
"Kalo gitu kita berempat duluan yah. Rak ayo" Ucap ridwan, sambil menarik tangan raka
"Ra, mereka mau kemana? kok tiba-tiba pergi gitu aja, buru-buru banget lagi"
"Perasaan aku kok jadi gaenak gini? aku takut ridwan kenapa-kenapa ra" Ucap salwa, dengan raut wajah khawatir
"Jangan mikir yang engga-engga deh sal, mungkin mereka ada urusan lain"
"Tapi perasaan aku bener-bener gaenak ra. Temenin aku yah"
"Ikutin mereka?"
"Kalo kamu gamau yaudah, aku bisa sendiri" Ucap salwa, yang tiba-tiba lari mengikuti mereka pergi
"Eh sal... salwa..., tunggu"
"Aneh kenapa tiba-tiba salwa cemas gitu" Ucap tara dalam hati
"Taruhan basket?"
"Iya rak, kita anak-anak warrior's udah buat perjanjian sama anggota zeroone disekolah ini. Setiap tempat disekolah ini bakal dikuasai masing-masing geng, salah satunya lapangan basket" Ucap ridwan...
Raka, ridwan, ale, adit datang ke lapangan basket itu. Tapi ada hal yang sama sekali engga mereka duga, ternyata mereka dijebak, lapangan basket itu dipenuhi oleh anggota zeroone sekitar 13 orang jumlahnya
Ridwan ketawa sarkastik
"Woi maksud lo apaan ga, lo bawa sebagian anak zeroone kesini hah?"
"Lo mau nge-langgar perjanjian yang udah geng kita buat?" Sambungnya...
"Nge-langgar lo bilang? haha... sejak kapan warrior's sama zeroone bikin perjanjian? mereka gak akan pernah damai" Ucap angga, dengan tatapan ingin menghabisi ridwan
"Oo... jadi ini zeroone? keroyokan? hahaha... anjing!" Ucap ale, sambil menunjuk anggota zeroone
Anak-anak zeroone meledak marah. Perkelahian tidak bisa dihindari, seorang ANGGOTA ZEROONE merengsek memukul ridwan dengan tongkat baseball yang dibawanya, raka yang emosi melihat sahabatnya dipukul, lalu memukul dia dan mendorongnya hingga terjengkang. Seketika semua anggota zeroone menghambur menyerang raka. Salwa dan tara buru-buru menghadang.
STOP! HENTIKAN! HENTIKAN!
TOLONG! TOLONG!
"WOY CABUT! " Ucap angga, karena tau ternyata itu tara
Seketika anggota zeroone berhamburan pergi dari lapangan basket.
"Ridwan... kamu gapapa? kamu gapapa kan? mana yang sakit?" Ucap salwa, dengan nada cemas
Ridwan yang menyadari kalo salwa sangat khawatir dengan keadaannya berpura-pura kalo dia tidak kenapa-kenapa, agar terlihat kuat didepan salwa
"Eh engga-engga, gapapa kok salwa. Gini doang" ucap ridwan... sambil tersenyum
"Bener? tadi aku liat kamu di puk..."
"Iya gapapa salwa... nih buktinya aku bisa berdiri kan?" Ucap ridwan, yang terus berdalih kalo dia ga kenapa-kenapa
"Hah... ini beneran salwa khawatir?" Ucap ridwan... dalam hati
"Yakin lo wan gapapa? dit? bang raka?gak ada yang fatal kan?"
"Iyee selow le. Iya le" Ucap ridwan dan adit...
"PLAKkk..."
"Serius lu wan?" Ucap raka, sambil menepuk pundak ridwan
Sontak ridwan langsung kesakitan, tangan raka pas sekali mengenai pundak yang dipukul baseball itu
"Aaaaggghhh... sakit rak..." Ucap ridwan, dengan nada tinggi
"Ahahaha... tadi lu bilang gapapa, gimana si" Ucap raka... sambil tertawa
"Haha... udah wan jujur aja, pasti sakit banget itu" Ucap adit...
"Ayo ke UKS biar gue obatin dulu luka lo wan" Ucap ale...
"Jangan..., aku aja yang obatin ridwan" Ucap salwa... sambil menatap ridwan
__ADS_1
"Woaaahh!, dianter salwa nih haha..." Ucap ale
"Emm... raka itu bibir kamu berdarah" Ucap tara...
