REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 50. Rumput abadi


__ADS_3

***Salju putih bagian timur***


Zhong Li alias King tetap memperlihatkan raut wajah yang tenang. Padahal di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, King merasa takjub dengan ilmu meringankan tubuh di dunia aneh ini.


Putri Jing Mi membawa King terbang di atas langit dengan entengnya bagaikan mereka berdua mempunyai sayap di belakang punggung.


Pada awalnya King yang selalu meratapi nasib buruknya terperangkap di tubuh Zhong Li, sekarang berubah menjadi ada rasa bersyukur sedikit karena di dunia aneh ini yaitu Kerajaan Dong Wang, dirinya bisa mempunyai kesempatan untuk mempelajari ilmu meringankan tubuh sehingga bisa  terbang ke mana pun.


Di dunianya King harus naik pesawat terbang baru bisa menikmati pemandangan indah di langit. King semakin antusias untuk mendapatkan rumput abadi.


Beberapa saat kemudian Putri Jing Mi dan Zhong Li mendarat dengan sempurna di tanah.


"Kita sudah sampai! " kata Putri Jing Mi.


"Di tempat rumput abadi?" tanya King dengan pandangan mata kosong.


"Iya. Tadi aku menemukan sebuah  gua yang pintu masuknya tersembunyi. Aku yakin rumput abadi ada di dalam gua ini," jawab Putri Jing Mi.


King menganggukkan kepalanya.


"Ternyata refleks tubuhmu sangat baik. Kalau saja kamu tidak bergelantungan di pisau tadi, mungkin aku tidak bisa menyelamatkanmu," kata Putri Jing Mi sambil menatap intens wajah King.


"Sial! Dia mulai curiga," gerutu hati King.


"Pisau kecil hadiah dari Putri Jing Mi yang menyelamatkanku. Aku spontan memegangnya tadi," kata King.


"Memang pisau yang bagus," kata Putri Jing Mi dengan singkat.


"Iya. Ayo kita cari rumput abadinya supaya Xena tidak menunggu terlalu lama."


King ingat Putri Jing Mi memberikan waktu satu jam kepada Xena untuk mencari bunga teratai salju sehingga King menggunakan alasan itu untuk mengalihkan perhatian Putri Jing Mi.


Putri Jing Mi mengandeng tangan King dan berjalan masuk ke dalam gua. King yang harus berpura-pura buta, mengikuti langkah kaki Putri Jing Mi yang tidak terlalu cepat.


Putri Jing Mi selalu menyingkirkan terlebih dahulu bebatuan atau pun ranting-ranting di hadapannya. Semua benda  yang bisa membuat King terpeleset hilang dalam sekejap mata sehingga King bisa berjalan dengan tenang tanpa khawatir dirinya akan tersandung ataupun terjatuh.


Gua itu sangat sempit dan gelap, sangat mirip dengan labirin  sehingga sepanjang perjalanan Putri Jing Mi membuat tanda di dinding gua dengan pedangnya untuk memudahkannya menemukan jalan keluar apabila gua yang sedang ditelusurinya buntu.


Setelah menyusuri gua yang sempit selama sepuluh menit, indra penciuman Zhong Li yang tajam membuat King bisa mencium aroma rumput-rumput yang segar.


"Rumput abadi ada di depan!"teriak King secara spontan.

__ADS_1


Putri Jing Mi menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah King yang berada di belakangnya.


"Bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Putri Jing Mi dengan nada menyelidiki.


Putri Jing Mi yakin Zhong Li belum pernah ke puncak Pegunungan Kunlun sehingga tidak mungkin bisa tahu tempat rumput abadi.


"Sejak buta, aku mengandalkan indra penciumanku dan tidak pernah salah, " jawab King dengan yakin.


"Bagus! Kamu tidak selemah penampilanmu," kata Putri Jing Mi dengan nada datar dan melanjutkan perjalanan sambil mengandeng tangan King lagi.


"Itu pujian atau sindiran?" gerutu hati King.


Sesuai dengan dugaan King, di ujung gua yang sempit terdapat ruangan yang sangat besar. Di  hadapan mereka sekarang terpampang beraneka ragam rumput. Rumput-rumput itu  berada di tengah dan dikelilingi oleh batu-batuan di sekitarnya.


King yang melirik sekilas dengan pandangan mata kosongnya pun merasa terkejut melihat pemandangan di depan matanya. Ada sekitar seratus jenis rumput yang berbeda dan pastinya khasiat setiap rumput juga tidak sama.


"Yang mana rumput abadi?" kata hati King.


King baru menyadari dirinya sama sekali tidak tahu bagaimana bentuk rumput abadi dan mungkin saja Putri Jing Mi juga tidak mengetahuinya. Seolah-olah bisa membaca isi hati King, Putri Jing Mi berbicara dengan tegas dan jelas.


