Rahasia Lily Si Kutu Buku

Rahasia Lily Si Kutu Buku
pertemuan pertama


__ADS_3

''lily merebahkan tubuhnya di sofa sambil melihat televisi siaran favoritnya.''duh lapar nih masak ah,''celetuk Lily, Lily berjalan ke dapur dan mencari bahan di kulkas, Lily sam Kevin sudah bisa masak sedari mereka berumur 9th karna sering di ajari oleh bundanya, jadi tidak terlalu sulit meskipun mereka tinggal sendiri.''masak apa ya?,''pikir Lily, lalu Lily memutuskan memasak nasi goreng, lily menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, tak berselang lama nasi goreng buatan Lily pun selesai Lily membawa masakannya ke ruang tamu sambil melihat televisi siaran faforitnya, Lily tidak lupa mengabari kevin kalau Lily sedang buat nasi goreng.


"( kakak lapar gak, kalau kakak lapar kesini Lily lagi buat nasi goreng kesukaan kakak )


"( iya kakak langsung ke sana jangan di habisin nasi goreng nya sisain buat kakak )


"( iya cepat kalo gak Lily abisin )" Kevin emang sangat menyukai nasi goreng buatan Lily, sebenarnya Kevin sering buat nasi goreng dengan bahan yang sama seperti saat Lily masak tapi nihil rasanya beda menurut lidah Kevin, tapi aslinya rasanya sama mungkin karna buatan adik kesayangannya jadi beda di lidah Kevin.


'' mana nasi goreng nya?,''tanya Kevin.


''tuh di dapur ambil aja sendiri,'' ujar Lily sambil menunjuk ke arah dapur.''kevin pun berlari menuju dapur menaruh nasi goreng tersebut ke piring dan Kevin pun menghampiri Lily di ruang tamu,''sini kak duduk,''ajak Lily. Kevin pun langsung duduk dan melahap makanannya dalam sekejap makanan yang di piring Kevin ludes Lily hanya geleng-geleng melihat kakaknya tersebut, nasi goreng lily pun juga habis.


''kakak mau kerja apa cuma manfaatin uang yg ayah kasih,''tanya Lily


''aku sih mau kerja Li lagian aku juga udah ada kerjaan, dari kemaren kakak udah nyari,''jawab Kevin tersenyum.


''ih kakak jadi dari kemaren emang udah tau ya kalau kita bakal pindah dari rumah,''


''iya lh niatnya kakak mau kasih tau kemarin tapi sama ayah gak di bolehin,''jelas Kevin.


''dasar Ayah keparat,''umpat lily.


''iiiss gk boleh gitu sama orang tua,''nasehat Kevin.''iya,''jawab Lily ketus.


''ya udah aku pulang dulu besok udah masuk kuliah takut kesiangan km juga cepat tidur udah malam nih,''titah kevin. Kevin pun pergi meninggalkan rumah Lily, sedangkan Lily langsung pergi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur yg empuk meskipun tak SE empuk kasurnya yang dulu, tapi Lily tidak mengeluh akan hal itu sebab meskipun dia anak orang kaya tapi Lily tidaklah manja Lily cukup sederhana, jam 7 pagi alarm hp Lily bunyi dan Lily langsung mematikan alarm tersebut dan mengumpulkan nyawa setelahnya Lily langsung ke kamar mandi melakukan ritualnya yang di bilang sebagai wanita cukuplah lama di dalam kamar mandi, setengah jam pun lewat Lily baru keluar dari kamar nya dan merias diri, Lily membuka lemari bajunya yang penuh dengan baju bermerek tapi lily mengabaikan baju tersebut dan malah mengambil baju Hem lengan panjang dan celana jins yang di beliin bundanya kemaren, itu semua di siapkan bundanya agar Lily tidak terlalu mencolok, Lily pun beralih ke meja riasnya dan menyisir rambutnya dan di biarkan tergerai, dan mengolesi bibirnya yang mungil dengan lip tint agar tidak keliatan pucat sebab hari ini Lily tidak mengenakan make up sama sekali, dan yang terakhir Lily memakai kacamata, aura si kutu buku pun nampak dari Lily hari ini.


''yap beres,''puji Lily pada dirinya sendiri. lily pun keluar dari rumah man mengendarai motor metiknya menunju kampus, sesampainya di kampus Lily melihat kakaknya yang sedang berbincang dengan temannya, Kevin pun sama seperti Lily yang memakai baju yang cukup sederhana tapi masih keliatan cool.


''kak,'' panggil Lily pada Kevin.


''ada Li,''saut Kevin tanpa noleh karna Kevin sudah kenal dengan secara adiknya itu.


''kaaak,''panggil Lily lagi dengan nada lebih tinggi.


''apa sih Li ganggu Kakak aja km, nih kakak lagi ngobrol sama teman kakak nih,''celoteh Kevin sambil berpaling melihat Lily yang memanggilnya sedari tadi, namu Kevin malah terkejut melihat penampilan adiknya itu yang gak seperti biasanya yang tampil elegan dan sekarang malah seperti maniak buku, rambut diikat yang awalnya di gerai dan kaca mata tebalnya yang tanpa riasan sedikitpun tapi masih keliatan imutnya.


''ini benar, km lily,'' tanya Kevin keheranan.


''ya iya lh kak ini adik kakak masa gak ngenalin aku apa,'' celetuk Lily kesan karna merasa terhina oleh kakaknya sendiri.

