RAJA UNTUK TANIA

RAJA UNTUK TANIA
Bab 4


__ADS_3

TAMAN


Nathan membawa Tania ke sebuah taman bunga yang ada danau kecil ditengahnya. Tempat tersebut merupakan tempat favorit Nathan untuk menghabiskan waktu atau sekedar merenung. Kali ini dia ingin memperkenalkan tempat favoritnya kepada Tania



“Woaahhh...”


Tania terpukau saat sampai di taman tersebut. Pemandangan yang sangat berbeda dan suasana yang sangat Asri , jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota.


“Ini bagus banget tempatnya”


Tania sangat excited hingga dia berlarian kesana kemari seperti anak kecil saking senangnya.


Apalagi banyak bunga yang tumbuh di sekitar danau dan ikan ikan kecil yang ada didanau membuat Tania gemas.


Nathan yang dari tadi menatap tingkah Tania tidak berhenti tersenyum. Bagaimana Tania bisa selucu ini pikirnya.


“Awas nanti jatuh kalo lari lari terus”


“Nathan.. ini bagus banget tempatnya. Ada danau nya lagi , ikan nya lucu lucu semua hihi”


“Dari mana lo tau tempat seindah ini Nathan ? Ini jauh dari kota lo “ tanya Tania yang penasaran.


“Gue dulu suka naik motor muter muter in kota sampai akhirnya gue nemu tempat ini. Hampir tiap hari sih gue kesini sekedar buat killing time. Kalo lo lagi suntuk bisa kesini kok,”


Tania mengangguk “gue pasti kesini”


Tiba-tiba Nathan meraih tangan Tania dan mengatakan , “Tania gue mau jujur sama lo”


“Soal apa Nathan ?”


“Lo inget kan waktu itu gue bilang kalo gue suka sama lo ? Gue mau serius sekarang, gue pengen lo jadi pacar gue, Tania. Gue sayang banget sama lo”


Ucapan Nathan membuat Tania diam cukup lama


“Nathan , lo tau kan kalo gue mau dijodohin. Kenapa lo tiba-tiba kayak gini?”


“Iya gue tau , Tania. Gue tau lo mau dijodohin. Tapi gue yakin, lo aslinya ga mau kan sama perjodohan itu?”


Tania hanya diam dan belum menjawab pertanyaan Nathan

__ADS_1


“Gue...”


Tania bingung harus menjawab apa . Tania membenarkan perkataan Nathan bahwa Tania memang tidak ingin melakukan perjodohan ini , tapi disisi lain Tania harus melakukannya demi papanya


“Jawab gue Tania! Jawab!” Ucap Nathan dengan nada tinggi


“Iya ! Gue emang ga mau sama perjodohan itu , tapi gue harus Tetep lakuin , Nathan!”


“Kenapa lo mau lakuin perjodohan itu Tania ? Mendingan lo tinggalin aja itu dan jadi pacar gue !”


“Gue ga bisa lakuin itu Nathan”


“Kenapa lo gabisa ?! Lo ga setuju sama perjodohan lo kan ? Lo bisa kabur Tania.. lo ga perlu ngorbanin kebahagiaan lo buat perjodohan yang gak berguna itu!”


“Cukup Nathan! Gue lakuin ini demi keluarga gue , tolong ngertiin gue!!”


Lantas Nathan memeluk Tania dengan sangat erat . “Tapi gue suka sama lo Tania , jangan tinggalin gue”


Tania mengusap lembut punggung Nathan untuk menenangkan nya


Cukup lama mereka berpelukan hingga akhirnya


“Ayo pulang , ini udah hampir malam” Ajak Tania yang dibalas anggukan oleh Nathan



“Habis dari mana kamu? Jam segini baru pulang” tanya Wijaya yang dari tadi menunggu di teras


“Habis keluar sama temen” jawab Tania sambil melepas jaketnya


“Sampek jam segini?” Wijaya heran karena baru kali ini Tania keluar hingga lewat jam makan malam


“Kenapa ? Sena aja yang selalu pulang subuh papa biarin kan.” Ucap Tania yang membuat Wijaya terdiam .


Wijaya hanya bisa menghela nafasnya


“Makan dulu sana habis itu istirahat , besok kita ketemu client papa”


Tania berlalu begitu saja tanpa menjawab


•••••

__ADS_1



Di suatu kamar , seorang laki-laki tengah duduk menatap pemandangan dari jendela sambil meminum bir favoritnya.


Laki-laki itu tidak lain adalah Nathan yang sedang sibuk berperang dengan perasaan nya sendiri.


“Haah... sekalinya gue jatuh cinta sama orang,kenapa jadi kayak gini sih?! Apapun caranya gue bakal dapet in lo Tania , gue janji bakal rebut lo dari siapapun”


Ditengah mood Nathan yang sedang tidak beraturan , Hp nanthan berdering pertanda ada seseorang yang menghubungi Nathan


“Ck! Siapa sih !? Ganggu banget”


Nathan menjawab panggilan tersebut dengan kesal


“Halo! Apaansih lo ganggu aja telepon jam segini!!”


“Oh yaudah kalo gue ganggu gue matiin aja!”


Kayak kenal sama suaranya... batin Nathan


Ehhh..


“Tania ?! Tania..”


tut..tut..tut..


belum sempat Nathan bicara , panggilan sudah terputus


“Ah bodoh bodoh bodoh ! Bisa bisanya gue ga liat dulu siapa yang telepon gue tadi”


Tanpa berlama-lama Nathan langsung menghubungi Tania balik


“Angkat dong angkat” ucap Nathan


“Kenapa telepon ?! Katanya tadi ganggu !” TanyaTania dengan ketus


“Maaf Tania , gue gatau tadi kalo lo yang telepon , lo jangan marah ya” bujuk Nathan


“Bodoamat”


“Ya ampun , lo marah ya ? Jangan marah dong cantik” Nathan masih berusaha membujuk Tania

__ADS_1


“Gue mau tidur aja bye”


Jangan lupa like ,komen dan votenya ya


__ADS_2