
"ayah, Lily gk mau di jodohin,''tegas Lily terhadap ayahnya.''lily sayang ayah cuma mau yg terbaik buat kamu,''rayu sang ayah.
''kalau ayah masih maksa Lily, Lily bakal pergi dari rumah,''ancam lily.''ya sudah sana pergi barang-barang km udah ada dalam koper semua, sudah ayah siapin tadi,''jawab sang ayang dengan enteng sambil menunjuk koper kepada putrinya itu.
''ayaaaaaah,''
''apa lagi katanya mau pergi,''tantang sang ayah.''tapi ayah ada syarat kalau km emang todak mau di jodohkan.''lanjut sang ayah.
''oke tapi apa syarat nya,tanya Lily antusias.
''semua fasilitas yg km pegang sekarang ayah tari dan nanti ayah akan kasih fasilitas lain.
''apa aja tuh yah?,''tanya Lily antusias.
''ya seperti rumah dan kendaraan,''jelasnya.
''wah asik bisa punya rumah sendi dan ganti mobil juga,''ujar Lily girang sang ayah hanya tersenyum sinis melihat kelakuan putrinya itu.
''ya sudah nanti ayah anterin kamu ke rumah baru kamu.
''terima kasih ayah ku sayang,''ujar Lily sambil bergelantungan di tubuh sang ayah dan mencium pipi ayahnya.
''ya udah sana tunggu ayah di bawah nanti kita makan bareng untuk yang terakhir kalinya,''ujar sang ayah.
''siap Yah,''aku pun menuruti ayah untuk turun terlebih dahulu dan menunggu ayah di meja makan bersama kakak aku satu-satunya.
''kak nanti ikut aku ke rumah baru aku yuk, katanya ayah beliin aku rumah baru dan kendaran katanya biar aku mandiri,''jelas Lily dengan polosnya, kakak Lily hanya tersenyum karna dari kemaren ini semua sudah di rencanakan dan Kevin sudah tau semua fasilitas yang di janjikan ayahnya untuk Lily.
''wah pada ngomongin apa nih,'' goda bunda mereka.
''ini Bun Lily ngajakin aku temenin dia melihat fasilitas yang ayah berikan,''jawab Kevin sambil tersenyum kikuk.''ayah pun menghampiri kami dan duduk di kursinya yang emang khusus untuk ayah.''tak berselang lama mereka pun selesai dengan makanan mereka.
__ADS_1
''lily apa kamu sudah siap,''tanya sang ayah.
''sudah yah ayo berangkat.''sepanjang perjalanan Lily membayangkan betapa indahnya rumahnya dan betapa mewahnya kendaraannya itu, tapi semua itu sirna ketika aku melihat langsung fasilitas yang ayah maksud rasanya aku terbang tinggi sampai ke langit ke tujuh lalu dihempaskan kedasar lautan terdalam.
''nah sekarang ini rumah dan motor metik buat km,''ujar sang ayah sambil tersenyum.
''ayah jahat masa anak sendiri di kasih fasilitas kek gini rumahnya kecil pula, ini juga kok motor sih bukan mobil,''keluh Lily.
''lily ayah kamu ingin Lily mandiri tanpa fasilitas mewah ayah km juga gini ingin kama dapat teman yang Nerima kamu apa adanya jadi mulai sekarang Lily harus ubah penampilan juga ya,''nasehat bundanya.
''oke lh tapi kalo Lily mau sesuatu gimana.
''ya kerja lah masa kek gitu aja masih di pusingin,''ujar Kevin dengan nada mengejek.
''jangan ejek adek km Vin km juga bakal ayah kasih fasilitas juga kan jadi jangan iri sama adek km,''ejek sang ayah.''wajah Kevin langsung di tekuk mendengar perkataan sang ayah,sedangkan Lily malah gantian mengejek Kevin yg sedari tadi mengejeknya, sebenarnya itu semua sudah direncanakan semu tapi hanya Lily yang tidak mengetahui rencana kedua orang tuanya, bukannya tidak sayang terhadap mereka tapi ini juga demi kebaikan anak-anak mereka karna kedua orang tua Lily sudah tau pergaulan jaman sekarang, bunda Lily hanya khawatir anaknya di manfaatkan oleh orang lain.
'' ya udah deh gak papa lagian masih ada kakak aku tercinta yang juga senasib dengan Lily.''sindir Lily.
