
"Calya, aku sudah menganggapmu sebagai cinta sejatiku, tapi kenapa kamu ingin membunuhku?"
Aditya berteriak kuat. Dilemparkan dirinya ke depan yang mengakibatkan ranjang berlapis emas itu berderit.
Setelah menyadari bahwa itu hanya mimpi, Aditya menghela napas panjang dan menyeka keringat di dahinya dengan lengan bajunya.
TIDAK!
Itu bukan mimpi!
Bagaimana mungkin semua yang terjadi antara dia dan Putri Calya hanyalah sebuah mimpi?
Aditya awalnya sebagai satu-satunya putra dari "Kaisar Langit", salah satu dari sembilan kaisar besar di dunia kultivasi. Dia baru berusia 16 tahun, dan dia telah mencapai kultivasi alam langit tingkat sembilan dengan fisiknya yang luar biasa.
Namun, ketika dia menjadi orang nomor satu generasi muda di dunia kultivasi, dia meninggal di tangan kekasih masa kecil sekaligus tunangannya, Putri Calya.
Putri Calya, salah satu putri dari sembilan kaisar dunia kultivasi, "Dewa Guntur".
Kaisar Langit dan Dewa Guntur bersahabat baik. Aditya dan Putri Calya bahkan sudah ditunangkan sejak lahir. Mereka tumbuh dan berlatih bersama. Perawakan Aditya bisa dibilang tampan dan perkasa, begitu pun dengan Putri Calya yang luar biasa cantik. Keduanya adalah pasangan yang sangat serasi di dunia kultivasi.
Aditya tidak pernah menyangka bahwa Putri Calya akan membunuhnya.
Setelah mati di tangan Putri Calya. Aditya terbangun dan menyadari bahwa waktu telah berlalu delapan ratus tahun.
Putri Calya dikenal dengan seorang putri yang mengatasi kekacauan Sembilan Kaisar, dan menyatukan Sembilan Kerajaan. Kemudian dia mendirikan Kekaisaran Pusat Pertama, menjadi penguasa seluruh dunia kultivasi, dan dijuluki sebagai Ratu Calya.
Delapan ratus tahun yang lalu, Sembilan Kaisar yang menguasai dunia kultivasi telah sepenuhnya menjadi masa lalu dan menghilang dalam kisah sejarah yang panjang.
Sembilan Kaisar sudah mati, dan yang bertahta sekarang adalah seorang ratu.
__ADS_1
Di era ini, hanya ada satu pemimpin yaitu Ratu Calya, yang menyatukan dan menguasai dunia kultivasi.
"Kenapa dia membunuhku? Bagaimana bisa hatinya begitu kejam? Atau hati wanita memang selalu kejam seperti itu?"
Pandangan Aditya penuh dengan kebingungan, hatinya terasa berat, dan pertanyaan itu terus muncul di benaknya. Namun, tidak ada yang bisa memberi jawaban atas pertanyaannya itu.
Delapan ratus tahun telah berlalu, banyak hal telah berubah, dan orang-orang yang ia kenal telah tiada. Selain Ratu Calya yang masih muda seperti sebelumnya, semua teman lamanya telah berubah menjadi tulang-belulang.
Bahkan Sembilan Kaisar Langit semuanya telah menghilang dari dunia ini. Yang tersisa hanya sebagian dari kisah gemilang yang akan diturunkan dari generasi ke generasi.
"Krek!"
Seorang wanita lembut dan cantik dengan pakaian istana masuk dari luar, memandang Aditya yang sedang duduk di tempat tidur, dan berkata dengan prihatin. "Nak, apa kamu mimpi buruk lagi?"
Wanita cantik di depannya adalah selir Raja Bisma, dan merupakan ibu Aditya, Selir Malya.
Aditya bangun dan muncul dalam tubuh ini setelah dibunuh oleh Putri Calya. Dia juga menghidupkan kembali pemuda yang telah meninggal karena sakit tersebut. Lebih kebetulan lagi, pemilik asli dari tubuh ini juga bernama Aditya.
Ketika Aditya baru saja bangun, dia sangat tidak bisa menerima Selir Malya. Lagi pula, di mata Aditya, Selir Malya hanyalah orang asing.