"Eh iya bang, gue baru sadar. Kok lo bisa tau ra? lu merhatiin bang raka? " Ucap adit...
"Engga a--anu, tadi aku gak sengaja liat" Ucap tara... malu setelah adit ngomong gitu
"Bohong... kamu pasti merhatiin kan ra?jujur aja deh, aku tau kok" Ucap salwa, yang terpancing omongan adit
"Astaghfirullah, engga salwa aku gak sengaja liat tadi. Iya-iya yaudah deh"
"Rak sekalian aja yo bareng kita ke UKS, biar sekalian diobatin. Sama tara nih, cie haha" Ucap ridwan...
"Tunggu-tunggu, ridwan... mereka itu siapa? mereka bukan anak sekolah ini kan? terus kenapa bisa ada disini?mukulin kalian?" Ucap tara, yang penasaran sebagai ketua OSIS
"Yang aku kenal dari mereka cuma angga, dito, sama rijal, kejadian ini bisa aku lapor ke kepala sekolah loh. Aku tau kalo kalian emang gak pernah akrab dan sering berantem sama angga, tapi ini udah keterlaluan banget" sambungnya...
"Ra... tolong ya, kejadian ini kalian rahasiain aja" Ucap ridwan... sambil menatap tara
"Gak bisa ridwan, kamu tau kan aku ketua OSIS disini? aku bakal ngelakuin apa yang harus aku lakuin"
"Tolong ra, lo rahasia aja kejadian kali ini, gue mohon. Gue, ale, adit, bahkan raka gamau kalo masalah ini jadi besar"
"Lo gamau kan? nama sekolah ini jadi tercoreng gara-gara kejadian ini? jadi tolong lo rahasiain ini" sambungnya...
"Bener ra, aku juga gak mau nama sekolah ini jadi jelek gara-gara pengeroyokan ini" Ucap salwa...
"Ee... iya, yaudah aku ga akan lapor kejadian ini, tapi kalo kejadian ini terulang lagi. Aku akan langsung lapor"
"Siap bu tara yang terhormat, gak akan ada lagi" Ucap ale... untuk mencairkan suasana
"Wih ternyata partner gua ini bisa jaga rahasia juga" Ucap raka... sambil menatap tara
"Nih ra kotak P3K nya, kamu obatin luka raka yah" Ucap salwa... sambil sedikit tersenyum
"Haa... aku? kenapa aku sal? kan masih ada aleandra sama adit? engga-engga deh, jangan aku" Ucap tara...
"Ale sama adit kan juga sakit, ya satu-satunya kamu. Udah ini ambil, aku mau obatin ridwan, kasian nunggu lama hehe..."
"Huftt... kebiasaan kalo udah deket sama ridwan" Ucap tara...
"Sebentar, aku obatin" Ucap tara...
Tangan tara sedikit gemetar, karena ini pertama kali dia mengobati cowo
"ADUH..." Ucap raka dalam hati
"Hmm... aku mau tanya boleh?" Ucap tara
"Soal ridwan?"
"Iya itu salah satunya, kenapa kamu bisa cepet banget akrab sama ridwan, ale, adit?"
"Ridwan sabahat aku sejak SMP, makanya sekarang aku seneng banget bisa ketemu dia disini" Ucap raka... sambil tersenyum
"Jadi pernah SMP bareng? tapi kenapa bu lina bilang kamu pindahan dari bandung?" Ucap tara, semakin penasaran dengan seseorang bernama raka ini
"A--anu maaf ya, aku nanya-nanya gini" Sambungnya...
"Aaaaggghhh..." Ucap raka, yang sedikit kesakitan dan refleks memegang tangan tara. Mereka pun saling bertatapan
"Aaaaggghhh..., salwa, pelan-pelan" Ucap ridwan...
"Eh duh, maaf-maaf, sakit yah? aku ga sengaja" Ucap salwa, yang merasa bersalah
"Ekhem engga hahaha..."
"Ih, ngeselin, jadi pura-pura nih? kalo gitu lebih kenceng deh"
"Eh jangan-jangan, nanti malah gak sembuh-sembuh dong"
"Biarin..., kan ada salwa yang ngobatin hehe"
"Ih gombal, belajar dari siapa? " Tanya ridwan...
