
dirasa sudah cukup untuk makan malam ini..rania berpamitan untuk masuk kamar.sesungguhnya rania malu akan sikap ibunya itu.
"buk pa rania masuk kamar dl ya"
"lho..ogak nambah tho(tidak nambah lagi)?"
rania tambah malu dunk..ketahuan kalo dia makannya nambah.sambil malu2 dia berkata
"enggak bu.rania sudah kenyang bngt" setelah rania masuk kamar ibu prawiro kembali menceritakan soal rania kepada shaka..
padahak sesungguhnya shaka jg gak teralalu mencerna perkataan ibu prawiro
"rania itu sebulan lagi wisuda mas shaka..dia kuliah dijakarta ndak tau tu anak, kampus dijogja banyak koq malah minta dijakarta..awalnya malah minta diluar negeri.ya ora intuk sama budhe"
"owh..kuliahnya di jakarta ya budhe.padahal sy yg dr jakarta malah kuliah dijogja.."
setelah selesai makan malam dan bercerita arshaka pamit untuk pulang.
sesampainya di rumah arshaka teringat terus wajah rania.wajah yg cantik dan menggemaskan menurut shaka.
"koq aku jd kepikiran rania terus ya"
rania menjalani hari2nya dengan hanya bermain main di sekitaran jl malioboro hingga 0km jogja.hingga suatu ketika tanpa sengaja ketika rania hendak memfoto bangunan2 tua dia menabrak seseorang dr belakang.yap..dia adalah shaka..setiap pagi shaka memang sering berlari pagi
"ma..maaf mas"
"iya iya gak papa..rania" kaget shaka
"mas shaka? em..mas shaka ngapain disini tanya rania jutek"
"koq rania jd jutek gini ya..gak kayak semalem" batin shaka
"em..aku lagi lari2 aja,hampir tiap hari sih aku lari sebelum kerja"arshaka
"ow.." kata rania sembari meninggalkan arshaka.
didalam pikiran shaka..
"rania ternyata kamu jadi cewek yg berbeda dibelakang ortumu"sambil tersenyum
__ADS_1
"apa apan sih..kenapa harus dia"gerutu rania
saat pulang kerumah tidak sengaja rania mendengar papanya sedang berbicara di telpon,sepertinya itu dr ayahnya mas shaka..inti dr pembicaraan adalah papa pingin aku sm mas shaka dijodohin.."what?"
selesai memebersihkan diri, rania menemui ibunya..berharap ibunya akan menurutinya
"buk tadi rania denger papa bicara ditelpon,em...apa rania mau dijodohin bu?"
"iya betul nduk,kenopo emange?"
"kalo boleh tau apa mas shaka yg kmarin itu yg mau dijodohin sm rania?"
"huum bener..pie ganteng tho?"
"buk rania itu belum pingin nikah,rania jg blm wisuda,rania pingin kerja dl buk"
"wis tho...kamu manut sj sama ibuk,ora bakal nyesel kamu nikah sama shaka..gak usah kerja jg.ortunya mas shaka itu orang berada.dan anaknya cm mas shaka aja lho"
"bukan perkara itunya bu,tp rania belum siap?"
"saiki tak tanya..nunggu siap kapan siapmu? ora bakal siap nduk"
sambil nangis rania berlari kekamarnya.
rania menangis hingga tertidur
"gimana rania,apa marah soal perjodohan iki?"kata pak prawiro
"iyo pak..tp yawis..nanti jg cinta.kan tresno jalaran soko kulino"jawab ibuk
"bukan bu..tp tresno jalaran seko resliting mengo"pak prawiro
"duh..bapak iki lho"
saat rania menangis hingga tertidur berbalik dengan kedua orang tuanya yg gembira.
hari kian berlalu hingga malam ini adalah malam minggu..ortu dr shaka besrta shaka datang kerumah rania
"monggo2 ayo masuk..wah lama gak ketemu kamu jd tambah tua pak" goda papa rania dngn ayah arshaka.
__ADS_1
mereka semua tertawa"hahahahhahah"
hanya rania dan arshaka yg terlihat muram..
saat ibunya mendekati rani dia berkata"ayo ajak mas shaka jalan2 disekitar rumah sambil ngobrol"
"nak shaka boleh ngobrol sm rania koq..muter2 taman didepan boleh lho"
tak mau ibunya banyak bicara rania mengajak shaka untuk keluar
"a..ayo mas keluar"
shaka langsung berdiri dan mengikuti rania.
hati shaka sangat tak karuan..walaupun umurnya sdh cukup matang 30th dia masih tetap sj dagdigdug dekat dengan rania.
berbeda dngn rania..dia biasa sj dan sikap cueknya kembali datang.
"ehm...rania kapan kamu wisudanya?"
tanya shaka untuk mengusir rasa sepi karna tak ada yg bicara.
"bulan depan tgl 26"
"owh..."
berkali kali shaka mengajak rania bicara tapi selalu sj rania menjawabnya dng singkat dan padat.
hingga akhirnya shaka memberanikan diri bertanya "ran..apa kamu sudah punya pacar?"
"gak ada sih mas"
"trus kenapa kamu kayak gak suka gitu sama aku?"
"aku cuma kaget aja..koq cepet banget ortuku pingin aku nikah.padahal usiaku masih 23th,apa dimata mreka aku sudah tua ya?"bertanya dengan polosnya
membuat shaka semakin gemas akan ekspresi rania.
"kadang ortu itu pingin semua yg terbaik buat anaknya.tp gak semua anak ngerti"
__ADS_1