PUTRI KESAYAANGAN BERENGKARNASI

PUTRI KESAYAANGAN BERENGKARNASI
MENJADI PERMAISURI


__ADS_3

ADA APA INI"Bentak seseorang tiba tiba.


permainan dimulai ******"gumam Liu Shin sambil Smirk.


Memberi hormat pada yang mulia kaisar"Ucap para selir dan pelayan kecuali Liu Shin.


Hm"berdehem.


Heh wanita asing kenapa kau tidak memberi salam pada kaisar."ucap Ming Si.


Untuk apa"ucap Liu Shin malas.


KAU"bentak selir jiu sun dan...


PLAKK....


Ya itu suara tamparan tapi bukan Liu Shin yang di tampar malah sebaliknya Jiu Sun yang di tampar Kaisar Wang.


Yang mulia kenapa anda menampar saya"ucap Jiu Sun memasang wajah sedih.


Karena kau ingin menampar calon permaisuri kerajaan Wang"Ucap Wang Shu sangat dingin hingga semua orang yang ada di sana merinding termasuk Liu Shin.


A..apa per..permaisuri"ucap kompak para selir.


Iya,kenapa ada yang keberatan sekalipun kalian keberatan aku tidak peduli."Ucap Wang Shu dingin.


Tidak yang mulia kaisar, kami mohon pamit ke paviliun"Ucap para selir dan pergi.


hahaha rasain berani banget mau nampar gue,eh tapi nih kaisar ngeri banget gue gak pernah lihat orang seseram ini"batin Liu Shi merinding tapi di sembunyikan.


Kau tidak apa apa."Ucap Wang Shu lembut.

__ADS_1


Hah,iy..iya"tersadar dari lamunan.


Istirahat lah besok hari pernikahan kita"Ucap Wang Shu.


Baik yang mulia kaisar"Ucap Liu Shin malas dan kesel.


Pagi selesai mandi.



Hanfu dan riasan pernikahan.



Hanfu kaisar Wang(maaf ya gak mewah soalnya susah cari nya🙂).


Upacara pernikahan pun sudah selesai sekarang Kaisar Wang Shu dan Liu Shin sah menjadi suami istri dan Liu Shin resmi menjadi Permaisuri kerajaan Wang.


Akh semoga saja Kaisar Wang itu tidak macam macam di malam pertama pernikahan"Batin Liu Shin agak takut kalo kesuciannya di ambil sama Kaisar Wang.


Ada apa kenapa kau tidak tidur"Ucap kaisar Wang.


I..iya aku akan tidur"Liu Shin pun menutup matanya.


ah baguslah dia tidak macam macam dan kenapa aku sangat takut dan lemah di depannya padahal di duniaku dulu aku adalah jendral perang yang tak terkalahkan."batin Permaisuri Liu Shin bingung.


Tiba tiba...Grepp...Liu Shin merasa ada yang memeluk nya dari belakang tapi yang membuat dia merasa aneh kenapa dia tidak bisa memberontak saat di peluk Kaisar Wang orang yang paling dia benci dan kenapa dia merasa begitu nyaman di peluk Kaisar.


PAGI.


Saat Liu Shin bangun dia tidak melihat kaisar di kamarnya karena tidak ingin mengambil pusing memikirkan kemana Kaisar Liu Shin memilih untuk mandi karena nanti siang akan ada rapat jadi dia juga harus hadir karena dia sekarang adalah permaisuri kerajaan Wang.

__ADS_1



Hanfu dan riasan Permaisuri Liu Shin.


Permaisuri memang sangat cantik"Ucap Xili terkagum kagum melihat kecantikan Liu Shin.


Xili jangan pernah memujiku dengan kata cantik"Ucap Liu Shin dingin.


Hemm gak Kaisar gak Permaisuri sama sama dingin dan menakutkan"Ucap Xili ketakutan.


Baiklah Permaisuri."Jawab Xili.


Yaudah antar aku ke ruang rapat kerajaan"Ucap Liu Shin.


Baik Permaisuri"Ucap Xili.


Mereka pun berjalan pergi ke ruang rapat kerajaan para pelayan dan pengawal membungkuk hormat pada Liu Shin karena sekarang dia adalah permaisuri kerajaan Wang.


Permaisuri Liu Shin telah tiba....


teriak kasim kerajaan.


Memberi hormat kepada permaisuri kerajaan Wang"Ucap semua perdana mentri dan jendral kerajaan.


Hmm"Berdehem dingin.


Lapor yang mulia kaisar di perbatasan timur akan di serang kerajaan Zhang kerajaan terkuat kedua setelah kerajaan Wang kami takut akan kalah karena Kaisar mereka juga ikut turun tangan dalam peperangan ini"Ucap perdana mentri A.


Kenapa kau mengambil pusing masalah peperangan jika kaisar kerajaan Zhang turun tangan maka aku juga akan turun tangan dalam peperangan ini."Ucap Kaisar Wang santai.


Benar yang dikatakan yang mulia kaisar dia yang akan turun tangan dalam peperangan ini dan aku juga akan ikut turun tangan."Ucap Liu Shin membuat semua orang yang ada dalam ruang rapat kerajaan terkejut.

__ADS_1


TIDAK"Sontak semua orang terkejut mendengar bentakan yang sangat keras kecuali Kaisar Wang.


__ADS_2