__ADS_1
"Dari..., kepo banget si huu" Ucap salwa... sambil menatap ridwan
Tanpa sadar handphone ridwan berdering, siapa? siapa yang menelepon?
"Adi? ada masalah apa lagi ini" Ucap ridwan... dalam hati
"Hmm... salwa, aku angkat telpon dulu. Sebentar yah"
"Heem iya"
Setelah itu ridwan menjauh dari salwa, supaya tidak mendengar percakapannya dengan adi
"Halo wan lama amat si ngakatnya"
"Iya gue cari momen dulu tadi"
"Emang bener? anak-anak geng zeroone nyerang lu disekolahan"
"Lu tau dari mana? belum juga kering ni luka"
"Riko gak sengaja denger pembicaraan mereka. Hah? riko masih dibasecamp zeroone? lu suruh cabut aja di, gaenak firasat gue"
"Masih otw kesini dia. Sialan ternyata penghianat"
"Nanti malam lu ke basecamp, ceritain semuanya ke gua"
"Iye pasti. Oiya gue juga ada kabar gembira nih buat anak-anak warrior's, terutama buat lu, ilham, sama boeng"
"Apaan?"
"Udeh pokoknya lu kumpulin aja semua anak-anak warrior's dibasecamp"
"Serah lu deh, yaudah gua kabarin ilham sama boeng dulu"
Pertemuan pun sudah direncanakan ridwan malam nanti, dengan berkumpulnya semua ANGGOTA WARRIOR'S. Seorang leader yang mereka semua ingin tau, apakah mereka menerima raka kembali?terutama adi, ilham, boeng, seperti halnya ridwan? atau justru sebaliknya...
"Salwa... aku pulang duluan yah, makasih udah diobatin. Langsung sembuh nih hehe" Ucap ridwan...
"Heem oh iya, Sama-sama"
"Ish... ridwan kenapa ga peka sih, padahal aku mau banget dianter bareng ridwan. Tapi yaudah deh, pasti ridwan ada urusan lain yang lebih penting" Ucap salwa... dalam hati
"Maaf ya sal, untuk sekarang aku belum bisa anter kamu pulang. Lain kali yah..." Ucap ridwan... dalam hati
"Woi le, dit, lesgo..." Ucap ridwan...
"Rak ayo udah sore nih"
"Loh, kamu gamau pulang bareng salwa?" Ucap tara...
"Lain kali yah sal" Ucap ridwan sambil menatap mata salwa, salwa tersenyum dan mengangguk
"Asik... aku bareng salwa deh. Eh emang kamu gamau pulang bareng raka, tara?"
"E--anu iya eh maksud-nya engg..."ucap tara yang serba salah
"Yaudah ayo ra, udah ke sore-an juga nih" Ucap salwa...
"Hati-hati!. Hati-hati!" Ucap raka dan ridwan... secara berbarengan
"Wah le, apakah 2 pendiri warrior's ini bakal jadi duo bucin? hahaha..." Ucap adit...
"Adit nih bang yang ngomong, bukan gue ya. Parah emang dia wan, tinggalin aja yo" Ucap ale...
Tara dan salwa pun pulang bareng memakai mobil pribadi tara pemberian ayahnya dulu.
"Rak..., tadi adi telpon gue, dia udah tau kalo kita abis di serang geng zeroone" Ucap ridwan... dengan serius
"Tau? dia tau dari mana?. Dari riko anggota geng warrior's"
"Sekarang kita kerumah lo dulu rak, supaya gue tau rumah lo yang sekarang. Gue juga udah suruh adi buat kumpulin semua anak-anak warrior's nanti malam" Ucap ridwan...
"Biar mereka semua tau leader warrior's kembali!. Gue pengen liat ekspresi ilham, boeng, pasti kaget parah ahaha..., belum lagi anak-anak yang lain tau, kalo orang yang selama ini mereka cari. Udah ada di jakarta" Sambungnya...
"Gua juga bakal seneng banget wan bisa ketemu sahabat-sahabat gua, ah jadi ga sabar ni. Yaudah lesgo!" Ucap raka... yang sangat bersemangat
__ADS_1
"Yoo!. Lesgo!. Gass! " Ucap mereka bertiga...
* * *