Queen Mafia

Queen Mafia
Bab 54


__ADS_3

Kemarahan Sinta


...----------------...


Sinta yang sudah sangat malu pun semakin benci kepada Queena , Sinta pun menumpahkan air jeruk ke kepala Queena dan menampar kedua pipi Queena.


Plakk


Plakk


" Ini pasti gara gara lo kan ? lo yang udah ngerebut Abang gue dari gue , dan gara gara lo juga gue di bikin malu dengan Abang gue , mau lo itu apa hah "!. bentak sinta menunjuk ke arah Queena.


" Lo apa-apaan sih Sinta , main nampar-nampar orang aja , lo itu hanya anak tiri gak usah belagu ". ucap angel pedas


" Lo nggak usah ikut campur "!. bentak sinta menunjuk angel


" Asal kalian tau biarpun gue hanya anak tiri , tapi gue punya segalanya , Dedy Roy aja sangat menyayangi gue , dan apapun yang gue inginkan akan diberikan dia , gue minta kalian di keluarin dari sekolah ini pun juga bisa ". bentak sinta


" Anak angkat aja belagu lo mau ngeluarin kita , Kita gak masalah , malahan kita dengan senang hati keluar dari sekolah ini karena kita gak liat muka cabe cabe an lo pada , dan oh ya lo mau ngeluarin kami kan ? coba aja kalo bisa , secarakan walaupun kamu bad girl tapi kami jenius mana mungkin guru-guru dan kepala sekolah mau ngeluarin kita , yang ada lo pada yang di hampas nya jauh-jauh , soalnya lo pada punya otak pas pas an sok lagi ". ucap Aninda tak kalah pedas.

__ADS_1


" Pedas amat neng mulutnya ".celetuk Ardan


" Diam lo ". sinis Aninda


" Dan lo gak usah sok berkuasa , karena di atas langit masih ada langit , lagian itu juga harta Dedy lo , ups maksudnya Dedy tiri lo aja bangga , yang seharusnya lo bangain itu harta hasil jerih payah nya lo sendiri bukan hasil jerih payah orang lain , itu pun lo masih gak bersyukur malah masih ******** di club malam ". sinis fanesa


Sinta sudah sangat geram karena di permalukan berkali kali lipat.


Dia pun ingin menampar Queena lagi namun tangannya di cekal oleh Arkan.


" Jauhin tangan kotor lo dari dia ". ucap Arkan dingin dan menghempas tangannya , setelah itu Arkan membersihkan tangannya dengan tissue.


oh gue tau , nyokap lo pasti gak ngajarin lo sopan santun kan , makanya lo jadi anak pembawa sial". teriak Sinta


Sudah cukup Queena bersabar , dan kini kesabaran nya sudah habis , apalagi ini menyangkut tentang momy nya yang di jelek-jelek kan , Kenzo dan kenzi sebenarnya juga sangat marah dengan omongan Sinta yang menjelekkan momy mereka.


Queena memejamkan matanya dan setelah itu dia membuka matanya , matanya berubah menjadi warna merah darah altar ego Queena ( Lia ) keluar dan menguasai tubuh Queena.


Queena maju ke arah Sinta dengan tatapan Yang sangat tajam dan mengeluarkan aura seperti aura yang sudah siap menerkam musuhnya.

__ADS_1


Atmosfer kantin pun kini berubah menjadi sangat menyeramkan , siswa dan siswi pun merinding , mereka semua yang melihat mata Queena menjadi bungkam , dan tidak ingin mengusik ketenangan Queena ddk jika tidak ingin kenak masalah begitulah pikir mereka.


Queena semakin berjalan ke arah Sinta , sedangkan Sinta terus mundur karena merasa ketakutan dengan aura yang di keluarkan Queena.


Queena pun sampai di hadapan Sinta dann ......


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


{ Bersambung }


__ADS_2