Raka Anggara

Raka Anggara
1


__ADS_3

"Woy siapa lo?" Sambil menepuk pundak raka dari belakang


Lantas raka langsung berbalik badan menyesuaikan ridwan berada. Ridwan pun kaget setelah melihat wajah raka teman yang selalu bersamanya dulu, raka juga merasakan apa yang ridwan rasakan.


"Raka... lo raka kan hah? iya lo pasti raka. Inget gue kan temen SMP lo? bukan temen, malah sahabat lo rak...," Ucap ridwan sambil menunjuk ke arah raka yang sangat kaget, sahabat yang selama ini dia cari ada tepat di depan dia


"Ridwan..." Ucap raka sambil ngomong dalam hati.


"Pasti dia bakal marah besar ke gua, atau bahkan mukul, gua terima itu semua, karena gua tau gua yang salah"


"Kringg... Kringg... Kringggg... "


Seketika bel masuk berbunyi, ridwan tidak puas dengan bel masuk sekolah, karena masih ada banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan tentang pertemuannya itu.


Lalu tanpa sengaja, raka melihat tiga wanita yang sedang mengobrol tepat didepan kelas mereka, sorot tatapan matanya hanya ke wanita sebelah kiri. Ini kali pertamanya raka penasaran dengan seseorang dan ingin tau siapa dia. Ridwan yang sadar dengan maksud dari tatapannya


"Dia tara, ketua OSIS di sekolah ini"


Raka mendengar ucapan ridwan, tapi dia tidak mau membahas itu, raka ingin pertemuannya dengan ridwan tidak berakhir dengan kebencian


"Raka... ikut ke ruangan ibu sebentar" Ucap bu lina wali kelas raka, guru yang lumayan galak dan sangat cerewet tapi sayang terhadap murid-muridnya


"Iya bu. Gua tinggal dulu wan, nanti bakal gua jelasin semuanya"


"Gue tunggu itu" Ucap ridwan dengan perasaan yang serba salah, marah atau senang


Setelah itu raka pun mengikuti bu lina ke ruangannya


"Ada apa bu" Ucap raka


"Ibu sudah liat semua nilai kamu, jadi ibu mau kamu juga bisa mendapatkan nilai-nilai seperti ini disekolah baru kamu ini. Ini buku-buku kamu, nanti masuk ke kelas bareng ibu"


"Iya bu..."


Raka bersama bu lina pun keluar dari ruangan itu dan akan pergi masuk ke kelas XII. Sesampainya dikelas


"Pagi murid-murid, kita kedatangan murid pindahan. Silahkan perkenalkan diri kamu" Ucap bu lina, sambil menatap raka


"Oiya perkenalkan... gua raka murid pindahan dari bandung, tolong kerjasamanya" Ucap raka, dengan raut tanpa ekspresi, datar


"Jadi gua sekelas bareng ridwan ya, ada tara juga" Ucap raka dalam hati

__ADS_1


'Ternyata raka murid pindahan ke sekolah ini, tapi sejak kapan dia ada di jakarta?" Batin ridwan.


"dit..., lo pindah kebelakang dah, biar gua duduk sama raka.Woy sini lo duduk sebelah gue rak," Ucap ridwan


Raka mengiyakan ajakan ridwan. Sekarang fokus raka ingin memperbaiki persahabatannya dengan ridwan, tapi dia juga masih penasaran dengan siswi yang duduk dikursi samping kirinya ridwan, ya dia tara


"Ri, ada anak baru tuh, ih ganteng juga ya, kita ajak kenalan yu ehehe..." Ucap mila


Riri ini termasuk siswi yang cerdas dikelas itu, dikelas maupun dikantin riri dan mila selalu berdua layaknya sahabat. Riri ini siswi yang cantik, tetapi dia tidak suka tara.


Mereka jarang sekali mengobrol, padahal tara ketua OSIS. Ya alasannya karena riri selalu saja dibawah peringkat tara, ditambah mila juga tidak suka dengan tara.


"Hai aku mila, oh ya ini sahabat aku riri, dia pinter loh, jadi kalo kamu mau tanya soal pelajaran bisa tanya dia" Ucap mila


"Ih... apaansi kamu mila, engga kok. Aku bisa dibeberapa pelajaran aja" Ucap riri, yang sedikit canggung


"Eh iya, gua raka" Ucap raka, yang agak cuek ke mereka


"Sudah-sudah, perkenalannya dilanjut jam istirahat" Ucap bu lina


Seperti biasa, diwaktu jam pelajaran raka selalu membaca buku itu, buku yang diambil dari jaketnya.


Buku itu selalu dibaca raka sejak dia SMP dulu, dan Ridwan tau itu. Raka mendengarkan apa yang dijelaskan bu lina di papan tulis, tapi ya itu kebiasaan raka, selalu membaca buku itu. Sebenarya buku apasih itu?


