REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 20. Undangan jamuan makan malam dari istana


__ADS_3

***Kamar tidur Zhong Li***


Beberapa saat kemudian indra penciuman King yang tajam sudah mencium aroma masakan Hercules yang sangat harum.


Hercules berjalan masuk ke dalam kamar tidur dan dengan gesit meletakkan piring-piring yang berisi masakannya di tangannya ke atas meja.


King yang melirik sekilas ke arah Hercules menjadi teringat akan pelayan di rumah makan padang favoritnya di dunia sebelumnya.


Bayangan rendang sapi dan ayam pop kesukaannya di rumah makan padang muncul di depan pandangan matanya yang kosong dan menari-nari mengelilinginya.


Tanpa sadar King menelan air ludahnya dengan keras.


"Tuan muda Zhong Li bisa makan sekarang," ucap Hercules sambil memapah King turun dari tempat tidur dan berjalan menuju meja makan.


Setelah mendapatkan  izin dari King, Hercules dan Xena duduk makan bersama dengan King. Dengan sigap Hercules menyiapkan daging dan sayur ke dalam mangkuk King dan memberikan sendok di tangan King.


"Hercules memang polos, tetapi dia sangat pintar," kata hati King.


King hanya satu kali menolak memakai sumpit dan untuk selanjutnya Hercules sama sekali tidak pernah memberikan sumpit ke King.


King menikmati masakan Hercules yang setara dengan koki Bintang Michelin.


"Tuan muda Zhong Li. Hercules tahu apa isi undangan dari istana tadi pagi," kata Hercules sambil mengunyah makanannya.


"Tahu dari siapa?" tanya King.


"Dari A Tu. Di dapur tadi," jawab Hercules.


King yakin Hercules yang kepo pasti sudah menginterogasi A Tu panjang lebar tentang surat undangan dari istana.


"Kaisar Wang mengadakan jamuan makan malam di istana lusa nanti. Banyak anak pejabat dan jendral juga di undang ke sana. Nyonya Ming Lan dan tuan muda Zhong Min membeli pakaian baru untuk jamuan lusa nanti," ucap Hercules.


"Oh gitu!" jawab King dengan singkat.


Setiap tahun Kaisar Wang akan mengadakan jamuan makan malam di istana dan Zhong Li hanya duduk terdiam serta merasa minder karena buta sampai jamuan itu selesai. Jadi King tidak antusias untuk mengikuti acara jamuan makan malam di istana.


"Kata A Tu, tuan muda Zhong Min akan mempertunjukkan tarian kupu-kupu di jamuan istana nanti. Tuan Zhong Li akan mempertunjukkan apa?" tanya Hercules dengan penasaran.


"Aku pikir dulu," jawab King singkat.


King mencoba mencari potongan-potongan ingatan mengenai apa keahlian Zhong Li sewaktu masih hidup.


Sewaktu King terdiam sambil berpikir, Hercules yang kepo berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah lemari pakaian Zhong Li.


Hercules mengambil sesuatu dari sana dan berjalan kembali ke arah meja makan.


Hercules duduk dengan pelan di tempat duduknya sambil melihat ke arah Zhong Li alias King yang masih terdiam dengan ciri khas pandangan mata kosong.


"Zhong Li bisa memainkan 'di zi'. Apa itu 'di zi'?" kata hati King setelah berhasil mengingat keahlian Zhong Li sewaktu masih hidup.

__ADS_1


"Tuan muda Zhong Li," panggil Hercules.


"Ada apa?" tanya King.


"Ini "di zi' milik tuan muda Zhong Li," ucap Hercules sambil meletakkan 'di zi' di dalam genggaman tangan King.


King meraba-raba alat musik 'di zi' yang berada di dalam genggaman tangannya.


"Semacam tongkat dan terbuat dari bambu. Ada lubang-lubang kecil di tongkatnya. Ternyata di zi itu seruling," kata hati King.



King menarik napas lega karena alat musik yang harus dimainkannya hampir sama dengan seruling, yaitu dengan cara di tiup.


Semula King mengira 'di zi' adalah alat musik tradisional yang menggunakan banyak senar seperti harpa dan pasti sangat rumit cara memainkannya.


"Hercules. Simpan dengan baik di zi ini. Lusa bawa ke istana Kaisar Wang!" Perintah King.


"Baik tuan muda Zhong Li," jawab Hercules.


King yakin dirinya bisa memainkan di zi karena tubuh ini adalah milik Zhong Li.


Semua keahlian Zhong Li pasti akan bisa dikuasai oleh King, seperti halnya indra penciuman Zhong Li yang tajam.


