
'Bab. 22 Ancaman'
Setelah Berhasil Mengendalikan Emosi Dan Kekuatannya Shin Pun Bergegas Untuk Pergi Kekamar Ryuji Dirawat
"Baiklah Aku Harus Bergegas Sebelum Kobaran Api Ini Semakin Besar Dan Berbahaya! "
Shin Pun Bergegas Lari Menerobos Api Dan Mencari Kamar Nomor 137, Akan Tetapi Rintangan Selalu Ada Untuk Menghalangi Shin Untuk Sampai Ke Kamar Ryuji
"Sial!! Asapnya Sangat Tebal!! aku kesulitan untuk melihat jika asap ini menghalangi pengelihatanku!!! sial!! "
Hayato Yang Khawatir Dengan Shin Yang Berjalan Menerobos Api Itu Mulai Panik
"SIAL!! SIAL!! SIAL!! APA YANG HARUS AKU LAKUKAN!! KUMOHON CEPAT LAH PARA PAHLAWAN!! "
Hayato Yang Sedang Memohon pun tiba-tiba mendengar suara Siren Pemadam Kebakaran Dan Juga Ambulans,
Hayato Yang Lega Dengan Kedatangan Bala Bantuan Tersebut Mulai Merasa Tenang
"Syukurlah Bala Bantuan Telah Tiba, Sepertinya Aku Juga Harus Bergegas Untuk Membantu! "
Hayato Yang Mulai Tenang Kembali Untuk Membantu Yang Terluka Dalam Kejadian Tersebut Dengan Menggunakan Kekuatan Element Tanah Miliknya Untuk Mengangkat Puing-puing Bangunan
"Ayo Semuanya Keluar!! Sial Sangat Panas! "
Shin Yang Terus Mencari Kamar Nomor 137 tidak dapat hasil yang menyenangkan karena asap tebal yang menghalangi pengelihatannya Shin
"SIAL!! PERSETAN DENGAN ASAP INI!! AKU HARUS TERUS MENCARI!! "
Shin Terus Mancari Kamar Nomor 137 Pun Akhirnya Telah Menemukan Kamar Dimana Ryuji Sedang Dirawat
__ADS_1
"Akhirnya... Aku Harus Menyelamatkan Ryuji......!!"
Shin Yang Perlahan Membuka Pintu Tersebut Kaget Dengan Apa Yang Dia Lihat Dengan Matanya tersebut
"A-apa Ini Tidak Mungkin...... Tidak!..... tidak mungkin ini terjadi..... SIALLLL!!!!!..... "
Shin Melihat Bahwa Hanya Tangan Ryuji Yang Tertinggal Di dalam kamar tersebut, Shin Yang Melihat Pemandangan Yang Mengerikan Roboh Dan Sedih, Shin Yang Sedih Berteriak Sampai Hayato Mendengar Teriakan Penderitaan Shin
"!, Shin...... Apakah Kau Sedang Melihat Mimpi Buruk...... "
Beberapa Hari Berlalu Setelah Insiden Yang Telah Terjadi Dirumah Sakit Shibuya
Hayato Yang Mengkhawatirkan Kondisi Shin Pun Pergi Berkunjung Ke rumah Shin Bersama Yukio Dan Teman-temannya
"Baiklah, Ayo Kita Berangkat"
"Shin.... Apakah Kau Akan Kembali Tertawa Seperti Biasanya... "
Setelah Beberapa Menit, Akhirnya Hayato Dan Temen-temen Telah Sampai Dirumah Shin
"Seperti Kita Sudah Sampai, Aku Mengetuk Pintu Apakah Ada Orang Didalam"
Hayato Pun Ngetuk pintunya Dan Sambut Oleh Ibunya Shin
"Selamat Siang Ibunya Shin Kami Semua Teman Shin Dan Kami Disini Untuk Menjenguk Kondisi Shin Setelah Kejadian Rumah Sakit Shibuya"
Ibunya Shin Pun Mempersilahkan Hayato Dan Yang Lainnya Masuk Kerumah
"Astaga Kalian Adalah Teman-teman Shin! Kalau Begitu Silahkan Masuk Sepertinya Cuaca Awannya Akan Hujan"
__ADS_1
Hayato Dan Temen-temen Pun Masuk Dengan Sopan, Setelah Melepas Sepatu Mereka Pun Mulai Bercerita Tentang Apa Yang Terjadi Dengan Shin Saat Insiden Rumah Sakit Shibuya
Ibu Shin Yang Mendengar Cerita Itu Mulai Menangis dan sedih karena apa Yang telah terjadi oleh anak tersayang nya
"Maafkan Aku Ibunya Shin... Aku Tidak Dapat Berbuat Apapun Untuk Membantu Penderitaan Shin Karena Telah Kehilangan Sahabatnya... "
Setelah Menjelaskan Semuanya Yukio Yang Khawatir Dengan Kondisi Shin Ingin Menemui Shin, Yukio Pin Minta Izin Kepada Ibunya Shin Untuk Melihat Kondisinya
"Umm Ibunya Shin Saya Yukio Teman Kelasnya Shin, Saya Disini Untuk Melihat Kondisi Shin Apakah Boleh Melihat Kondisi Shin"
Ibunya Shin Pun Memperbolehkan Yukio Untuk Melihat Kondisi Shin
Yukio Yang Telah Dapat Izin Langsung Pergi Kekamar Shin Dan Melihat Kondisinya
"Shin?.... Apakah Kamu Sudah Baikan?...! "
Yukio Kaget Setelah Melihat Bahwa Shin Tidak Ada Dikamarnya Mulai Berlari Untuk Memberitahu Bahwa Shin Telah Menghilang
"SEMUA!!! SHIN!! SHIN TELAH MENGHILANG!!! "
Hayato Yang Mendengar Perkataan Yukio Langsung Pergi Untuk Memeriksa Kamarnya Shin
"SHIN!!! SIAL!! LAGI-LAGI AKU TELAT UNTUK MEMBANTU!! "
Hayato Yang Melihat Bahwa Jendela Kamar Shin Terbuka Mulai Melihat Bahwa Ada Surat Ancaman Untuk Kurenai Shin Yaitu
"Temanmu Telah Kami Sandera, Kami Tau Bahwa Kamu Sangat Berbahaya Untuk Rencana Kedatangan Boss Kami, Jika Kamu Ingin Teman Kamu Selamat Maka Turuti Perintah Kami, Temui Kami Dimarkas kami Ini Lokasinya.......Asadel Menunggu Kedatangan Engkau Wahai Manusia Iblis"
To Be Continue
__ADS_1