Namun, setelah berinteraksi selama tiga hari, Aditya secara bertahap menemukan bahwa Selir Malya benar-benar peduli padanya dan merawatnya dengan penuh perhatian. Melihat Aditya terbangun dari mimpi buruk, Selir Malya mengabaikan cuaca dingin, dan bergegas datang ke kamar Aditya.
Di kehidupan sebelumnya, Aditya tidak pernah bertemu dengan ibu kandungnya. Dikatakan bahwa ibu kandungnya meninggal ketika dia lahir. Tanpa diduga, setelah dibunuh oleh Putri Calya, dia terlahir kembali di tubuh ini dengan seorang ibu baru dan merasakan kehangatan cinta tersebut.
"Mungkin dia masih belum tahu bahwa putranya meninggal karena sakit tiga hari yang lalu!"
Jika dia memberi tahu hal yang sebenarnya, Selir Malya mungkin tidak dapat menahan pukulan dari berita buruk itu.
Aditya menatap wanita cantik di depannya, pandangan matanya menjadi lembut, lalu sedikit tersenyum. "Ibu, jangan khawatirkan aku, itu hanya mimpi."
__ADS_1
Selir Malya mengenakan baju bertopi bulu musang merah marun di tubuhnya yang kurus. Dia duduk di samping ranjang, membelai dahi Aditya, dan berkata dengan cemas. "Sudah tiga malam ini, kamu selalu terbangun oleh mimpi buruk. Kamu selalu memanggil nama ' Calya'. Siapa dia?"
Selir Malya tentu saja tidak mungkin bisa menghubungkan nama "Calya" dengan Ratu Kekaisaran Pusat Pertama.
Terlebih lagi, setelah Ratu Calya menyatukan dunia kultivasi dan mendirikan Kekaisaran Pusat Pertama, dia langsung dikenal sebagai "Ratu Suci Penguasa dan Kebajikan Agung", dan biasanya tidak ada yang berani menyebut nama "Calya", karena itu adalah hal yang tabu.
Aditya berkata, "Tidak ada apa-apa, Ibu salah dengar!"
Selir Malya menghela napas dan berkata. "Mulai sekarang, tolong jangan menyebut nama 'Calya', bahkan dalam mimpimu, karena itu adalah nama ratu. Memanggil ratu secara langsung itu tidak sopan, jika didengar oleh orang yang berniat jahat, kau akan dieksekusi mati."
Aditya mengangguk, meremas jarinya dengan kuat, dan berkata dengan penuh makna tersirat. "Aku tidak akan menyebut nama itu lagi! Mulai sekarang ...."
‘Mulai sekarang, aku akan menjadi mimpi buruknya.’
Selir Malya menghela napas, merasa sangat sedih ketika memandang Aditya yang kurus dan pucat.
Meskipun dia lahir di keluarga raja, dia lemah dan sakit-sakitan sejak kecil. Dia sudah berusia enam belas tahun dan hanya bisa berbaring di ranjang sepanjang tahun. Tampaknya dia hanya bisa melewati hari-hari seperti ini dalam hidupnya.
Di luar, terdengar suara langkah kaki yang berantakan.
"Apa yang kamu lakukan? Ini adalah Istana Wardani. Siapa yang memberimu nyali untuk menerobos masuk?" Seorang pelayan cantik ingin menghentikan Pangeran Kedelapan yang masuk, tapi Pangeran Kedelapan sedikit mendorongnya, dan terjatuh belasan meter jauhnya.
Pangeran Kedelapan adalah seorang petarung. Kultivasinya telah mencapai tahap akhir alam tempering tubuh, dan dengan sekali tebasan telapak tangan saja sudah cukup untuk merobohkan piring batu seberat tiga ratus kati sejauh sepuluh kaki, apalagi seorang pelayan yang beratnya hanya seratusan kati?
Pelayan itu bisa terpental jauh hanya dengan satu jentikan jari saja.
Pelayan itu menjerit dan jatuh dengan keras ke tanah, lengan kirinya patah.
Pangeran Kedelapan memiliki tubuh yang kuat, lengan yang ramping, dan langkah yang mantap. Dia berjalan ke Istana Wardani, dan menatap pelayan itu dengan dingin. "Seorang pelayan berani-beraninya menghalangi jalanku? Aku rasa kau ingin mencari mati!"
__ADS_1