"Hercules. Tadi kamu bilang Zhong Min membeli pakaian baru untuk pertunjukkan tarian kupu-kupu di jamuan makan malam lusa nanti?" tanya King.


"Aduh...! Iya...Aku tahu! Aku tahu!" kata Hercules sambil mengelus kepalanya yang sakit.


Sementara King tidak memedulikan Hercules dan Xena yang bagaikan kucing dan tikus saat ini. Tiba-tiba saja muncul ide di pikiran King untuk mempermalukan Zhong Min di jamuan makan makan  istana.


King tahu Zhong Min ingin Kaisar Wang memuji tarian kupu-kupu yang sempurna dan juga membuat Kaisar Wang menyukainya sebagai calon menantu yang tepat untuk Putri Xing Xing.


King tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Zhong Min akan dipermalukan dan Putri Xing Xing pun ikut terjerat.


Ini adalah bentuk pembalasan dendam kecil untuk Zhong Li yang sudah mati tenggelam di sungai karena ulah Zhong Min dan Putri Xing Xing.


"Xena. Salah satu keahlianmu adalah ahli racun kan?" tanya Zhong Li .


"Betul sekali tuan muda Zhong Li," jawab Xena dengan jujur.


"Aku akan memberimu satu tugas penting!" perintah Zhong Li.


"Xena siap melaksanakan semua perintah Tuan muda Zhong Li," jawab Xena.


King pun menjelaskan rencananya kepada Xena. Hercules yang ikut mendengar rencana King, secara tidak sadar menggigit kuku jarinya.


"Tuan muda Zhong Li sangat spesial. Rencananya sungguh menakjubkan," kata hati Hercules.


***Kamar tidur Zhong Min***

__ADS_1


Keesokkan harinya setelah makan siang, Zhong Min mencoba pakaian yang dibelinya kemarin bersama Ming Lan. Pakaian baru yang akan dikenakannya di jamuan makan malam istana besok.


Pakaian dengan sulaman kupu-kupu warna warni, yang sengaja di pilih oleh Zhong Min untuk menyesuaikan dengan tarian kupu-kupunya sehingga seolah-olah  akan terlihat ribuan kupu-kupu terbang sewaktu dirinya menarikan tarian kupu-kupu dengan pakaian barunya.


Zhong Min sudah tidak sabar melihat pandangan semua orang yang terkagum-kagum kepadanya besok malam.


Kaisar Wang pasti akan menyukainya sebagai calon suami Putri Xing Xing.


Beberapa pelayan kediaman Jendral Zhong Guo berada di dalam kamar tidur Zhong Min untuk membantunya mengenakan pakaian baru itu.


Zhong Min berdiri di depan cermin sambil melihat pantulan wajah dan pakaiannya di sana. Zhong Min sangat puas dengan penampilannya saat ini.


"Sayang sekali Zhong Li buta. Jika tidak, Zhong Li pasti akan iri kepadaku," kata hati Zhong Min.


"Bagaimana menurut kalian? Bagus kan?" tanya Zhong ke para pelayan yang berada di dalam kamarnya. Akan tetapi, para pelayan tidak menjawab pertanyaan Zhong Min melainkan menggunakan lengan baju mereka menutupi hidung masing-masing.


"Ada apa?" tanya Zhong Min.


Dalam sekejap Zhong Min pun mencium bau busuk di sekitarnya.


"Kenapa bau sekali?" tanya Zhong Min .


Para pelayan saling bertatapan mata satu sama lain. Kemudian menundukkan kepala mereka. Mereka sama sekali tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.


Zhong Min merasa kesal menghadapi para pelayannya yang mendadak menjadi orang bisu.


Zhong Min  berjalan ke arah jendela kamar dan menghirup udara dari luar. Bau busuk itu bukan berasal dari luar kamar tidurnya. Lama kelamaan bau busuk itu semakin menyengat.


"Dari mana asal bau nya?" teriak Zhong Min sambil mengangkat tangannya ke atas.


Para pelayan yang sedang menunduk, menggunakan jari tangan mereka menunjuk ke arah Zhong Min.


"Aku?" tanya Zhong Min dengan nada tidak percaya.


Zhong Min yakin para pelayan sedang berbohong sehingga mencoba mencium bau tubuhnya sendiri.


Zhong Min mencium lengan bajunya dan hampir muntah karena tidak tahan dengan bau busuk yang sangat menyengat hidungnya.


***


Ha Ha Ha! Kira-kira Zhong Min terkena racun apa ya?


Baca terus kelanjutan ceritanya readers tercinta.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2