan. Saya tidak akan pernah memanfaatkanmu atau teman-teman kita.
**Dirga:** (Masih dengan rasa kecewa) Citra, ini sulit dipercaya. Mengapa Maya akan membuat cerita seperti ini?
**Maya:** (Dengan senyum sinis) Karena, Dirga, saya ingin membuktikan kepadamu betapa manipulatif Citra sebenarnya. Dia telah menipumu selama ini.
**Teman Dirga:** (Merasa bingung) Saya tidak tahu apa yang harus kita percayai sekarang.
**Citra:** (Dengan nada tulus) Saya tidak tahu kenapa Maya melakukan ini, tetapi saya berbicara jujur. Saya tidak bersalah.
**Maya:** (Dengan suara tinggi) Tentu saja, Citra. Tetapi apa buktimu?
__ADS_1
**Dirga:** (Berpikir keras) Saya perlu waktu untuk memikirkan semuanya. Ini adalah hal yang serius, dan saya tidak ingin membuat keputusan tergesa-gesa.