
"Kak anterin gua balik yu"
"Gak"
"Gua enggak dijemput. Uang jajan gua udah habis gara-gara teman gua pada minta traktiran"anggi menyeimbangkan langkahnya dengan langkah rendi.
"GUA ENGGAK PEDULI!"
"Gimana gua mau nalukin hati lu, kalo lunya aja cuek gini sama gua"
"Gua enggak minta lu untuk jatuh cinta sama gua!"
"Gua cinta sama lu kak, walaupun lu enggak balas perasaan gua, tapi gua akan selalu cinta sama lu"
"Gua enggak akan pernah membalas perasaan lu. Lebih baik lu mundur aja dan lupain gua"
"Tapi gua enggak bisa kak, gua udah terlanjur cinta sama lu"
"Terserah" rendi berjalan mendahului anggi, memasangkan earphone pada telingannya lebih baik ia mendengarkan lagu kesukaannya daripada mendengarkan adik kelasnya yang tidak jelas itu.
"Kak is,"anggi berdecak kesal.
"Ayo anterin gua kak"
"LU BISA ENGGAK SIH ENGGAK USAH GANGGU HIDUP GUA!"bentaknya tepat dihadapan wajah anggi.
"Gua suka sama lu, jadi gua harus selalu deketin lu"
"Itu lu bukan jawab pertannyan gua"
"Bodoamat lah kak. Sekarang anterin gua ya"ucapnya memelas menunjukan pupy eyesnya.
"Gua bilang enggak ya enggak!"
__ADS_1
"Kak ayo anterin gua, udah mau hujan.
Gua enggak ada ongkos. Masa lu enggak kasian sama gua"
"Gua enggak peduli!"
"Kak plis"anggi masih terus membujuk rendi.
Tiba-tiba hujan turun denga derasnya membasuhi tubuh mereka berdua. Baju anggi yang transparan sudah tercetak jelas.
"Masuk!"
"Hah?"anggi masih bingung dengan ucapan rendi tadi.
"Lu bolot? Gua bilang masuk!"
"Kak rendi mau nganterin anggi?"
"Iya cepetan!"
"Punya tangan kan lu?"rendi melihat anggi sekilas lalu meyungginhkan senyumnya
"Susah kak"anggi sudah berusaha untuk membuka knop mobil namun hasilnya nihil. ia masih belum bisa membuka pintu mobilnya. Hingga akhirnya rendi turun tangan. Ia yang akhirnya membukakan pintu mobil dan menyuruh anggi cepat masuk karena hujan diluar semakin deras,ia takut bila nanti anggi jatuh sakit. Setelah masuk kedalam mobil, rendi langsung buru-buru mengambil jaket kesayanganya di jok belakang mobil dan melemparkannya tepat dihadapan wajah anggi.
"Untung sayang"anggi menerima jaket yag diberikan rendi dengan sedikit emosi. Bagaimana tidak, saat ia sedang memakai liptint rendi tiba-tiba melemparkan jaketnya tepat dihadapan wajah anggi, alhasil liptint yang sedang ia pakai jadi kecoret.
"Kak liat dong gara-gara lu lempar jaket jadinya gw kecoret kan"
rendi menahan tawanya dan tetap bersikap biasa saja.
***
20 menit kemudian
__ADS_1
"Kak lu punya pacar enggak?"
"Kak lu rumahnya dimana?"
"Kak ko lu ganteng banget sih"
"Kak lu suka sama gua enggak?"
Celotehan-celotehan anggi sangat menggangu rendi yang masih fokus menyetir! Sungguh!
"Kak lu-"
"Bisa diem enggak?"
"Enggak"balasnya tertawa puas melihat muka rendi yang sudah memerah menahan emosinya.
"Kak pasti mama bapa lu cantik dan ganteng ya makannya punya anak yang ganteng juga"
"Nama panjang lu siapa sih kak?"
"Oh iya rendi alfaro wijaya bukan?"sahutnya
"Hmmm"balas rendi
"Kak–"
"Diem atau gua cium!"
seketika anggi terdiam setelah mendengar penuturan dari rendi.
Kini rendi sudah sampai didepan perkarangan rumah anggi, ia sudah mengantarkan anggi dengan selamat.
"Makasih pangeran esnya anggi"
__ADS_1
Anggi beneran setres fix
Rendi sabar-sabar ya punya adek kelas laknat kayak anggi:v