"Rumput abadi memiliki batang berwarna merah darah dan kelopak bunga putih. Setiap hari hanya akan tumbuh satu batang saja," kata Putri Jing Mi sambil mengamati setiap jenis rumput di hadapannya.


Apa lagi sekarang King masih harus berpura-pura buta sehingga Putri Jing Mi adalah satu-satunya harapan untuk menemukan rumput abadi.


Perasaan ragu muncul di pikiran King. King benar-benar tidak yakin bisa menemukan rumput abadi saat ini.


***


"Di sana!" teriak Putri Jing Mi secara tiba-tiba dan langsung memeluk erat pinggang King untuk terbang menuju tempat rumput abadi.


Mereka berdua mendarat tepat di hadapan rumput abadi. Ternyata rumput abadi berukuran sangat panjang dan berada di tempat terpisah dari kumpulan rumput-rumput yang lain.


"Aku akan mencabutnya sekarang!" kata Putri Jing Mi.


"Tunggu! Bolehkah aku yang mencabutnya?" tanya King dengan pandangan mata kosong.


Putri Jing Mi menggeser tubuh King supaya berhadapan tepat dengan rumput abadi.


"Maju tiga langkah ke depan dan cabutlah! Rumput abadi itu berads tepat di hadapanmu," kata Putri Jing Mi.


"Terima kasih Putri Jing Mi!" kata King dengan tulus.

__ADS_1


King berjalan tiga langkah ke depan mengikuti petunjuk Putri Jing Mi. Tentu saja dengan matanya yang normal karena Putri Jing Mi berada di belakangnya.


Sewaktu King ingin berpura-pura meraba-raba rumput abadi dan mencabutnya, King mencium bau busuk yang menerpa ke wajahnya secara tiba-tiba.


"Hati-hati!" teriak Putri Jing Mi.


Putri Jing Mi melompat ke arah King dan menarik tubuh King dengan keras. Mereka berdua jatuh ke tanah dan bergulingan beberapa kali menghindari tempat rumput abadi.


Indra pendengaran King yang tajam mendengar suara desisan yang keras.


"Suara apa itu?" tanya King dengan suara kecil  ke Putri Jing Mi yang sedang  berada di atas tubuhnya.


"Ular piton hitam besar dengan panjang sekitar sepuluh meter," jawab Putri Jing Mi sambil melihat ke arah rumput abadi yang dilingkari oleh tubuh ular piton hitam itu.


"Apa?" teriak King secara spontan.


King tidak menyangka tebakannya tentang adanya hewan buas yang menjaga rumput abadi ternyata benar.


Teriakan King menarik perhatian ular piton hitam.Ular piton hitam itu menatap tajam ke arah King dan Putri Jing Mi. Ular piton hitam itu membuka mulutnya lebar-lebar dan bergerak menuju ke arah mereka berdua.


"Kamu diam di sini!" kata Putri Jing Mi ke King.


Putri Jing Mi segera bangkit dan melompat ke samping sambil menggoreskan pedangnya ke lantai, untuk mengalihkan perhatian ular piton hitam. Ular piton hitam mengejar Putri Jing Mi dan membiarkan King yang masih tergeletak di tanah.


Tubuh Putri Jing Mi yang gesit  berhasil menghindari serangan ular piton hitam berkali-kali  sehingga membuat ular piton hitam itu menjadi marah dan melakukan serangan yang agresif.


King berdiri dari tempatnya dan melihat pertarungan antara Putri Jing Mi dan ular piton hitam. King memutuskan membantu Putri Jing Mi melawan ular piton hitam. Walaupun akting butanya akan ketahuan oleh Putri Jing Mi, King tidak memedulikannya lagi.


Ular piton hitam ini sangat besar, kuat, dan agresif. Mungkin saja selama menjaga rumput abadi, ular piton hitam itu sudah makan rumput berkhasiat lainnya sehingga Putri Jing Mi mungkin tidak akan bisa sendirian melawan ular piton hitam.


Ketika ular piton hitam membuka mulutnya lebar-lebar dan akan menerkam Putri Jing Mi, King melompat ke bagian ekor dan memeluk erat ekor ular piton hitam.


King mencabut pisau kecil dari pinggangnya dan menancapkannya ke ekor ular piton hitam. Ular piton hitam yang kesakitan mendesis keras sambil menggoyang-goyangkan ekornya dengan keras tetapi tidak berhasil membuat King melepaskan pegangan tangannya.


***


Halo readers.Hari senin harinya vote baru. Di tunggu ya dukungan votenya untuk readers yang berkenan memberikannya untuk novel ini 😁


TERIMA KASIH 🙏🙏🙏🤗


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2