''ya sudah sini bunda bantu beres-beres,''ajak Sulis pada Lily anaknya.
''bunda kok cuma Lily yang di bantuin aku kok gk di bantuin,''rengek Kevin.''helena melirik putranya itu dengan tatapan sinis.
''tangan bunda cuma dua, nanti kalo rumah Lily udah beres bunda bantuin kamu, sulis, tapi sekarang km beresin sendiri dulu nanti kalo belom beres bunda bantuin kamu,''tiba-tiba wajah Kevin di tekuk karena kesal sama Lily tanpa sebab.
''kenapa tuh muka di tekuk,''ejek Lily.
''sudah ayo biar cepat beres kerjaannya udah siang nih,''ajak yusron sang ayah.''lily dan helena bergandengan tangan menuju rumah yang cukup sederhana tapi masih layak huni, dua rumah ini emang sudah di siapkan oleh yusron dari sejak lama meskipun sederhana tapi bahan pembuatan rumah tersebut cukup bermerek, cuma isinya aja yang cuma harga standar sebab yusron cukup memperhatikan kesehatan kedua anaknya tersebut,''ayah ikut aku ya bantuin juga,''ajak kevin.
''bunda ayo biar cepat selesai,''ajak Lily.
''lily dan helena membereskan barang-barang nya hampir 2jam beres-beres akhirnya selesai semua, dan mereka pun menghampiri Kevin dan yusron tapi Helena malah kaget melihat keadaan rumah Kevin bukannya rapi tapi malah seperti kapal pecah akibat perdebatan mereka berdua yang saling melempar barang.
__ADS_1
''apa yang kalian lakukan,''teriak Helena,''yusron dan Kevin pun menghentikan aktifitasnya karna mendengar teriakan Helena yang cukup memekak kan telinga,''kalian lagi ngapain hah,''dengan kedua tangan yang menjewer anak dan suaminya itu dengan tatapan tajam,''apun sayang, ayah salah,''rengek yusron memelas.
''maaf Bun Kevin salah lagian ayah juga,''ujar Kevin yg tak melanjutkan perkataan nya karna keburu ditatap tajam oleh bundanya.
''cepat beresin bunda udah gk mau bantu beresin rumah ini lagi kalian kerjakan aja berdua aku sama Lily mau merebahkan pinggang dulu,''perintah Helena sambil tersenyum.
''iya bunda,''jawab mereka memelas,''tapi mereka tetap membereskan nya tapi mereka membereskan barang-barang tersebut tapi memakan waktu yang lebih lama hampir 5jam mereka baru selesai membereskan barang-barang tersebut.
''akhirnya selesai juga,''ujar yusron yang sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa.
''yah, sudah bereskan sekarang pulang yuk bunda udah capek nih,''ajak helena.
''tunggu dulu Bun ayah mau ngomong sama anak-anak,''seka yusron.
''lily Kevin kalian sini dulu ayah sama bunda mau bicara,''ujar yusron.
'' iya yah.''merekapun duduk di hadapan orang tuanya.
''apa kalian tidak marah dengan keputusan ayah yang memaksa kalian untuk mandiri.
''jalanin aja dulu yah kalau soal marah enggak nya ya pasti kami marah tapi ini juga ayah lakukan demi kita,''jelas Kevin,
''syukur deh kalau gitu jadi ayah sama bunda kalian tidak terlalu merasa bersalah karna menelantarkan kalian.tapi kali soal biaya hidup kalian ayah akan kasih uang jajan 5jt 1bulan jadi kalian harus irit kalau kalian masih kekurangan biaya hidup kalian harus cari kerja sendiri, dan kalau ada apa-apa jangan pernah menyebut marga kita atau minta bantuan ayah sama bunda kalian harus urus sendiri masalah kalian, kalian harus belajar mandiri supaya tidak di manfaatkan orang lain apa kalian mengerti,''jelas yusron panjang kali lebar.
''ya udah kalian sekarang istirahat besok udah mulai masuk kuliah,''titah Helena,
''iya bunda,''jawab mereka kompak.
'' nih kartu ATM kalian masing -masing udah ayah isi 5jt kulkas kalian juga udah di isi sama bunda,''jelas yusron sambil menyodorkan kartu tersebut.
''ya sudah kami pulang dulu ya, dan hati-hati di sini jangan boros,''ujar Helena, Helena dan yusron pun pulang sedangkan Lily kembali ke rumahnya
__ADS_1