__ADS_1


''ya udah aku masuk aja kakak mah gak asik,''keluh Lily.


''eeeh tunggu li,'' cegah Kevin tapi Lily tidak menghiraukan panggilannya karna terlanjur kesal.


''hey bro dia adek Lo ya,''tanya seorang teman Kevin.


''iya dia adek gue umur nya masih 20th cuma selisih 2th sama gue kayaknya di ngambek deh,''ujar Kevin dengan raut wajah yg mulai gusar.


''ya elah bro ngambek doang jangan di pikirin nanti juga sembuh sendiri,''


''ya udah deh aku ke kelas dulu ya kayaknya kelas gue udah mulai deh,''ujar Kevin, Lily yang sudah berada di kelasnya pun duduk di di kursinya dan ada seorang murid yang duduk disebelah Lily mengajaknya bicara.


''hay boleh kenalan gak nama gue Olivia panggil aja Oliv,''sapa gadis itu.


''hay juga gue Lily salam kenal ya,''jawab Lily. Lily ngobrol dengan Oliv panjang kali lebar sampai bel istirahat bunyi.


''ke kantin yuk,'' aja Oliv. Oliv adalah gadis sederhana tanpa ayah dia hanya tinggal bersama ibunya Oliv orangnya baik rajin dan sering bantuin ibunya jualan kue sebagian kuenya sering dia bawa ke kantin kampus buat di di jual.


''ayok lagian sekarang udah waktunya makan siang,'' ujar Lily, mereka langsung akrab setelah pertemuan pertama, karna Lily merasa Oliv adalah anak yang baik dan rajin, mereka mengantri buat mesen bakso, setelah giliran antrian mereka, Lily pun memesan dua mangkuk bakso.


''duduk di sana yuk,''ajak Oliv, merekapun duduk sambil melahap bakso mereka setelahnya Lily mengajak Oliv ke perpus, sesampainya di perpus Lily memilih buku tapi buku yang di butuhkan Lily tempatnya tinggi Lily mencoba mengambilnya tapi tetap tidak sampai, tiba-tiba ada seseorang pria yang mengambilkan buku untuk Lily.


''terima kasih,'' ujar ku sambil mengambil buku tersebut, Lily buru-buru pergi meninggalkan tempat tersebut dan menghampiri Oliv.


''lama banget ngambil bukunya,''


''maaf tadi bukunya tinggi banget jadi susah ngambilnya,jelas Lily.


''maaf ini tempat saya,''ujar pemuda tadi yang sempat membantu Lily mengambil buku, lili mendongak untuk memastikan siapa orang tersebut,''maaf,''ujar Lily gugup, Lily pun pindah tempat duduk.


''ganteng banget Li,'' ujar Oliv pada Lily sambil mencubit lengan mungilnya.


''Aw sakit liv,''pekik Lily sambil membalas cubitan Oliv.


''maaf Li ngak sengaja, abisnya Arthur ganteng banget,''puji Oliv.'' emang lo kenal sama dia,'' tanya Lily.


'' ya gak kenal sih cuma tau aja, dia tuh anak orang kaya meskipun gak kaya kaya amat sih tapi menurut aq sih dia kaya karna papanya adalah pemilik perusahaan, tapi dia tuh ya baik ganteng pula idaman banget deh dia sama kayak kita jurusan kedokteran,''jelas Oliv dengan girangnya, tiba-tiba Arthur menghampiri Lily.


'' boleh kenalan gak,''tanya Arthur,

__ADS_1


''ya boleh''jawab Oliv antusias sambil menyodorkan tangannya.


''eh iya nama gue Arthur,


''oliv,''


''lily,''


''senang bisa berkenalan dengan kalian,''ujar Arthur, tiba-tiba Kevin menepuk bahu Arthur dan merangkulnya.


''lagi ngapain Lo bro,''tanya Kevin.


''gak ada cuma baca buku nih,''tunjuk Arthur pada Kevin.


''kalian saling kena,''tanya Lily dengan nada yang cukup kaget.


''ya iya lah dia kan sahabat kakak dari SMA.''jawab Kevin.


''lah kalian adek kakak,''tak beda jauh dengan Lily Arthur pun kaget ternya Lily adiknya Kevin sahabatnya itu.


''ini juga kena lu kaget gue kan pernah cerita soal kalau aku punya adek,''


''ya siapa sangka kalo adek lu itu Lily.''


''li dia kakak lu ya,'' tanya Oliv dengan nada membisiki telinga Lily.


''iya emang kenapa,''


''li katanya kamu mau kerja kakak ada nih kerjaan buat km di mini market,''ujat Kevin


''gak ah kak aku mau kerja part time sama Oliv di kafe,''tolak Lily, tadinya Lily udah cerita soal dia butuh kerjaan dan di situ juga di tempat Oliv bekerja kekurangan staf.


'' oh ya udah kalau km udah Nemu kerjaan,''


''nanti sore aku mau langsung ke kafe tempat Oliv bekerja sekalian ngajuin surat lamaran kerja,''


'' ya udah selesai dari sana kamu langsung pulang ya jangan malem-malem,''jelas Kevin.


''iya kak, ya udah kak Lily mau ke kelas,''lily pun meninggalkan Kevin sendiri sedangkan Arthur bareng kami masuk kelas karna kita satu jurusan.

__ADS_1


__ADS_2