"Iya wan, lu tau kan? buku ini tuh berharga banget buat gua, jadi bakal terus gua bawa kemana pun" Ucap raka sambil menatap buku itu


"Jujur gue gatau harus bersikap apa ke elu rak, disatu sisi gue seneng kita bisa duduk bareng gini kayak dulu SMP, tapi disatu sisi gua juga masih kesel kenapa lo dulu gak ada kabar sama sekali" Ucap ridwan


"Oiya anak-anak tolong dengarkan, ibu mau jelasin kalo 2 minggu lagi akan ada cerdas cermat disekolah ini. Setiap kelas memilih 2 perwalian masing-masing, ibu akan memilih tara dan riri untuk mewakili kelas ini" Ucap bu lina, sambil menatap mereka


"Emm... maaf bu aku engga bisa" Ucap riri


"Loh ada apa ri? kamu itu cerdas, ibu yakin dengan kemampuan kamu," Ucap bu lina, yang sangat terkejut dengan keputusan riri


"Intinya aku gak bisa bu, maaf sekali lagi," Ucap riri...


"Kamu ga ada masalah kan? yaudah kalo emang itu keputusan kamu, ibu hargai itu"


"Eh saya punya ide bu, gimana kalo raka aja yang gantiin riri bu. Di SMP dulu, dia selalu juara satu bu, saya saksinya nih, dia gak akan ngecewain kok. Saya jamin deh..." Ucap ridwan, yang tiba-tiba memotong percakapannya bu lina


"Iya ibu sudah lihat nilai-nilai raka sebelum diterima ke sekolah ini, lumayan bagus. Ibu terima saran kamu ridwan. Apa kamu mau mewakili kelas ini raka?"

__ADS_1


"Hah..., kenapa gua wan? gua baru masuk sekolah ini gila" Ucap raka, yang kaget dengan omongan ridwan


"Udah lu terima aja, gue yakin lu bisa" Ucap ridwan sambil tersenyum


"Dih..., oke karena ini saran lu. Iya saya mau bu"


"Baik anak-anak sudah diputuskan ya, apa semuanya setuju?"


"Setuju..." ucap murid-murid yang lain


"Ibu yakin milih raka bu? dia kan baru masuk disekolah ini, mana bisa raka ngejawab soal-soal yang udah pasti susah" Ucap mila...


"Udah lu tenang aja mba mira yang terhormat, jangan ngeremehin raka" Ucap ridwan, yang ngejawab pertanyaan mira


"Iya ibu yakin mir, raka anak yang pintar. Masih ada waktu 2 minggu buat raka belajar lagi, oiya tara juga mau membantu raka kan?" Ucap bu lina...


Lalu tara mengangguk, tanda mengiyakan permohonan bu lina


"Cerdas cermat akan diadakan 2 minggu lagi, ibu minta raka dan tara mempersiapkan itu dari sekarang" Sambungnya...


"Baik bu. Iya bu..." Ucap mereka berdua


"Wah lo harus menang rak, supaya bisa lebih deket sama tara tuh. Uhuy..., gue tau lu suka sama tara kan? keliatan dari mukalu pas didepan kelas tadi, oiya dia orangnya cuek banget sama cowo, jadi lo harus berusaha. Tenang gua dukung" Ucap ridwan...


"Halah sotau tai!" Ucap raka, yang mengelak


"Halah jujur aja anjing! Pertama kalinya nih gua liat lu sampe segitunya ngeliat cewe, udah pasti ada rasa"


"Cih..., kaya dukun lu. Iya-iya, kayanya gua suka deh, diem-diem aja lu. Tapi kok lu bisa sadar si anjing! kan gua belum cerita sama sekali"


"Iya tau lah, gue kan sahabat lo. Pas kita ketemu didepan kelas tadi, lo natap dia terus kan? bahkan tadi juga lo curi-curi pandang natap tara"


"Oiya istirahat nanti lo harus jelasin semuanya, gua udah putusin ga akan marah sama lo, justru sekarang gua seneng banget sahabat gua kembali, widi..." Sambungnya, yang sedikit emosional


"Eee... makasih ya wan, lu mau nerima gua disini, gua seneng, gua kira lu bakal marah. Gua sempet mikir lu bakal mukul gua tadi" Ucap raka yang sedikit tertawa


"Gila, engga lah rak, sebenci-bencinya gue sama orang, gak bakal gue mukul. Ya kecuali kalo dia duluan hehe..., apa lagi elu, sahabat gua sendiri" Ucap ridwan, sambil merangkul raka


"Lagian gue juga gak berani mukul lo hahaha..." Sambungnya, sambil tertawa lepas


"Ridwan... kalo kamu berisik lagi, ibu suruh keluar nih" Ucap bu lina, yang berdiri dipapan tulis

__ADS_1


"Eh... anu... jangan bu, iya maaf bu ehehe..."


* * *


__ADS_2